Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.130,588
LQ45 608,029
Srikehati 297,628
JII 364,421
USD/IDR 18.083

Permintaan Benih Sawit Tinggi, Ditjenbun Terima Permohonan SP2BKS Setiap Hari

Iwan Supriyatna

Kamis, 18 November 2021 | 07:19 WIB
Permintaan Benih Sawit Tinggi, Ditjenbun Terima Permohonan SP2BKS Setiap Hari
Perkebunan kelapa sawit di Indonesia. [perkebunan.litbang.pertanian.go.id]

Suara.com - Direktur Perbenihan Perkebunan Ditjenbun, Saleh Mokhtar mengatakan, permintaan kecambah kelapa sawit saat ini sedang tinggi.

“Setiap hari saya mendapat permohonan Surat Persetujuan Penyaluran Benih Kelapa Sawit (SP2BKS), terutama dari produsen benih dalam rangka pembesaran,” kata Saleh pada Webinar “Socfindo Menyapa Petani Sawit, Pastikan Benih yang Anda Tanam Bibit Unggul” yang merupakan kerjasama Media Perkebunan dengan PT Socfin Indonesia ditulis Kamis (18/11/2021).

Permohonan SP2BKS kepada Ditjenbun bila kebutuhan kecambahnya diatas 200.000 butir baik oleh perusahaan perkebunan maupun produsen benih dalam rangka pembesaran benih melalui kerjasama dengan pemilik varietas atau sumber benih.

“Ini momen yang bagus. Banyaknya SP2BKS ke Ditjenbun menunjukkan banyak permintaan untuk mengkecambahkan benih,” katanya lagi.

Saleh menyambut baik PT Socfindo yang melakukan sosialisasi varietas unggul yang dimilikinya kepada petani lewat webinar ini. Produsen lain yang jumlah totalnya 19 diharapkan melakukan hal yang sama supaya petani mengerti dan menggunakan benih unggul.

Kapasitas produksi 19 produsen kecambah adalah 200 juta butir sedang serapan pasar hanya 50%nya. Indonesia sudah swasembada bahkan berlebih dalam kecambah sawit sehingga produsen didorong mengekspor.

Saleh mengapresiasi Socfindo yang setiap tahunnya mengekspor 3,5 juta kecambah ke berbagai negara.

Benih unggul harus sudah dilepas Menteri Pertanian dan berasal dari kebun induk yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Saleh minta judul webinar ini ditambah pastikan benih yang anda tanam benih unggul bermutu. Hal ini sejalan dengan program Dirat Perbenihan. Bermutu artinya bersertifikat.

Saat ini pemerintah sedang melaksanakan PSR (Peremajaan Sawit Rakyat). Dengan target 180.000 ha/tahun selama 5 tahun, realisasinya masih 220.000 ha, masih jauh.

baca juga

Salah satu kendalanya adalah ketersediaan benih yaitu tidak tersedia pada saat diperlukan. Kendala ini berusaha diatasi sehingga realisasi PSR bisa dipercepat.
Benih illegitim juga masih banyak yang beredar.

Petani peserta PSR harus benar-benar mendapatkan benih unggul bermutu jangan sampai mendapatkan benih abal-abal ini. Di Jambi kemarin sudah ditangkap komplotan penjual benih ilegitim yang menyasar petani peserta PSR.

Dalam era digital ini salah satu sistim pemasaran dari pembuat benih ilegitim ini adalah penjualan secara online lewat platform market place.

“Saya sudah cek pada 19 produsen ternyata tidak ada satupun yang menjual kecambah lewat platform market place. Karena itu jangan membeli benih secara online dari market place,” katanya.

Petani harus paham kerugian menggunakan benih ilegitim.

“Produktivitasnya pasti rendah karena asal-usulnya tidak jelas, ini merupakan benih terpelanting dari pohon sawit untuk produksi bukan untuk benih,” katanya.

Ditjenbun sangat memberi perhatian pada penggunaan benih unggul bermutu. Produktivitas kelapa sawit saat ini masih 3,6 ton/ha padahal potensi 6-8 ton minyak per ha. Peran benih sangat significant dalam upaya peningkatan produktivitas, sekitar 40-60% bila ditambah dengan penerapan GAP (Good Agricultural Practices).

“Awal yang baik berasal dari benih yang baik. Kalau benihnya jelek dipupuk berapa tonpun tidak akan meningkatkan produktivitas. Benih bukan segalanya tetapi segalanya dimulai dari benih. Kalau benihnya baik kebunnya pasti baik asal dirawat sesuai GAP,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kunjungi Riau, Uni Eropa Bahas Potensi Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan

Kunjungi Riau, Uni Eropa Bahas Potensi Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan

Riau | Rabu, 17 November 2021 | 20:59 WIB

Gubernur Kalbar Didesak Minta Perusahaan Sawit dan Tambang Tanggungjawab Atasi Banjir

Gubernur Kalbar Didesak Minta Perusahaan Sawit dan Tambang Tanggungjawab Atasi Banjir

Kalbar | Rabu, 17 November 2021 | 17:43 WIB

Dubes Uni Eropa Kunjungi Sawit Rakyat di Siak dan Rokan Hulu Riau

Dubes Uni Eropa Kunjungi Sawit Rakyat di Siak dan Rokan Hulu Riau

Bisnis | Rabu, 17 November 2021 | 12:27 WIB

Terkini

TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang

TNI Masuk MBG, Aktivis Kritik Pendekatan Militer: Bukan Situasi Perang

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:07 WIB

Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus

Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:04 WIB

Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam

Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:58 WIB

Dirjen  Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M

Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M

Bali | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:49 WIB

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:41 WIB

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:35 WIB

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:31 WIB

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:29 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:26 WIB

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:20 WIB

×