Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Usai Rilis The Fed, Harga Emas Dunia Naik karena Pelemahan Dolar AS

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Kamis, 05 Mei 2022 | 13:37 WIB
Usai Rilis The Fed, Harga Emas Dunia Naik karena Pelemahan Dolar AS
Ilustrasi emas batang dan uang Dolar AS [Shutterstock]

Suara.com - Harga emas dunia menguat pada perdagangan Rabu, karena dolar dan imbal hasil US Treasury tergelincir setelah Chairman Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell, menyusul kenaikan suku bunga yang diperkirakan pasar, menandai risiko terhadap ekonomi dari melonjaknya inflasi.

Mengutip CNBC, Kamis (4/5/2022) harga emas di pasar spot meningkat 0,8 persen menjadi USD1.883,41 per ounce, memperpanjang penguatan yang dibuat segera setelah pengumuman kenaikan suku bunga, melonjak sebanyaknya 1,2 persen.

Sementara, emas berjangka Amerika Serikat ditutup turun 0,1 persen menjadi USD1.868,8 per ounce.

Indeks Dolar (Indeks DXY) jatuh ke sesi terendahnya setelah Powell mengatakan inflasi terlalu tinggi, membuat emas lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Imbal hasil US Treasury 10-tahun juga bergerak lebih rendah.

"Pasar memperkirakan pertemuan FOMC Mei memiliki kemiringan  hawkish  tetapi pasar emas memandang kenaikan 50bps yang diantisipasi secara luas sebagai relatif  dovish  terhadap ketakutan  hawkish,"  kata Suki Cooper, analis Standard Chartered.

"Kami mempertahankan pandangan bahwa emas akan kembali mengambil isyarat dari imbal hasil riil saat tahun dibuka menekan harga lebih rendah pada semester kedua, tetapi kekhawatiran seputar inflasi, risiko geopolitik, dan pertumbuhan yang lebih lambat membuat harga emas rentan terhadap risiko  upside  dalam jangka pendek." Tambahnya.

Dalam keputusan kebijakan yang dirilis sebelum pidato Powell, The Fed menaikkan suku bunga acuan setengah poin persentase, lompatan terbesar dalam 22 tahun, dan mengatakan akan mulai memangkas kepemilikan obligasi bulan depan sebagai langkah lebih lanjut dalam pertempuran untuk menurunkan inflasi.

Kendati emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi, suku bunga AS dan imbal hasil obligasi yang lebih rendah mengurangi opportunity cost  memegang logam kuning dengan imbal hasil nol.

Di tempat lainnya, perak melesat 1,2 persen menjadi USD22,82 per ounce, platinum melambung 3 persen menjadi USD990,76 dan paladium stabil di USD2,255,31.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Dunia Merosot ke Level Terendahnya, Dolar AS Jadi Biang Keroknya

Harga Emas Dunia Merosot ke Level Terendahnya, Dolar AS Jadi Biang Keroknya

Bisnis | Kamis, 28 April 2022 | 08:51 WIB

Ledakan Inflasi Jadi Penyulut Harga Emas Dunia Rebound

Ledakan Inflasi Jadi Penyulut Harga Emas Dunia Rebound

Bisnis | Rabu, 27 April 2022 | 08:48 WIB

The Fed Bakal Lebih Agresif Kerek Suku Bunga, Harga Emas Dunia Langsung Merosot

The Fed Bakal Lebih Agresif Kerek Suku Bunga, Harga Emas Dunia Langsung Merosot

Bisnis | Jum'at, 22 April 2022 | 08:45 WIB

Terkini

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:07 WIB

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:03 WIB

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:52 WIB

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB