Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Biaya Hidup Melejit, Jepang Dikejutkan Harga Makanan Ringan Melonjak 20%

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 14 Juni 2022 | 18:33 WIB
Biaya Hidup Melejit, Jepang Dikejutkan Harga Makanan Ringan Melonjak 20%
BBC

Suara.com - Sebagai anak yang besar di Jepang, harga beberapa barang sangat jarang mengalami kenaikan.

Harga makan siang favorit saya sekitar 500 yen, atau setara Rp54.255, dan terus seperti itu sampai 2021. Hal serupa terjadi pada harga sepatu atau pakaian, hanya sedikit berubah.

Saya diajari untuk menabung, menabung dan menabung, dan berulang kali diperingatkan bahwa nilai rumah kami telah anjlok pada 1990-an, ketika pasar properti kolaps.

Kerugian finansial yang menyakitkan ini membuat orang tua saya, dan yang senasib dengan mereka, tak mampu lagi menjual rumah mereka, atau memperbaikinya.

Tapi ketika harga kebutuhan harian tak naik, orang-orang tidak secara aktif membelanjakan uang mereka.

Baca juga:

Perusahaan, sebagai gantinya, meresponsnya dengan tidak menaikkan gaji, yang kemudian justru menurunkan permintaan konsumen dan harga barang lebih jauh lagi.

Ketika kita tak dapat kenaikan gaji, kita pun tidak terburu-buru untuk berbelanja terlalu sering.

Secara keseluruhan, hal-hal ini memperlambat pertumbuhan ekonomi negara - lingkaran setan yang telah menjebak Jepang selama beberapa dekade.

Sementara banyak bagian Asia berkembang menjadi lebih makmur, kekayaan Jepang mengalami stagnasi.

Produk domestik bruto per kapita Jepang - pendapatan ekonomi per orang di negara itu - tetap berada di level yang sama sejak 1990-an.

Pada tahun 2010, China telah mengambil alih sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia.

Selama beberapa dekade, dengan sedikit keberhasilan, bank sentral negara itu telah berupaya untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi dengan membuat warga Jepang "belanja lebih banyak, investasi lebih banyak, upah lebih banyak dan harga barang naik secara bersamaan", jelas Nobuko Kobayashi, konsultan dari EY-Parthenon.

Pada April silam, patokan harga konsumen naik 2,1%, cukup untuk membuat inflasi tahun ini diharapkan akhirnya mencapai target 2% yang ditetapkan bank sentral, setelah tiga dekade terakhir tak ada kenaikan sama sekali.

Akan tetapi, lonjakan harga itu tak ada hubungannya dengan kebijakan ekonomi dalam negeri.

Kenaikan harga sebagian besar didorong oleh biaya impor yang lebih tinggi, kenaikan harga bahan baku dan energi secara global - disebabkan oleh pandemi dan perang di Ukraina.

Kobayashi bahkan memperingatkan kenaikan harga itu bisa menandai "awal dari inflasi yang buruk, karena upah belum naik".

Faktanya, gaji rata-rata hampir tidak mengalami kenaikan selama lebih dari tiga dekade, jadi segalanya akan semakin menyakitkan bagi pembeli.

Sementara pada era pasca-Covid ada banyak negara yang berjuang melawan kenaikan harga dan biaya hidup yang lebih tinggi, hal itu menjadi kejutan besar bagi Jepang, di mana orang telah terbiasa dengan harga stabil selama beberapa dekade.

Ketika harga camilan sehari-hari Jepang - umaibo - yang selalu dihargai 10 yen (Rp1.088) sejak mulai diproduksi 43 tahun lalu - naik sebesar 20%, hal itu memicu gelombang kejutan di seluruh negeri.

Dalam masyarakat yang terbiasa berbagi beban sosial, kenaikan harga menjadi suatu hal yang tabu bagi budaya mereka.

Baca juga:

Sedemikian tabunya hingga Yaokin, perusahaan yang membuat camilan populer itu, harus membuat iklan kampanye yang menjelaskan mengapa pihaknya harus menaikkan harga.

Tapi kenaikan harga itu memang tak bisa dihindari. Satu per satu, mulai dari mayones dan minuman kemasan, hingga bir, harganya kini jadi lebih mahal.

Menurut databank Teikoku, harga lebih dari 10.000 makanan akan naik - dengan rata-rata 13% kenaikan - tahun ini.

Dilema bank sentral

Dan oleh karenanya, Jepang menghadapi masalah yang sangat rumit: bank sentral di seluruh dunia telah merespons kenaikan harga dengan menaikkan suku bunganya secara bertahap untuk mengontrol inflasi.

Sementara bank sentral Jepang terus mempertahankan suku bunganya di titip terendah selama bertahun-tahun.

Selain kesenjangan suku bunga yang signifikan antara Jepang dan negara-negara lain, seperti AS, nilai tukar mata uang Jepang juga melemah tajam.

Nilai tukar yen terhadap dolar baru-baru ini merosot ke posisi terendah selama 20 tahun terakhir.

Baca juga:

Pelemahan yen berarti bahwa harga barang-barang impor - terutama minyak dan gas - lebih mahal lagi.

"Konsumen tak terbiasa dengan inflasi," kata Takeshi Niinami, bos Suntory Holdings, yang dikenal karena memproduksi whisky Jepang, seperti Yamazaki, Hibiki dan Hakushu, serta minuman non-alkohol seperti minuman mineral dan kopi.

Perusahaan itu baru-baru ini mengumumkan kenaikan harga sebagian besar produknya sejak Oktober silam, agar memberikan waktu untuk mendiskusikan kenaikan harga ini dengan distributornya.

Niinami menyebut ini sebagai krisis rantai pasokan global, yang disebabkan oleh pandemi dan karantina wilayah di China baru-baru ini.

"Secara keseluruhan sudah diterima. Tapi masih ada tantangan dari pengecer besar," katanya.

Salah satu alasan di balik upaya pemerintah Jepang mendorong inflasi adalah untuk mencoba mendorong upah lebih tinggi.

"Ada tekanan besar dari masyarakat dan pemerintah untuk menaikkan upah, tetapi kita perlu meningkatkan produktivitas," kata Niinami.

"Tetapi sulit untuk meningkatkan produktivitas secara tiba-tiba. Kami memiliki begitu banyak rekan dalam satu industri, jadi kami harus berkonsolidasi."

Niinami berkata Jepang juga perlu untuk berinvestasi di sektor baru, seperti inovasi ekonomi hijau atau layanan kesehatan untuk menstimulus ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja baru untuk menaikkan gaji rata-rata.

Dia juga berharap pemerintah akan melakukan lebih banyak hal untuk menarik investor asing.

Tapi itu semua perlu waku dan penciptaan lapangan kerja adalah satu dari sekian banyak isu yang dihadapi Jepang selama beberapa dekade.

Satu-satunya berkah dari nilai tukar yen yang melemah, dalam jangka pendek akan ada lebih banyak wisatawan internasional masuk ke Jepang untuk membelanjakan uangnya di negara itu, kendati perbatasan baru mulai dibuka kembali setelah Covid.

Laporan tambahan Angela Henshall

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Klarifikasi Ayu Aulia soal Rahim Diangkat, Bukan Cuma Karena Faktor Dihamili Bupati R

Klarifikasi Ayu Aulia soal Rahim Diangkat, Bukan Cuma Karena Faktor Dihamili Bupati R

Entertainment | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:47 WIB

Gagal Promosi Super League, Deltras FC Justru Hattrick Raih Lisensi AFC

Gagal Promosi Super League, Deltras FC Justru Hattrick Raih Lisensi AFC

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:26 WIB

3 Zodiak Beruntung Secara Finansial Minggu Depan 18-24 Mei 2026

3 Zodiak Beruntung Secara Finansial Minggu Depan 18-24 Mei 2026

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:30 WIB

Sonny Stevens Beri Sinyal Ingin Pensiun Bersama Dewa United

Sonny Stevens Beri Sinyal Ingin Pensiun Bersama Dewa United

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:04 WIB

Bukan LCGC! Hatchback 1.200cc DOHC Ini Tembus 21 Km/Liter, Bekasnya Cuma Rp 65 Jutaan

Bukan LCGC! Hatchback 1.200cc DOHC Ini Tembus 21 Km/Liter, Bekasnya Cuma Rp 65 Jutaan

Otomotif | Kamis, 14 Mei 2026 | 21:10 WIB

Deltras FC Kembali Kantongi Lisensi AFC, 3 Musim Beruntun Penuhi Standar Profesional

Deltras FC Kembali Kantongi Lisensi AFC, 3 Musim Beruntun Penuhi Standar Profesional

Bola | Kamis, 14 Mei 2026 | 20:59 WIB

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 22:00 WIB

Bibir Pecah-Pecah Saat Haji? Ini 5 Lip Balm Terbaik untuk Cuaca Ekstrem saat Ibadah Haji

Bibir Pecah-Pecah Saat Haji? Ini 5 Lip Balm Terbaik untuk Cuaca Ekstrem saat Ibadah Haji

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 20:32 WIB

Lebih Mahal Rp3 Juta, Honda Stylo 160 ABS Malah Kehilangan Satu Fitur Penting Milik CBS

Lebih Mahal Rp3 Juta, Honda Stylo 160 ABS Malah Kehilangan Satu Fitur Penting Milik CBS

Otomotif | Kamis, 14 Mei 2026 | 20:36 WIB

5 Zodiak yang Hubungan Asmaranya akan Membaik Pekan Depan

5 Zodiak yang Hubungan Asmaranya akan Membaik Pekan Depan

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2026 | 20:45 WIB

Terkini

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:34 WIB

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 18:24 WIB

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:30 WIB

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 17:09 WIB

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:58 WIB

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:48 WIB

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:47 WIB

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:31 WIB

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:22 WIB

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?

Bisnis | Kamis, 14 Mei 2026 | 15:17 WIB