alexametrics

Ramai-ramai Masuk GoTo, Investor Lokal Bisa Untung Besar?

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Ramai-ramai Masuk GoTo, Investor Lokal Bisa Untung Besar?
Ilustrasi investasi. (Shutterstock)

Penggalangan dana Pra-IPO yang dilakukan GoTo Group pekan lalu telah berhasil menggaet investor besar Timur Tengah Abu Dhabi Investment Autority (ADIA).

Suara.com - Penggalangan dana Pra-IPO yang dilakukan GoTo Group pekan lalu telah berhasil menggaet Abu Dhabi Investment Autority (ADIA). Investor besar dari Timur Tengah tersebut ikut membenamkan investasinya senilai USD 400 juta.

Masuknya dana segar menjelang IPO tersebut membuat valuasi bisnis GoTo terus melambung tinggi.

“Dengan adanya dana masuk sebagai tambahan modal, tentunya akan menaikkan valuasi GoTo. Secara kapitalisasi, masuknya dana dari investor tersebut juga akan bagus dan asumsinya besar yang diperkirakan mencapai Rp 500 triliun, bisa menjadi nomor dua setelah BCA (Bank Central Asia) dan ini bisa menjadi penggerak pasar BEI,” ujar Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana, Selasa (26/10/2021).

Investor lama GoTo diperkirakan mendapatkan keuntungan besar berkat kenaikan valuasi tersebut.

Baca Juga: Cetak Rekor! Dana Investor Masuk Kripto US$1,5 Miliar Pada Pekan Lalu

Reuters melaporkan, valuasi GoTo kini sudah mencapai USD32 miliar. Masuknya sovereign wealth fund seperti ADIA dinilai sangat strategis bagi penguatan nilai bisnis GoTo.

Sejumlah emiten, seperti PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), melalui anak perusahaannya Telkomsel, diketahui ikut berinvestasi di GoTo ketika masih dalam entitas Gojek.

Sementara investor lokal lain seperti grup Djarum melalui entitas anak Global Digital Niaga juga berinvestasi di Gojek.

Astra, Telkomsel dan Djarum telah berinvestasi ketika valuasi perusahaan teknologi digital terbesar di Indonesia itu masih rendah.

Sebagai contoh, Astra yang berinvestasi sebesar USD 250 juta di tahun 2018, menanamkan dananya saat valuasi Gojek berkisar USD 3,5 miliar hingga USD 4 miliar. Sementara di waktu bersamaan nilai investasi Djarum diperkirakan mencapai sekitar USD 100 juta.

Baca Juga: Disuntik Abu Dhabi Investment, Valuasi GoTo Tembus 30 Miliar Dolar AS

Telkomsel masuk ke Gojek secara bertahap sejak tahun 2020. Pada tahap pertama, anak usaha Telkom ini menanamkan investasi sebesar USD 150 juta.

Komentar