alexametrics

Pengusaha Apindo Geram, Banyak Produk Murah Dari China Mejeng Di E-Commerce

Bangun Santoso | Achmad Fauzi
Pengusaha Apindo Geram, Banyak Produk Murah Dari China Mejeng Di E-Commerce
Ketua Umum Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani. (Suara.com/Fadil)

Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani menyebut, kebanyakan produk-produk asing ini berasal dari China

Suara.com - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) merasa geram dengan masih banyak produk-produk asing yang mejeng di e-commerce di dalam negeri. Bahkan, produk-produk asing tersebut, lebih murah dibandingkan produksi dalam negeri.

Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani menyebut, kebanyakan produk-produk asing ini berasal dari China.

"Tapi ini masih jadi masalah karena kami melihat masih banyak keluhan barang-barang dari luar khususnya China itu masih dijual dalam platform dengan harga yang sangat murah," ujar Hariyadi dalam konferensi pers virtual, Kamis (9/12/2021).

Dalam hal ini, Hariyadi meminta kepada pemerintah untuk turun tangan dalam menghadapi masalah itu. Jangan sampai lanjut dia, terjadi ketidakadilan perdagangan antara produsen lokal dengan luar negeri.

Baca Juga: Apindo Berharap Pekerja di Kota Solo Menerima Kenaikan UMK 2022

"Jadi jangan ada sampai yang melakukan dumping atau melakukan melanggar aturan-aturan sehingga dia bisa menjual dengan sangat murah padahal seharusnya tidak seperti itu," ucap dia.

Menurut Hariyadi, seharusnya, dengan adanya penurunan threshold atau batas untuk pengiriman barang menjadi USD 3 per kirim ini, bisa membuat produk-produk UKM banyak mejeng di e-commerce.

"Nah itu harusnya dapat mendukung tumbuhnya inventory yang ada di e-commerce yang ada di platform kita," tegas Hariyadi.

Dalam hal ini, Hariyadi mengklaim, Apindo juga turut mengembang UKM agar bisa memiliki daya saing dengan asing dengan pendampingan terstruktur dan terukur dengan peran dan posisi yang lebih jelas sebagai saluran informasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi dari berbagai program Pemerintah.

"Selain itu, prioritas peningkatan akses broadband dan kualitas layanan untuk mendorong adopsi teknologi digital oleh UKM/IKM," pungka Hariyadi.

Baca Juga: Apindo Kecewa Keputusan Gubernur Khofifah Tentang UMK Jatim 2022

Komentar