Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.565.000
Beli Rp2.437.000
IHSG 6.039,521
LQ45 598,887
Srikehati 293,773
JII 363,965
USD/IDR 18.094

Presiden Zelensky Ingin Ukraina Jadi 'Israel Besar', Warga Sipil Dipersenjatai

M Nurhadi

Kamis, 07 April 2022 | 14:48 WIB
Presiden Zelensky Ingin Ukraina Jadi 'Israel Besar', Warga Sipil Dipersenjatai
Foto Volodymyr Zelensky (twitter.com/ZelenskyyUa)

Suara.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara berani menyampaikan pandangannya dan cita-citanya, agar suatu saat nanti ukraina bisa menjadi Israel.

"Saya ingin negara saya menjadi 'Israel besar' dengan wajahnya sendiri setelah invasi Rusia berakhir," ujarnya pada Kamis (7/4/2022), dikutip dari The Jerusalem Post.

Menurut dia, hal ini karena ia meyakini Ukraina tidak akan mampi menjadi negara demokrasi besar seperti negara-negara Eropa dalam jangka waktu 10 tahun mendatang.

Dengan demikian, ia memiliki gambaran, Ukraina di masa depan akan mempersenjatai warga sipil, pemukim, dan tentara guna memperkuat militer mereka.

"Saya pikir semua orang kita akan menjadi tentara besar kita. Kita tidak bisa berbicara tentang 'Swiss masa depan' - mungkin, negara kita akan bisa seperti ini lama setelahnya. Tapi kita pasti akan menjadi 'Israel besar' dengan model kita sendiri" kata Zelensky.

“Kita tidak heran kalau nanti ada perwakilan TNI atau Garda Nasional di semua institusi, supermarket, bioskop, akan ada orang yang bersenjata. Saya yakin masalah keamanan kita akan menjadi nomor satu dalam sepuluh tahun ke depan," ujarnya lagi.

Presiden yang mengakui dirinya Yahudi itu memang cukup dekat dengan pemerintah Israel pimpinan Perdana Menteri (PM) Naftali Bennett. Namun, hingga kini Israel masih belum menyampaikan protes mereka terhadap Rusia.

Sementara, Zelensky juga menuturkan, Ukraina tetap menolak tuntutan Rusia untuk melakukan de-militerisasi. Bahkan, ia justru menekankan bahwa negaranya harus memiliki tentara untuk membela rakyatnya dari Rusia di masa depan.

Selain itu, ia juga mengklaim adanya 'jaminan keamanan' dari sejumlah negara kepada Ukraina. Salah satunya Israel.

baca juga

"Semua ini sedang dibahas di tingkat penasihat dan pemimpin dengan Prancis, Amerika Serikat, Turki, Inggris, Polandia, Italia, Israel, dan ada banyak teman yang ingin bergabung," kata Zelensky. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ukraina Klaim 5.000 Orang Tewas Di Kota Mariupol Yang Terkepung

Ukraina Klaim 5.000 Orang Tewas Di Kota Mariupol Yang Terkepung

News | Kamis, 07 April 2022 | 14:38 WIB

Bucha: Biden Desak Putin Diadili Atas Kejahatan Perang

Bucha: Biden Desak Putin Diadili Atas Kejahatan Perang

News | Kamis, 07 April 2022 | 14:06 WIB

Waspada Rusia, Negara-negara Sekutu Borong Pesawat Siluman dan Tank Abrams dari AS

Waspada Rusia, Negara-negara Sekutu Borong Pesawat Siluman dan Tank Abrams dari AS

Bisnis | Kamis, 07 April 2022 | 14:02 WIB

Rusia soal Bucha: Tak Seorang Pun Warga Sipil Ukraina Mengalami Kekerasan

Rusia soal Bucha: Tak Seorang Pun Warga Sipil Ukraina Mengalami Kekerasan

News | Kamis, 07 April 2022 | 13:49 WIB

Ngerinya Pembunuhan Massal Di Bucha Ukraina, Kaki Diikat Dan Kepala Ditembak

Ngerinya Pembunuhan Massal Di Bucha Ukraina, Kaki Diikat Dan Kepala Ditembak

News | Kamis, 07 April 2022 | 13:10 WIB

Pasca Pasukan Rusia Mundur dari Kyiv: Jalan Dipenuhi Rongsokan Alat Perang dan Jenazah Korban Sipil

Pasca Pasukan Rusia Mundur dari Kyiv: Jalan Dipenuhi Rongsokan Alat Perang dan Jenazah Korban Sipil

Video | Kamis, 07 April 2022 | 12:00 WIB

Terkini

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik

Your Say | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:45 WIB

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking

Tekno | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:43 WIB

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:42 WIB

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:40 WIB

Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik

Bedak atau Blush On Dulu? Panduan Terbaik untuk Makeup Flawless dan Cantik

Lifestyle | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:40 WIB

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Sering Terpapar Berita Krisis Iklim, Bisakah Picu Gangguan Kesehatan Mental?

Health | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:39 WIB

Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur

Resmi Terbitkan 3 Sprindik, Kejagung Jamin Status Tersangka Febrie Adriansyah Tak Gugur

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:37 WIB

IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen

IHSG Masih di Level 6.000, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen

Bisnis | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:32 WIB

Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan

Kuasa Hukum Sebut Kematian Santri di Lombok Murni Kecelakaan, Bantah Ada Unsur Kesengajaan

News | Rabu, 15 Juli 2026 | 17:29 WIB

×