Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.645.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.460

Harga Batu Bara Diprediksi Menguat Meski Terpuruk Gegara Konflik Rusia - Ukraina

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 13 Maret 2022 | 13:38 WIB
Harga Batu Bara Diprediksi Menguat Meski Terpuruk Gegara Konflik Rusia - Ukraina
Sebuah gedung tampak hancur usai dihantam roket yang dilepaskan tentara Rusia di wilayah timur Ukraina, Kamis (24/2/2022). (Foto: AFP)

Suara.com - Harga batu bara termal acuan global Newcastle menurun cukup signifikan pada penutupan perdagangan pekan ini. Sebagaimana disampaikan Refinitiv, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) ditutup pada 361,65/ton, turun 1,7% dibandingkan sehari sebelumnya.

Meski diprediksi terus turun, harga Batu bara diprediksi akan kembali menguat akibat konflik Rusia - Ukraina. Pasalnya, pecahan Uni Soviet itu adalah pemasok batu bara termal terbesar di Uni Eropa.

Data dari Badan Energi Dunia (IEA) pada tahun 2020 menyebutkan, Rusia merupakan negara eksportir terbesar ketigas setelah Indonesia dan Australia.

Hal ini membuat negara yang dipimpin Vladimir Putin itu bisa membuat negara di Eropa bahkan dunia kesulitan memenuhi kebutuhan energi mereka jika memutuskan untuk memblokir ekspor mereka.

Hal ini juga didukung dengan bencana alam banjir yang terjadi di pertambangan batu bara di wilayah lembah Hunter utama di New South Wales (NSW) sehingga pasokan batu bara mungkin tersendat.

Beberapa pekan lalu, Ukraina meminta bantuan Eropa terkait pasokan darurat energi lantaran serangan Rusia dan Ukraina sendiri memutus pasokan energi dari Rusia dan sekutunya Belarusia.

CEO DTEK, perusahaan energi swasta terbesar di Ukraina, Maxim Timchenko menuturkan, pasokan yang diperkirakan mungkin membantu Ukraina adalah 2.000 megawatt (MW)/hari dari Slovakia, Hungaria, dan Rumania.

Pasokan tersebut diperkirakan setara dengan 15% konsumsi harian Ukraina saat ini. Sementara, dari dalam negeri akan memenuhi sisanya.

Saat ini sejumlah wilayah di Ukraina sudah tidak memiliki pasokan listrik dan berbagai kebutuhan yang mulai menipis.

Sementara, Maxim Timchenko juga menyebut, Ukraina membutuhkan batu bara bersubsidi dengan alasan tidak akan mampu membayar harga pasar yang tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagaimana Cara Rusia Merekrut Tentara Bayaran untuk Bertempur dalam Invasi?

Bagaimana Cara Rusia Merekrut Tentara Bayaran untuk Bertempur dalam Invasi?

News | Minggu, 13 Maret 2022 | 13:34 WIB

Niantic Matikan Game Pokemon Go di Rusia dan Belarusia

Niantic Matikan Game Pokemon Go di Rusia dan Belarusia

Tekno | Minggu, 13 Maret 2022 | 13:26 WIB

Sepekan Bersama Pasukan Ukraina yang Mencoba Menahan Laju Tentara Rusia

Sepekan Bersama Pasukan Ukraina yang Mencoba Menahan Laju Tentara Rusia

News | Minggu, 13 Maret 2022 | 13:13 WIB

Ukraina Tuding Pasukan Rusia Serang Kendaraan Pengungsi hingga Tewaskan 7 Orang

Ukraina Tuding Pasukan Rusia Serang Kendaraan Pengungsi hingga Tewaskan 7 Orang

Sumut | Minggu, 13 Maret 2022 | 13:13 WIB

Tether, Coinbas dan Kraken Tolak Permintaan Ukraina untuk Blokir Rusia

Tether, Coinbas dan Kraken Tolak Permintaan Ukraina untuk Blokir Rusia

Bisnis | Minggu, 13 Maret 2022 | 13:02 WIB

Warga Inggris Bakal Dapat Tunjangan Rp 6,53 Juta Per Bulan Jika Mau Tampung Pengungsi Ukraina

Warga Inggris Bakal Dapat Tunjangan Rp 6,53 Juta Per Bulan Jika Mau Tampung Pengungsi Ukraina

News | Minggu, 13 Maret 2022 | 12:28 WIB

Terkini

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Serbu Promo Superindo Weekend, Ada Beli 1 Gratis 1 Minyak Goreng sampai Produk Bayi

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:43 WIB

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Harga Minyak Terus Naik, DEN: Pembatasan BBM Akan Berdasarkan CC dan Jenis Kendaraan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 19:27 WIB

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Pasar Properti Ditopang Rumah Kecil dan Menengah

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 18:40 WIB

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Dari Piutang hingga Tata Kelola, Ini PR Besar Perusahaan Sebelum IPO

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:55 WIB

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Tarif Listrik Tak Naik sejak 2022, Kok Tagihan Bisa Membengkak?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:50 WIB

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB