Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Pakar: Limbah Penambangan Bitcoin Diperkirakan Tidak Beri Dampak Buruk Kepanjangan

M Nurhadi

Kamis, 23 September 2021 | 11:01 WIB
Pakar: Limbah Penambangan Bitcoin Diperkirakan Tidak Beri Dampak Buruk Kepanjangan
Ilustrasi bitcoin, salah satu mata uang kripto. (Pixabay)

Suara.com - Penelitian yang dilakukan New York Digital Investment Group (NYDIG) belum lama ini menyebut, konsumsi energi Bitcoin berada di bawah 0,5% dari total global selama dekade berikutnya.

Dalam makalah berjudul 'Bitcoin Net Zero', pakar menyebut, konsumsi energi dan emisi karbon Bitcoin tidak akan meledak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dalam studi yang diterbitkan mitra Castle Island Ventures, Nic Carter dan pendiri NYDIG, Ross Stevens, emisi karbon jaringan diprediksi membaik di masa depan akibat fluktuasi harga Bitcoin, kesulitan penambangan, dan konsumsi energi.

Merujuk pada laporan Cointelegraph via Warta Ekonomi, emisi Bitcoin masih akan mewakili sebagian kecil dari total global bahkan jika harga BTC naik ke puncak pada tahun 2030.

“Bahkan dalam skenario kami yang paling agresif, dengan harga tinggi, di mana Bitcoin mencapai 10 triliun dolar pada tahun 2030, jumlah emisinya hanya 0,9 persen dari total dunia, dan pengeluaran energinya hanya 0,4 persen dari total global,” kata laporan tersebut.

Pertumbuhan masa depan aktivitas tambang Bitcoin berdasarkan data 2020, para peneliti memperkirakan konsumsi listrik penambang Bitcoin sebagai fungsi dari hashrate jaringan dan efisiensi mesin.

Tahun lalu, peneliti juga menemukan bahwa Bitcoin mengkonsumsi 62 terawatt-hours (TWh) listrik dan menghasilkan 33 juta ton emisi karbon dioksida yang mewakili hanya 0,04% dari konsumsi energi global dan 0,1% dari emisi karbon global.

Limbah karbon dampak penambangan Bitcoin diklaim tidak bertambah secara signifikan pada 2020 lalu.

Saat ini, penambangan BTC menggunakan 101 TWh per tahun atau 0,45% dari listrik global. Menurut Universitas Cambridge, jaringan Bitcoin mengkonsumsi lebih banyak energi daripada seluruh negara Filipina.

Meski demikian, Universitas juga menemukan bahwa Bitcoin mengkonsumsi lebih sedikit listrik daripada gabungan semua lemari es di Amerika Serikat, dan hanya 4,6% dari total energi yang digunakan untuk AC perumahan di seluruh dunia.

Laporan tersebut juga menyampaikan, prospek penambangan Bitcoin “dekarbonisasi” di masa depan menunjukkan janji yang signifikan.

“Dalam jangka panjang, intensitas emisi karbon Bitcoin (dan dengan itu emisi karbon absolut Bitcoin) akan menurun, karena pengembangan energi terbarukan terus berlanjut dan negara-negara berusaha untuk mendekarbonisasi jaringan listrik mereka,” tulis laporan tersebut.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Bitcoin Lagi Diskon, CEO Indodax Minta Investor Manfaatkan Kondisi Ini

Harga Bitcoin Lagi Diskon, CEO Indodax Minta Investor Manfaatkan Kondisi Ini

Bisnis | Kamis, 23 September 2021 | 08:57 WIB

Terjadi Lagi, Aplikasi Penyedia Bitcoin Dibobol, Aset Rp180 Milyar Digondol Hacker

Terjadi Lagi, Aplikasi Penyedia Bitcoin Dibobol, Aset Rp180 Milyar Digondol Hacker

Bisnis | Selasa, 21 September 2021 | 13:01 WIB

10 Fakta Penurunan Signifikan Harga Bitcoin BTC Senin Kemarin

10 Fakta Penurunan Signifikan Harga Bitcoin BTC Senin Kemarin

Bisnis | Selasa, 21 September 2021 | 11:33 WIB

Blockchain Diklaim Punya Nilai Lindung Inflasi, Begini Kata Pakar

Blockchain Diklaim Punya Nilai Lindung Inflasi, Begini Kata Pakar

Bisnis | Selasa, 21 September 2021 | 10:44 WIB

4 Jenis Limbah yang Erat Kaitannya dengan Hidup Manusia

4 Jenis Limbah yang Erat Kaitannya dengan Hidup Manusia

Lifestyle | Selasa, 21 September 2021 | 10:37 WIB

Komputer Penambang Bitcoin Hanya Mampu Bertahan 1,3 Tahun, Setelahnya Jadi Sampah

Komputer Penambang Bitcoin Hanya Mampu Bertahan 1,3 Tahun, Setelahnya Jadi Sampah

Tekno | Senin, 20 September 2021 | 19:11 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB