facebook

Direktur BEI Pastikan Bisnis Broker Saham Makin Semarak, Tapi Butuh Modal Besar

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Direktur BEI Pastikan Bisnis Broker Saham Makin Semarak, Tapi Butuh Modal Besar
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia (BEI) Laksono Widodo. (Suara.com/Fadil)

BEI mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) pada 2021 mencapai 7,47 juta. Angka investor pasar modal tersebut meningkat sebesar 92,7 persen dari tahun sebelumnya.

Suara.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) di tahun 2021 mencapai 7,47 juta. Angka investor pasar modal tersebut meningkat sebesar 92,7 persen dari tahun sebelumnya. 

Data lainnya juga menyebutkan, investor reksa dana menjadi yang terbanyak dengan jumlah mencapai 6,82 juta SID. Selain itu, total investor Surat Berharga Negara (SBN) juga meningkat 32,68 persen menjadi 610,82 ribu orang. Sementara investor saham bertambah 103 persen menjadi 3,4 juta orang.

Di tengah pertumbuhan signifikan dari investor di Pasar Modal Indonesia, ada hal lain yang juga sangat penting untuk diperhatikan yaitu, kekuatan broker atau sekuritas dalam mendukung transaksi saham yang dilakukan oleh para investor.

Serta ketatnya persaingan antara satu sekuritas dengan sekuritas lainnya yang bergantung pada modal kerja.

Baca Juga: Bursa Efek Secara Resmi Cabut Izin Citigroup Sekuritas Indonesia

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono Widodo menyatakan soal kemajuan dan menariknya bisnis broker atau sekuritas.

“Bisnis sekuritas masih menarik tapi membutuhkan komitmen dan permodalan yang tidak sedikit. Modal tersebut, lanjutnya, digunakan untuk pengembangan otomasi dan kebutuhan terhadap bisnis daring," kata Laksono dalam keterangan persnya pada Kamis (13/1/2022).

Laksono menambahkan ke depannya  industri sekuritas akan semakin kompetitif dalam hal persaingan antara sesama. Selain itu juga dia optimis soal perkembangan industry sekuritas yang akan terus tumbuh, termasuk didalamnya mengenai proporsi jumlah sekuritas dan investor. 

“Hal ini  didorong oleh pengembangan tekonologi yang semakin mendomninasi,” ujarnya.

Salah satu sekuritas dengan potensi perkembangan yang sangat kuat, yakni PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI) yang menggunakan kode broker BQ.

Baca Juga: Ridwan Kamil Berharap BJB Sekuritas Dorong Minat Investasi Masyarakat

Sekuritas yang memiliki modal sangat kuat itu telah memperkenalkan produk KOINS sebagai aplikasi trading online yang tangguh.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar