facebook

Menkeu Sri Mulyani Buktikan Ekonomi Indonesia Makin Pulih, Ini Datanya

Chandra Iswinarno | Mohammad Fadil Djailani
Menkeu Sri Mulyani Buktikan Ekonomi Indonesia Makin Pulih, Ini Datanya
Menkeu Sri Mulyani dalam konfrensi pers APBN Kita, Senin (23/9/2021). [Tangkapan layar]

Menkeu Sri Mulyani Indrawati membeberkan data soal makin pulihnya kondisi Perekonomian Indonesia usai dihantam Pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir.

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membeberkan data soal makin pulihnya kondisi Perekonomian Indonesia usai dihantam Pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir.

Sri Mulyani mengatakan, salah satu indikator ekonomi yang makin pulih yakni soal pendapatan negara.

Ia mengemukakan, hingga April 2022 pendapatan negara mengalami pertumbuhan hingga 45,9 persen menanjak dari posisi akhir Maret 2022 yang tumbuh 32,1 persen. Secara nominal, angkanya yang senilai Rp853,6 triliun utamanya ditopang oleh penerimaan perpajakan.

Sementara penerimaan perpajakan hingga April 2022 tercatat senilai Rp676,1 triliun, terdiri atas penerimaan pajak Rp567,7 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp108,4 triliun. Adapun dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP), realisasinya Rp177,4 triliun.

Baca Juga: Tiga Ancaman Ekonomi Ini Bikin Menkeu Sri Mulyani Ketar-ketir

"Pajak tumbuh kuat sampai akhir April. Realisasi penerimaan pajak adalah Rp567,69 triliun, atau 48,8 persen dari target APBN. Tumbuh 51,49 persen dari tahun lalu," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita pada Senin (23/5/2022).

Sri Mulyani juga mengatakan, pertumbuhan penerimaan yang sangat tinggi pada bulan April 2022 ini terutama didukung oleh penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Badan Tahunan, sejalan dengan jatuh tempo penyampaian surat pemberitahuan tahunan (SPT) PPh Badan.

Selain itu, ini juga didorong oleh transaksi ekonomi yang meningkat menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri serta pergeseran pembayaran PPh 21 atas Tunjangan Hari Raya (THR) ke bulan April 2022.

Komentar