facebook

Kurangi Emisi Rumah Kaca, Komisaris Utama PT PGN Arcandra Tahar Sebut Peralihan Energi Fosil ke Gas Perlu Dilakukan

Chandra Iswinarno | Achmad Fauzi
Kurangi Emisi Rumah Kaca, Komisaris Utama PT PGN Arcandra Tahar Sebut Peralihan Energi Fosil ke Gas Perlu Dilakukan
Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar. [Suara.com]

Subholding gas Pertamina PT PGN (Tbk) ikut berupaya menurunkan gas emisi rumah kaca atau zero net emission. Salah satunya, melakukan peralihan energi dari energi fosil ke gas.

Suara.com - Subholding gas Pertamina PT PGN (Tbk) ikut berupaya menurunkan gas emisi rumah kaca atau zero net emission. Salah satunya, melakukan peralihan energi dari energi fosil ke gas.

Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar mengatakan, saat ini negara-negara maju telah mengalihkan sumber energinya ke gas. Dengan begitu, ia berharap Indonesia bisa beralih menggunakan gas sebagai sumber energinya.

"Eropa pun mulai sekarang memakai kembali gas. Artinya, kebutuhan gas akan sangat signifikan. Ini kesempatan kita untuk menggunakan gas yang jauh lebih bersih," Arcandra dalam PGN Energy Economic Outlook 2022, Rabu (12/1/2022).

Senada dengan Arcandra, Direktur Utama PGN M Haryo Yunianto menyampaikan, sebagai perusahaan yang fokus di sektor energi, PGN senantiasa membuka ruang untuk mengoptimalkan setiap peluang yang ada untuk memenuhi kebutuhan energi, khususnya gas bumi yang pastinya akan terus meningkat.

Baca Juga: Sepanjang 2021, Subholding Pertamina Salurkan Gas Bumi 145,7 BBUTB ke Pelanggan di Jatim

Pengembangan infrastruktur gas bumi yang terintegrasi dalam masa transisi energi saat ini diharapkan dapat menumbuhkan bisnis gas PGN sebagai Subholding Gas Pertamina.

Untuk tahun 2022, PGN menargetkan peningkatan pengelolaan niaga gas untuk sektor retail, komersial, serta sektor-sektor kelistrikan menjadi lebih dari 1.000 BBTUD termasuk pengelolaan trading LNG internasional.

Dengan peran gas bumi sebagai energi transisi, PGN juga mendorong pertumbuhan pengelolaan niaga Subholding Gas menjadi sekitar 1.400 BBTUD pada tahun 2027.

Mulai tahun 2022-2027 diproyeksikan suplai LNG akan terus meningkat. Hal ini disebabkan oleh menurunnya pasokan gas pipa eksisting.

Selain itu, diharapkan juga terjadi peningkatan demand LNG retail untuk area yang jauh dari infrastruktur eksisting. Permintaan tersebut akan disuplai baik melalui liquefaction gas pipa maupun non pipa, serta utilisasi stranded gas.

Baca Juga: PGN Gencar Sinergi ke Berbagai Pihak Kembangkan Infrastruktur Gas Bumi

Segmen industri masih tetap menjadi backbone demand terbesar Subholding Gas dimana sinergi untuk penyediaan gas bagi Kilang dan smelter, termasuk adanya terobosan dalam pemilihan teknologi dan penyediaan moda non pipa CNG/LNG retail dengan pemanfaatan sumber gas stranded, sangat dibutuhkan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar