Usai Catat Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Berangsur Turun

Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:28 WIB
Usai Catat Rekor Tertinggi, Harga Minyak Dunia Berangsur Turun
Ilustrasi harga minyak dunia. [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia melemah pada perdagangan Rabu, di tengah kekhawatiran permintaan minyak mentah akan melambat.

Mengutip CNBC, Kamis (14/10/2021) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup turun 24 sen, atau 0,3 persen menjadi USD83,18 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka WTI, melemah 20 sen, atau 0,3 persen menjadi USD80,44 per barel.

Analis mencatat beberapa pedagang kemungkinan mengambil keuntungan dalam minyak mentah AS setelah West Texas Intermediate (WTI) mencapai tingkat tertinggi sejak Oktober 2014 selama tiga sesi terakhir.

Awalnya, harga berada di bawah tekanan ketika China, importir minyak mentah terbesar dunia, merilis data yang menunjukkan impor September merosot 15 persen dari tahun sebelumnya.

Pasar menunggu data persediaan minyak Amerika yang diperkirakan analis akan menunjukkan peningkatan 0,7 juta barel dalam stok minyak mentah.

Data dari American Petroleum Institute, kelompok industri, dijadwalkan pada pukul 20.30 GMT, Rabu, dan dari Badan Informasi Energi AS sehari berselang.

Kekurangan pasokan batu bara dan gas alam di China, Eropa dan India mendorong harga bahan bakar yang digunakan untuk pembangkit listrik. Produk minyak digunakan sebagai pengganti.

Komisi Eropa menguraikan langkah-langkah yang dapat digunakan Uni Eropa untuk memerangi lonjakan harga energi, dan mengatakan akan menjajaki pembelian gas bersama.

Baca Juga: Imbas Krisis Energi, Harga Minyak Naik ke Level Tertingginya

Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak dunia untuk tahun ini sambil mempertahankan pandangan 2022.

Tetapi OPEC mengatakan lonjakan harga gas alam dapat meningkatkan permintaan produk minyak karena pengguna akhir beralih.

Pasar global seharusnya tidak memperkirakan lebih banyak minyak dari Iran dalam waktu dekat. Amerika Serikat mengatakan siap untuk mempertimbangkan "semua opsi" jika Iran tidak mau kembali ke kesepakatan nuklir 2015.

Di Rusia, Presiden Vladimir Putin mengatakan harga minyak bisa mencapai USD100 per barel dan mencatat Moskow siap menyediakan lebih banyak gas alam ke Eropa jika diminta.

Pasar energi terfokus pada bagaimana krisis pasokan akan mempengaruhi permintaan minyak, terutama di ekonomi terbesar kedua dunia, China.

Di India, yang mengalami kekurangan listrik terburuk sejak 2016 karena kekurangan pasokan batu bara, konsumsi bahan bakar merangkak lebih tinggi pada September karena aktivitas ekonomi meningkat. India adalah importir minyak terbesar ketiga di dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI