alexametrics

Peneliti Dukung Larangan Ekspor Nikel Mentah: Biar Investor Masuk ke Indonesia!

M Nurhadi
Peneliti Dukung Larangan Ekspor Nikel Mentah: Biar Investor Masuk ke Indonesia!
Sebuah perahu melintas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (foto: Antara/Zabur Karuru)

Kebijakan pelarangan ekspor nikel harus didukung dengan pembangunan pabrik dalam negeri agar berpeluang menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Suara.com - Pakar dari Center of Industry, Trade, and Investment Indef, Dzulfian Syafrian menduga, pelarangan ekspor nikel yang dilakukan pemerintah bertujuan menarik investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.

Hal ini karena Indonesia memiliki bahan baku yang luar biasa besar. Sehingga, pertambangan nikel bisa dilakukan sekaligus pengembangan hingga produksi bisa dilakukan di Indonesia.

"Di sisi lain, ada kebijakan hilirasasi produk minerba agar tidak mengekspor ke luar negeri. Itu yang harus diubah industrialisasi hilirisasi, daripada keruk lalu dikirim, mending ditambahkan nilai tambah di Indonesia," katanya dalam webinar Evaluasi 7 Tahun Kepemimpinan Jokowi di Bidang Industri, Investasi, dan Perdagangan, Minggu (24/10/2021).

Lebih jauh, menurutnya keberuntungan Indonesia karena memang didukung dengan sumber daya nikel yang melimpah.

Baca Juga: Ekspor Ampas Sawit Asal Sumut ke Pasar Internasional Meningkat

Sehingga, kebijakan pelarangan ekspor nikel harus didukung dengan pembangunan pabrik dalam negeri agar berpeluang menciptakan lapangan pekerjaan baru. 

Selain itu, pabrik dalam negeri yang dikelola investor asing juga perlu menjadi rantai pasok dengan pabrik luar negeri agar memiliki sasaran ekspor yang jelas.

Mengutip dari Warta Ekonomi --jaringan Suara.com, menurut Dzulfian, pemerintah tengah menyiapkan strategi besar di Kementerian Investasi.

Dimana sebelumnya masih berorientasi pada ekspor komoditas mentah, saat ini tengah melakukan upaya agar komoditas mentah dapat diproses di dalam negeri.

"Karena itu, pemerintah perlu mengisi kekosongan rantai pasok tersebut dengan menyediakan kelengkapan dari hulu hingga ke hilir," pungkasnya.

Baca Juga: Kader PDIP Disuruh Sabar, Megawati Tak Akan Salah Putuskan Siapa Capres Pengganti Jokowi

Komentar