facebook

Bawa 222 Penumpang, Lion Air Rute Surabaya-Makassar Terkena Bird Strike

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi
Bawa 222 Penumpang, Lion Air Rute Surabaya-Makassar Terkena Bird Strike
Ilustrasi pesawat Lion Air. (Dok Lion Air)

Maskapai Lion Air menginformasikan pesawat penerbangan dengan nomor JT800 rute Surabaya-Makassar mengalami serangan burung atau Bird Strike.

Suara.com - Maskapai Lion Air menginformasikan pesawat penerbangan dengan nomor JT800 rute Surabaya-Makassar mengalami serangan burung atau Bird Strike pada Rabu (18/5). Sehingga, pesawat tersebut kembali ke Bandara asal yaitu Bandara Juanda, Surabaya untuk penanganan lebih lanjut.

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, sejatinya Lion Air penerbangan JT-800 dijadwalkan lepas landas pukul 16.20 WIB dengan membawa tujuh kru dan 222 penumpang.

Namun, Fase mengudara (take off) berjalan normal. Berkisar 15 menit, ada indikator di kokpit yang menunjukan indikasi tidak sesuai dengan yang semestinya, sehingga perlu dilakukan pengecekan kembali.

Pilot pun, memutuskan kembali ke Bandar Udara Internasional Juanda (return to base/ RTB).

Baca Juga: Lion Air Group Suarakan Kampanye Keselamatan Penerbangan Bertajuk Safety Campaign for Fly Confidently

"Hasil pengecekan, pesawat bagian depan sebelah kanan mengalami bird strike. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan mendetail," ujar Danang dalam keterangan di Jakarta, Kamis (19/5/2022).

Dia melanjutkan, Insiden bird strike akan terus dipelajari dalam operasional penerbangan, dinilai sangat perlu dikembangkan untuk mengantisipasi gangguan burung di sekitar wilayah penerbangan.

Dalam hal ini, kata Danang, Lion Air telah menginformasikan dampak yang timbul kepada seluruh penumpang.

Lion Air mempersiapkan penerbangan JT-800 dengan pesawat pengganti yaitu Boeing 737-900ER registrasi PK-LGQ.

"Pesawat berangkat pukul 20.13 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 22.19 WITA," pungkas dia.

Baca Juga: Malindo Berubah Menjadi Batik Air di Malaysia

Komentar