Indonesia Masih Jadi Negara Konsumtif, Konflik Ukraina Buat Ekonomi Negara Makin Terdesak

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 04 Maret 2022 | 14:29 WIB
Indonesia Masih Jadi Negara Konsumtif, Konflik Ukraina Buat Ekonomi Negara Makin Terdesak
ILUSTRASI-Pedagang menata tabung gas LPG 3 kilogram di agen LPG kawasan Kemang Timur, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Sepanjang tahun lalu, harga minyak dunia terus meningkat terdorong kebutuhan berbagai negara di dunia dan situasi pandemi COVID-19 yang belum menurun.

Jika dibandingkan pada 2020, tahun 2021, harga minyak dunia naik mencapai 69.5%. Sementara pada tahun ini, harga minyak sempat stabil di awal tahun sebelum konflik Rusia dan Ukraina mendorong harga minyak mencapai rekor.

Ditambah lagi, pertumbuhan ekonomi global pasca-pandemi Covid-19 dan penambahan produksi oleh kartel minyak OPEC+ dan ketegangan politik di Ukraina semakin membuat ekonomi dunia sulit diprediksi.

"Dengan mulai tumbuhnya perekonomian global, maka hal ini akan berpengaruh terhadap suplai dan demand minyak dunia. Sepanjang 2020, konsumsi minyak dunia hanya 88.5 juta barrel perhari,  sedangkan di tahun 2021 meningkat terjadi peningkatan yang signifikan ke 96.2 juta  perhari," kata Mamit Setiawan, Direktur Executive Energy Watch.

"Tahun 2022 ini, konsumsi minyak dunia di harapkan mencapai 99.53 juta BOPD menyamai konsumsi di tahun 2019 sebelum pandemi terjadi. Tinggal bagaimana suplainya, ditengah OPEC+ yang masih menahan untuk memompa lebih banyak lagi minyak mereka. Apalagi, Rusia sebagai anggota OPEC+ saat ini sedang berkonflik. Hal ini bisa menimbulkan ketidakpastian pasokan dan pertumbuhan ekonomi secara global," urai Mamit dikutip dari Warta Ekonomi.

Menurut dia, kenaikan harga minyak dunia membuat ongkos produksi produk energi seperti BBM dan LPG  naik signifikan. Hal ini akan diikuti dengan kenaikan produk-produk lain karena bbm dan lpg sebagai sumber energi primer untuk produk lain.

"Tidak bisa dipungkiri, kita harus mewaspadai efek domino dari kenaikan harga minyak dunia saat ini. Tidak melulu bicara BBM dan LPG, tetapi juga produk turunan yang di hasilkan karena ada peningkatan ongkos produksi. Adanya kenaikan ini bisa menimbulkan inflasi ke depannya. Kita mesti mewasdai ini," jelas Mamit.

Saat ini, Indonesia sebagai net importir untuk minyak mentah maupun produk serta LPG dimana produksi hanya berkisar di angka 670 ribu BOPD.

Sementara konsumsi mencapai 1,3 juta BOPD dan import LPG sebanyak 65% dari konsumsi nasional akan meningkatkan defisit neraca perdagangan.

"Semakin tinggi terjadinya defisit neraca perdagangan, bisa menyebabkan terdepresiasi nya nilai mata uang rupiah terhadap dolar dan potensi kenaikan inflasi dibandingkan tahun 2021.

Selain inflasi yang akan meningkat kenaikan harga minyak dunia akan berdampak terhadap kondisi keuangan negara. Beban untuk subsidi energi baik itu BBM, LPG dan listrik akan mengalami kenaikan yang tinggi, disisi lain penerimaan Negara yang didapatkan dari sektor hulu migas tidak sebanding dengan beban subsisi yang harus ditanggung pemerintah," jelas Mamit kembali

Selain itu, pasokan untuk BBM dan LPG bisa mengalami gangguan ditengah permintaan global yang meningkat dan supply yang mulai menipis. 

"Jadi kita harus bersiap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi akibat ketidakpastian global saat ini,"pungkas Mamit.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Lahirnya Liga di Crimea Akibat Konflik Ukraina-Rusia

Kisah Lahirnya Liga di Crimea Akibat Konflik Ukraina-Rusia

Bola | Jum'at, 04 Maret 2022 | 14:26 WIB

Kocak, Pemerintah Ukraina Sebut Warganya yang Bisa Menjarah Tank dan Kendaraan Tempur Rusia Tak Dikenai Pajak Kendaraan

Kocak, Pemerintah Ukraina Sebut Warganya yang Bisa Menjarah Tank dan Kendaraan Tempur Rusia Tak Dikenai Pajak Kendaraan

Otomotif | Jum'at, 04 Maret 2022 | 14:02 WIB

Jepang dan AS Kewalahan, Lepas Cadangan Minyak Gegara Konflik Rusia - Ukraina

Jepang dan AS Kewalahan, Lepas Cadangan Minyak Gegara Konflik Rusia - Ukraina

Bisnis | Jum'at, 04 Maret 2022 | 13:53 WIB

Terdampak Invasi Rusia, Warga Ukraina Diberi Brasil Visa Sementara dan Izin Tinggal

Terdampak Invasi Rusia, Warga Ukraina Diberi Brasil Visa Sementara dan Izin Tinggal

Jogja | Jum'at, 04 Maret 2022 | 13:20 WIB

Kemenlu RI Evakuasi  80 WNI dari Ukraina dengan Pesawat Garuda

Kemenlu RI Evakuasi 80 WNI dari Ukraina dengan Pesawat Garuda

Batam | Jum'at, 04 Maret 2022 | 14:00 WIB

Setelah Diblokir dari YouTube, Media Milik Pemerintah Rusia Tayang di Media Sosial Buatan Trump

Setelah Diblokir dari YouTube, Media Milik Pemerintah Rusia Tayang di Media Sosial Buatan Trump

Surakarta | Jum'at, 04 Maret 2022 | 12:38 WIB

Terkini

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Pemerintah Akan Larang Alih Fungsi Sawah, Sedang Siapkan Sanksi

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:11 WIB

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Mentan Optimistis Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino Godzilla

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Beredar Info Harga Pertamax Tembus Rp17.850 per Liter 1 April, Pertamina: Belum Pasti

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 20:28 WIB

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Dari Limbah Jadi Energi, Biomassa Sawit RI Kuasai Pasar Jepang

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:29 WIB

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Aset Kripto Jadi Pelarian Saat Saham Loyo, Tapi Tetap Berisiko

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:20 WIB

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Negara-negara Asing Mulai Antre Beli Pupuk dari Indonesia

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:16 WIB

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Wacana Kemasan Polos Disorot, Rokok Ilegal Diprediksi Melonjak Tajam

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:09 WIB

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

RI Dapat Berkah dari Perang AS dan Iran, Bisa Jadi Raja Eksportir Pupuk Urea

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 19:04 WIB

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Pegadaian Tembus Pasar Global, Ekspansi ke Timor Leste di Usia 125 Tahun

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:59 WIB

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina

Bisnis | Senin, 30 Maret 2026 | 18:58 WIB