Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Presiden Zelensky Ingin Ukraina Jadi 'Israel Besar', Warga Sipil Dipersenjatai

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 07 April 2022 | 14:48 WIB
Presiden Zelensky Ingin Ukraina Jadi 'Israel Besar', Warga Sipil Dipersenjatai
Foto Volodymyr Zelensky (twitter.com/ZelenskyyUa)

Suara.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara berani menyampaikan pandangannya dan cita-citanya, agar suatu saat nanti ukraina bisa menjadi Israel.

"Saya ingin negara saya menjadi 'Israel besar' dengan wajahnya sendiri setelah invasi Rusia berakhir," ujarnya pada Kamis (7/4/2022), dikutip dari The Jerusalem Post.

Menurut dia, hal ini karena ia meyakini Ukraina tidak akan mampi menjadi negara demokrasi besar seperti negara-negara Eropa dalam jangka waktu 10 tahun mendatang.

Dengan demikian, ia memiliki gambaran, Ukraina di masa depan akan mempersenjatai warga sipil, pemukim, dan tentara guna memperkuat militer mereka.

"Saya pikir semua orang kita akan menjadi tentara besar kita. Kita tidak bisa berbicara tentang 'Swiss masa depan' - mungkin, negara kita akan bisa seperti ini lama setelahnya. Tapi kita pasti akan menjadi 'Israel besar' dengan model kita sendiri" kata Zelensky.

“Kita tidak heran kalau nanti ada perwakilan TNI atau Garda Nasional di semua institusi, supermarket, bioskop, akan ada orang yang bersenjata. Saya yakin masalah keamanan kita akan menjadi nomor satu dalam sepuluh tahun ke depan," ujarnya lagi.

Presiden yang mengakui dirinya Yahudi itu memang cukup dekat dengan pemerintah Israel pimpinan Perdana Menteri (PM) Naftali Bennett. Namun, hingga kini Israel masih belum menyampaikan protes mereka terhadap Rusia.

Sementara, Zelensky juga menuturkan, Ukraina tetap menolak tuntutan Rusia untuk melakukan de-militerisasi. Bahkan, ia justru menekankan bahwa negaranya harus memiliki tentara untuk membela rakyatnya dari Rusia di masa depan.

Selain itu, ia juga mengklaim adanya 'jaminan keamanan' dari sejumlah negara kepada Ukraina. Salah satunya Israel.

"Semua ini sedang dibahas di tingkat penasihat dan pemimpin dengan Prancis, Amerika Serikat, Turki, Inggris, Polandia, Italia, Israel, dan ada banyak teman yang ingin bergabung," kata Zelensky. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ukraina Klaim 5.000 Orang Tewas Di Kota Mariupol Yang Terkepung

Ukraina Klaim 5.000 Orang Tewas Di Kota Mariupol Yang Terkepung

News | Kamis, 07 April 2022 | 14:38 WIB

Bucha: Biden Desak Putin Diadili Atas Kejahatan Perang

Bucha: Biden Desak Putin Diadili Atas Kejahatan Perang

News | Kamis, 07 April 2022 | 14:06 WIB

Waspada Rusia, Negara-negara Sekutu Borong Pesawat Siluman dan Tank Abrams dari AS

Waspada Rusia, Negara-negara Sekutu Borong Pesawat Siluman dan Tank Abrams dari AS

Bisnis | Kamis, 07 April 2022 | 14:02 WIB

Rusia soal Bucha: Tak Seorang Pun Warga Sipil Ukraina Mengalami Kekerasan

Rusia soal Bucha: Tak Seorang Pun Warga Sipil Ukraina Mengalami Kekerasan

News | Kamis, 07 April 2022 | 13:49 WIB

Ngerinya Pembunuhan Massal Di Bucha Ukraina, Kaki Diikat Dan Kepala Ditembak

Ngerinya Pembunuhan Massal Di Bucha Ukraina, Kaki Diikat Dan Kepala Ditembak

News | Kamis, 07 April 2022 | 13:10 WIB

Pasca Pasukan Rusia Mundur dari Kyiv: Jalan Dipenuhi Rongsokan Alat Perang dan Jenazah Korban Sipil

Pasca Pasukan Rusia Mundur dari Kyiv: Jalan Dipenuhi Rongsokan Alat Perang dan Jenazah Korban Sipil

Video | Kamis, 07 April 2022 | 12:00 WIB

Terkini

Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini

Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:30 WIB

Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian

Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:23 WIB

Fakta-fakta Buyback ASLC, Harga Sahamnya Masih Tertahan di Level Rp70

Fakta-fakta Buyback ASLC, Harga Sahamnya Masih Tertahan di Level Rp70

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:15 WIB

BEI Cabut Suspensi Saham MSIN dan ASPR, Cek Jadwal Perdagangannya!

BEI Cabut Suspensi Saham MSIN dan ASPR, Cek Jadwal Perdagangannya!

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:12 WIB

Bank Indonesia Sebut Ekonomi Indonesia Dipandang Positif Investor Global, Apa Buktinya?

Bank Indonesia Sebut Ekonomi Indonesia Dipandang Positif Investor Global, Apa Buktinya?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:47 WIB

Bahlil Diminta Kaji Wacana Penghentian Restitusi Pajak Sektor Tambang

Bahlil Diminta Kaji Wacana Penghentian Restitusi Pajak Sektor Tambang

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:43 WIB

Putusan KPPU Soal Pindar Tuai Polemik, Investor Fintech Disebut Bisa Hengkang

Putusan KPPU Soal Pindar Tuai Polemik, Investor Fintech Disebut Bisa Hengkang

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:39 WIB

Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik

Investor Masa Bodoh dengan Perang, Wall Street Terus Meluncur Naik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:16 WIB

Transformasi SDM, Layanan Logistik RI Mulai Berstandar Global

Transformasi SDM, Layanan Logistik RI Mulai Berstandar Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:04 WIB

Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan

Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan

Bisnis | Selasa, 14 April 2026 | 23:25 WIB