Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

ASEAN WeScore Bahas Kesetaraan Gender dan Olahraga

Iwan Supriyatna

Senin, 06 Desember 2021 | 09:25 WIB
ASEAN WeScore Bahas Kesetaraan Gender dan Olahraga
Sekretariat ASEAN sukses menggelar talk show “ASEAN #WeScore” melalui Zoom dan YouTube live.

Suara.com - Sekretariat ASEAN sukses menggelar talk show “ASEAN #WeScore” melalui Zoom dan YouTube live. Sekretariat ASEAN menyelenggarakan acara hybrid di Jakarta dengan sepuluh Duta Olahraga Wanita ASEAN terpilih yang berpartisipasi secara virtual.

Direktur Tomohiko Arai, Pemimpin SOMS Badan Olahraga Jepang Divisi Hubungan Internasional, secara resmi membuka talk show tersebut.

“Di bawah Kerjasama ASEAN dan Jepang, perempuan dalam olahraga muncul sebagai salah satu bidang utama kerjasama olahraga,” kata Direktur Tomohiko Arai ditulis Senin (6/12/2021).

Tomohiko Arai mengakui kemajuan yang dicapai dalam mempromosikan kesetaraan gender melalui diskusi dan pertukaran perspektif.

“ASEAN akan mengambil langkah-langkah untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang menjunjung kesetaraan gender melalui olahraga,” ucapnya.

Agenda selanjutnya adalah presentasi oleh Aya Noguchi, Asisten Profesor Fakultas Ilmu Olahraga dan Kesehatan Universitas Juntendo. Aya Noguchi melaporkan hasil lokakarya “ASEAN-Japan Workshop on Promoting Gender Equality in Sports”, yang diadakan pada tanggal 10-13 Agustus 2021 oleh Japanese Center for Research on Women in Sport.

Noguchi mengatakan bahwa lokakarya tersebut membahas serangkaian strategi spesifik negara yang dapat ditindaklanjuti untuk mempromosikan partisipasi perempuan dan anak perempuan dalam olahraga, serta untuk memberdayakan perempuan muda melalui olahraga dan membina generasi pemimpin muda berikutnya.

Noguchi mengatakan bahwa lokakarya tersebut membuka peluang bagi para pemimpin perempuan muda untuk menyelami lebih dalam masalah gender dalam olahraga di negara masing-masing dan mengkomunikasikannya kepada pembuat kebijakan.

Sesi talk show yang paling dinanti adalah perbincangan dengan sepuluh duta olahraga wanita; HRH Princess 'Azemah Ni'matul Bolkiah (atlet polo dari Brunei Darussalam), Sokha Pov (atlet bela diri tradisional dari Kamboja), Leani Ratri Oktila (atlet para-bulu tangkis Indonesia), Soulamphone Kerdla (kepala pelatih tim renang nasional Laos), Farah Ann Abdul Hadi (atlet gimnastik Malaysia), Soe Soe Myar (atlet taekwondo dan wasit asal Myanmar), Hidilyn Diaz (atlet angkat besi Filipina), Amita Berthier (atlet anggar Singapura), Panikpak Wongpattanakit (atlet taekwondo Thailand), dan Tuyet Van Chau (atlet taekwondo dari Vietnam).

baca juga

Jamshed M. Kazi, Perwakilan Negara UN Women, Indonesia dan Penghubung ASEAN turut ambil bagian dalam diskusi sebagai komentator, memberikan pandangan ahli tentang kesetaraan gender dan hak-hak perempuan.

Bertepatan dengan Hari Penyandang Disabilitas Internasional, talk show ASEAN #WeScore juga membahas tentang hak-hak penyandang disabilitas. Peraih medali emas dan perak pada Paralimpiade Tokyo 2020 asal Indonesia, atlet para-bulutangkis Leani Ratri Oktila, mengucapkan terima kasih atas peringatan tahunan tersebut.

“Saya merasa dihargai sebagai atlet paralimpiade,” katanya.

Namun, dia menyatakan keprihatinan atas pembatalan acara para-olahraga karena situasi COVID-19, sementara beberapa kompetisi olahraga non-para tetap diselenggarakan.

Masing-masing dari sepuluh duta olahraga wanita berbagi pengalaman dan cerita pribadi mereka dalam diskusi yang berlangsung selama 45 menit, diikuti dengan sesi tanya jawab selama 25 menit. Selama sesi tanya jawab, penonton YouTube Live dan Zoom secara aktif mengajukan pertanyaan kepada semua duta olahraga.

Perbincangan inspiratif dengan duta olahraga wanita dan komentator ini berhasil mencapai lebih dari 700 penonton pada akhir acara dan menghasilkan beberapa pembelajaran yang berharga: Ketekunan, kepercayaan diri dan support system yang baik adalah kunci keberhasilan untuk mengatasi tekanan sosial yang sangat umum dalam industri olahraga; Diperlukan lebih banyak platform, infrastruktur, dan peluang untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam mewakili negara mereka dan mempersiapkan mereka untuk kepemimpinan dalam olahraga; Liputan media dan program penjangkauan penting untuk memperkuat isu dan melibatkan lebih banyak orang; Pembatalan event para-olah raga akibat pembatasan pandemi berpotensi mendemotivasi atlet penyandang disabilitas; serta lebih banyak dukungan harus diberikan kepada platform para olahraga, terutama dengan memberikan perhatian dan prioritas yang setara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negara-negara ASEAN Apresiasi Indonesia untuk Pengendalian Karhutla

Negara-negara ASEAN Apresiasi Indonesia untuk Pengendalian Karhutla

News | Rabu, 01 Desember 2021 | 09:44 WIB

Indonesia dan Negara-negara ASEAN Dukung Pencegahan HIV-AIDS di Tempat Kerja

Indonesia dan Negara-negara ASEAN Dukung Pencegahan HIV-AIDS di Tempat Kerja

Bisnis | Kamis, 25 November 2021 | 08:44 WIB

Menaker: Kolaborasi Pengawas Ketenagakerjaan se-ASEAN Mampu Hapus Kekerasan dan Pelecehan

Menaker: Kolaborasi Pengawas Ketenagakerjaan se-ASEAN Mampu Hapus Kekerasan dan Pelecehan

Bisnis | Rabu, 24 November 2021 | 11:43 WIB

Terkini

Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan

Kenapa Jadi Pepes di KRL Lebih Baik bagi Lingkungan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:24 WIB

Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro

Teka-teki Meninggalnya Dokter Koas UI di Kamar Kos Metro

Lampung | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:22 WIB

IHSG Lepas Landas! Asing Borong Saham Rp360 Miliar, Target Menuju Level 6.850?

IHSG Lepas Landas! Asing Borong Saham Rp360 Miliar, Target Menuju Level 6.850?

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:21 WIB

Produksi XO, Kitty Season 4 Belum Dapat Lampu Hijau, Berakhir Lewat Film?

Produksi XO, Kitty Season 4 Belum Dapat Lampu Hijau, Berakhir Lewat Film?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:20 WIB

Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi

Hapus Kutukan Blank Spot: Mandat 5G dan Internet Cepat di Tangan Pemenang Seleksi Frekuensi Komdigi

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:15 WIB

Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia

Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia

Sulsel | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:06 WIB

Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan

Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:05 WIB

Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat

Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026

4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan

Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

×