alexametrics

Transaksi Saham Tembus Rp 13 Triliun, Bos BEI: Rekor Baru Sejak 1992

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani
Transaksi Saham Tembus Rp 13 Triliun, Bos BEI: Rekor Baru Sejak 1992
Ilustrasi memantau harga saham.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat peningkatan aktivitas transaksi saham di BEI telah membawa rekor baru sejak swastanisasi BEI pada tahun 1992.

Suara.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat peningkatan aktivitas transaksi saham di BEI telah membawa rekor baru sejak swastanisasi BEI pada tahun 1992.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan saat ini rata-rata nilai transaksi harian di bursa efek telah mencapai lebih dari Rp13 triliun per hari, atau melonjak 2 kali lipat dalam 5 tahun terakhir.

Begitu juga dengan frekuensi transaksi juga meningkat menjadi rata-rata 1,2 juta transaksi per hari dan merupakan yang tertinggi di ASEAN dalam 3 tahun terakhir.

"Hal ini turut diikuti dengan lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari 19 miliar lembar saham per hari," kata Inarno dalam pembukaan Capital Market Summit & Expo secara virtual, Kamis (14/10/2021).

Baca Juga: Pandemi Bikin Orang Ketagihan Investasi, BEI Catat 6,2 Juta Investor Saham

Meningkat transaksi di bursa efek tak lepas dari terus bertambahnya jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai lebih dari 6.287.350 SID, termasuk di dalamnya adalah 2,9 juta SID saham.

Di sisi lain per tanggal 30 September 2021, saat ini telah terdapat 750 perusahaan tercatat di BEI dengan penambahan baru sebanyak 38 perusahaan di tahun 2021 ini.

Ditempat yang sama Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengungkapkan bahwa BEI akan terus berupaya untuk memotivasi generasi muda Indonesia agar terus berinvestasi di pasar modal.

Salah satu upaya tersebut adalah dengan menghadirkan para pembicara muda yang sukses serta memiliki semangat dalam mengedukasi para investor di pasar modal.

“Kami harap pemaparan dan diskusi pada sesi webinar ini dapat memberikan inspirasi bagi para peserta seminar, khususnya bagi kelompok usia muda yakni generasi milenial dan generasi Z, untuk dapat lebih cerdas, lebih semangat, turut berperan aktif dalam mengembangkan pasar modal, serta tentunya semakin yakin dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia,” ujar Hasan.

Baca Juga: Kian Perkasa, IHSG Rabu Sore Ditutup Menguat di Posisi 6.536

Komentar