Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Masyarakat Indonesia Masih Enggan Tinggalkan Plastik, Pelaku Usaha Dituntut Inovatif

M Nurhadi

Jum'at, 08 Oktober 2021 | 07:52 WIB
Masyarakat Indonesia Masih Enggan Tinggalkan Plastik, Pelaku Usaha Dituntut Inovatif
Ilustrasi Penggunaan Kantong Plastik (pixabay/cocoparisienne)

Suara.com - Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai (PSP) di masyarakat guna menekan penggunaan benda ramah lingkungan masih belum maksimal karena konsumen belum merasa nyaman meninggalkan produk polimerisasi sintetik itu.

Research Associate Lembaga Penyelidikan Ekonomi Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Bisuk Abraham Sisungkunon mengatakan, dalam beberapa diskusi, ada upaya pelaku usaha berhemat konten plastik dalam pengiriman produk justru berbuah komplain dari konsumen.

Konsumen diklaim merada kurang aman jika barang yang ia beli tanpa lapisan plastik yang membungkus kemasan. Bahkan, ada yang langsung memberi rating satu pada toko yang tidak mengemas barang menggunakan plastik.

“Cukup banyak konsumen merasa kurang aman kalau produk tidak dibungkus plastik lagi, walau disediakan kotak-kotak yang berbahan seperti karton,” kata dia.

Namun, di sisi lain, ia melihat ada kemauan dari para pelaku usaha mengurangi penggunaan PSP karena ternyata upaya ini dinilai tak terlalu berdampak signifikan pada biaya produksi mereka.

Hasil survei yang dia lakukan melibatkan 88 pelaku usaha dari tiga sektor yakni manufaktur, perdagangan besar dan eceran serta makanan dan minuman di DKI Jakarta pada Mei 2021 menunjukkan sebanyak 43 persen dari mereka merasa pengurangan atau penanganan PSP masih dalam batas toleransi sehingga ada kesempatan untuk melakukan pengurangan maupun penanganan PSP.

Sementara itu, dari sisi pelaku usaha sendiri, upaya pengurangan plastik diklaim bisa membantu penghematan biaya produksi. Head of Values, PR & Community Engagement The Body Shop Indonesia, Ratu Ommaya mengatakan, komitmen meninggalkan plastik bisa membantu perusahaan berhemat hingga 25 persen.

Merek kosmetik asal Inggris itu sudah menaruh perhatian pada penggunaan plastik. Pada akhir tahun 2018, mereka berkomitmen sama sekali tak menggunakan kantong plastik sebagai pembungkus produk.

Mereka memilih paper bag daur ulang kertas dengan tinta yang terbuat dari soya ink. Harapannya, produk ini tidak mencemari lingkungan seperti halnya plastik.

“Kami belajar, berusaha mencari supaya pengiriman tidak menggunakan plastik sama sekali bahkan di bagian luar. Biasanya menggunakan sisa-sisa karton untuk ditaruh di sela-sela produk supaya produk tetap aman sampai ke customer,” tutur Maya, dikutip dari Antara,

Beralih dari plastik, perusahaan mulai memanfaatkan tissue paper dan boks berbahan karton dengan kualitas bagus sehingga menjamin tidak perlu lagi disegel menggunakan plastik.

Tetapi karena dinilai belum cukup ramah lingkungan, mereka akhirnya menggunakan hard box yang didalamnya terdapat corrugated carton atau kertas dengan bentuk bergelombang dan berlapis yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kardus, agar produk tetap aman.

Pihak perusahaan lalu menjelaskan alasan pemilihan mengemas produk tanpa plastik pada pihak jasa kurir dan konsumen. Mereka juga memberikan jaminan produk tetap aman sampai pada konsumen dan siap bertanggung bila nantinya ada kerusakan akibat pengemasan tanpa plastik.

“Trennya apresiasi dari customer. Mereka merasa dengan membeli produk kami bukan hanya digunakan sebagai perawatan tubuh tetapi juga ada nilai-nilai lain yang mereka dapat (ikut menjaga kelestarian lingkungan),” kata Maya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bergaya City Sales Outlet, Diler MINI Indonesia Kelima Hadir di Senopati Jakarta Selatan

Bergaya City Sales Outlet, Diler MINI Indonesia Kelima Hadir di Senopati Jakarta Selatan

Otomotif | Kamis, 07 Oktober 2021 | 19:40 WIB

Nissan Kicks e-Power Termasuk Kategori Mobil Listrik atau Hybrid?

Nissan Kicks e-Power Termasuk Kategori Mobil Listrik atau Hybrid?

Otomotif | Rabu, 06 Oktober 2021 | 14:30 WIB

Belasan Pasiennya Ngadu, Seorang Dokter Gadungan Terancam 3 Tahun Penjara

Belasan Pasiennya Ngadu, Seorang Dokter Gadungan Terancam 3 Tahun Penjara

News | Rabu, 06 Oktober 2021 | 14:08 WIB

Ingin Lebih Identik, Pasangan Saudara Kembar Ini Habis Rp2,7 Miliar untuk Oplas

Ingin Lebih Identik, Pasangan Saudara Kembar Ini Habis Rp2,7 Miliar untuk Oplas

Lifestyle | Rabu, 06 Oktober 2021 | 12:19 WIB

Begini Cara Kementerian PUPR Kurangi Emisi Karbon di Pemukiman dan Perkotaan

Begini Cara Kementerian PUPR Kurangi Emisi Karbon di Pemukiman dan Perkotaan

Bisnis | Senin, 04 Oktober 2021 | 16:43 WIB

Kali Cisadane Tercemar Limbah Berwarna Merah, Lokasi di Perbatasan Cisauk dan Serpong

Kali Cisadane Tercemar Limbah Berwarna Merah, Lokasi di Perbatasan Cisauk dan Serpong

Banten | Senin, 04 Oktober 2021 | 13:52 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB