Desa Rowo Bayu: Diduga jadi Lokasi Tragedi KKN Desa Penari, Terhubung dengan Kerajaan Blambangan

M Nurhadi

Kamis, 19 Mei 2022 | 15:44 WIB
Desa Rowo Bayu: Diduga jadi Lokasi Tragedi KKN Desa Penari, Terhubung dengan Kerajaan Blambangan
Rowo Bayu di Banyuwangi. (Instagram/@banyuwangidestination)

Suara.com - Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagramnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan ingin mengunjungi Desa Rowo Bayu yang Diduga Jadi Lokasi KKN Desa Penari.

Desa tersebut berada di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Erick mengatakan dengan kisah yang diangkat ke layar lebar dan menjadi film horor terlaris nasional. 

Tak tanggung-tanggung, Erick menghadirkan Pengelola Rowo Bayu, Sudirman, sebagai narasumber dalam video tersebut. Sudirman membenarkan bahwa KKN di Desa Penari merupakan kisah nyata.

Dia mengatakan kejadian KKN yang menelan korban jiwa itu terjadi pada 2008 silam. Lalu bagaimana profil Desa Rowo Bayu? 

Desa Rowo Bayu mulai terkenal setelah enam mahasiswa dari sebuah kampus di Surabaya melakukan KKN. Dua mahasiswa diantaranya terlibat cinta lokasi.

Menurut keterangan Sudirman, saat kedua mahasiswa tersebut menjelajahi Desa Rowo Bayu mereka justru tersesat ke bagian utara desa.

Di sana, keduanya ketemu dengan seseorang yang mengajaknya mampir, lalu dijamu dan diberi oleh-oleh makanan yang dibungkus dengan kertas koran.

Desa yang didatangi oleh kedua mahasiswa tersebut adalah desa lelembut yang bernama Desa Penari. Sudirman juga menjelaskan bahwa kedua mahasiswa yang berkunjung ke Desa Penari meninggal dunia. 

Sejarah Rowo Bayu Banyuwangi berkaitan dengan sejarah Prabu Tawang Alun, Raja Kerajaan Blambangan. Dirangkum dari laman Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, pada tahun 1767 ketika ekspedisi militer VOC datang ke Blambangan untuk membantu kerajaan ini melepaskan diri dari pengaruh kerajaan-kerajaan di Bali.

baca juga

Hanya dalam waktu satu bulan, pasukan VOC mengalahkan pasukan Bali pada Februari 1867. Namun, ketenangan rakyat terusik empat bulan kemudian setelah Wong Agung Wilis, yaitu saudara tiri Pangeran Adipati Danuningrat (1736-1764), melakukan pemberontakan.

Singkat cerita, kematian pimpinan VOC, Vaandrig Schaar dan Cornet Tinne dalam pertempuran itu membuat Belanda marah. Setahun kemudian, VOC mendatangkan ribuan prajurit tambahan dari Madura, Surabaya, dan juga Besuki.

VOC lalu mendirikan benteng di Desa Bayu dan membakar lumbung-lumbung padi milik pasukan Jagapati, hingga menimbulkan kelaparan. Dalam kondisi kesulitan inilah pasukan Jagapati diserang habis-habisan oleh para tentara Belanda.

Pertempuran di Desa Bayu ini dikenal dengan Puputan Bayu atau perang habis-habisan dalam istilah Bali. Kekalahan pasukan Jagapati membuat populasi rakyat Blambangan menyusut drastis dari 80.000 jiwa menjadi 8.000 jiwa saja.

Menurut sejarawan Universitas Gajah Mada, Sri Margana, Puputan Bayu pada 11 Oktober 1772 ini dikenal sebagai salah satu perang yang paling sadis yang terjadi di Indonesia. Pasukan VOC memenggal kepala pasukan Jagapati, lalu menggantung di pepohonan di sekitar Rawa Bayu.

Kemudian, untuk mengenang peperangan ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membangun monumen Puputan Bayu di pintu masuk Desa Bayu. Monumen ini hanya berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi Puputan Bayu.

Lokasi pertempuran yang dikenal dengan nama Rowo Bayu ini menjadi tujuan wisata alam karena pemandangan yang menarik dan suasananya yang tenang dan damai.

Para pemeluk Hindu di Banyuwangi dan Bali menjadikan Rowo Bayu sebagai tempat bersuci maupun semedi dan sembahyang. 

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Seseram yang Dibayangkan, Ternyata Lokasi Syuting Film KKN Di Desa Penari Adalah Tempat yang Indah

Tak Seseram yang Dibayangkan, Ternyata Lokasi Syuting Film KKN Di Desa Penari Adalah Tempat yang Indah

Batam | Kamis, 19 Mei 2022 | 13:52 WIB

Plunyon Kalikuning, Info Lengkap Tempat Wisata yang Jadi Lokasi Syuting KKN Desa Penari

Plunyon Kalikuning, Info Lengkap Tempat Wisata yang Jadi Lokasi Syuting KKN Desa Penari

Lifestyle | Kamis, 19 Mei 2022 | 13:14 WIB

Siapa Simple Man, Penulis Utas KKN di Desa Penari?

Siapa Simple Man, Penulis Utas KKN di Desa Penari?

Your Say | Kamis, 19 Mei 2022 | 13:10 WIB

Siapa Simple Man Penulis KKN di Desa Penari? Sempat Takut Ceritanya Viral

Siapa Simple Man Penulis KKN di Desa Penari? Sempat Takut Ceritanya Viral

Entertainment | Kamis, 19 Mei 2022 | 13:08 WIB

Batu Kapal Bantul Jadi Lokasi Syuting KKN Desa Penari, Begini Rute Lokasi, Tiket Masuk, dan Keunikannya

Batu Kapal Bantul Jadi Lokasi Syuting KKN Desa Penari, Begini Rute Lokasi, Tiket Masuk, dan Keunikannya

Lifestyle | Kamis, 19 Mei 2022 | 12:04 WIB

Rowo Bayu Banyuwangi, Tempat Wisata yang Diyakini Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Rowo Bayu Banyuwangi, Tempat Wisata yang Diyakini Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Lifestyle | Kamis, 19 Mei 2022 | 11:54 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×