Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

Biaya Hidup Melejit, Jepang Dikejutkan Harga Makanan Ringan Melonjak 20%

Siswanto, BBC

Selasa, 14 Juni 2022 | 18:33 WIB
Biaya Hidup Melejit, Jepang Dikejutkan Harga Makanan Ringan Melonjak 20%
BBC

Suara.com - Sebagai anak yang besar di Jepang, harga beberapa barang sangat jarang mengalami kenaikan.

Harga makan siang favorit saya sekitar 500 yen, atau setara Rp54.255, dan terus seperti itu sampai 2021. Hal serupa terjadi pada harga sepatu atau pakaian, hanya sedikit berubah.

Saya diajari untuk menabung, menabung dan menabung, dan berulang kali diperingatkan bahwa nilai rumah kami telah anjlok pada 1990-an, ketika pasar properti kolaps.

Kerugian finansial yang menyakitkan ini membuat orang tua saya, dan yang senasib dengan mereka, tak mampu lagi menjual rumah mereka, atau memperbaikinya.

Tapi ketika harga kebutuhan harian tak naik, orang-orang tidak secara aktif membelanjakan uang mereka.

Baca juga:

Perusahaan, sebagai gantinya, meresponsnya dengan tidak menaikkan gaji, yang kemudian justru menurunkan permintaan konsumen dan harga barang lebih jauh lagi.

Ketika kita tak dapat kenaikan gaji, kita pun tidak terburu-buru untuk berbelanja terlalu sering.

Secara keseluruhan, hal-hal ini memperlambat pertumbuhan ekonomi negara - lingkaran setan yang telah menjebak Jepang selama beberapa dekade.

baca juga

Sementara banyak bagian Asia berkembang menjadi lebih makmur, kekayaan Jepang mengalami stagnasi.

Produk domestik bruto per kapita Jepang - pendapatan ekonomi per orang di negara itu - tetap berada di level yang sama sejak 1990-an.

Pada tahun 2010, China telah mengambil alih sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia.

Selama beberapa dekade, dengan sedikit keberhasilan, bank sentral negara itu telah berupaya untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi dengan membuat warga Jepang "belanja lebih banyak, investasi lebih banyak, upah lebih banyak dan harga barang naik secara bersamaan", jelas Nobuko Kobayashi, konsultan dari EY-Parthenon.

Pada April silam, patokan harga konsumen naik 2,1%, cukup untuk membuat inflasi tahun ini diharapkan akhirnya mencapai target 2% yang ditetapkan bank sentral, setelah tiga dekade terakhir tak ada kenaikan sama sekali.

Akan tetapi, lonjakan harga itu tak ada hubungannya dengan kebijakan ekonomi dalam negeri.

Kenaikan harga sebagian besar didorong oleh biaya impor yang lebih tinggi, kenaikan harga bahan baku dan energi secara global - disebabkan oleh pandemi dan perang di Ukraina.

Kobayashi bahkan memperingatkan kenaikan harga itu bisa menandai "awal dari inflasi yang buruk, karena upah belum naik".

Faktanya, gaji rata-rata hampir tidak mengalami kenaikan selama lebih dari tiga dekade, jadi segalanya akan semakin menyakitkan bagi pembeli.

Sementara pada era pasca-Covid ada banyak negara yang berjuang melawan kenaikan harga dan biaya hidup yang lebih tinggi, hal itu menjadi kejutan besar bagi Jepang, di mana orang telah terbiasa dengan harga stabil selama beberapa dekade.

Ketika harga camilan sehari-hari Jepang - umaibo - yang selalu dihargai 10 yen (Rp1.088) sejak mulai diproduksi 43 tahun lalu - naik sebesar 20%, hal itu memicu gelombang kejutan di seluruh negeri.

Dalam masyarakat yang terbiasa berbagi beban sosial, kenaikan harga menjadi suatu hal yang tabu bagi budaya mereka.

Baca juga:

Sedemikian tabunya hingga Yaokin, perusahaan yang membuat camilan populer itu, harus membuat iklan kampanye yang menjelaskan mengapa pihaknya harus menaikkan harga.

Tapi kenaikan harga itu memang tak bisa dihindari. Satu per satu, mulai dari mayones dan minuman kemasan, hingga bir, harganya kini jadi lebih mahal.

Menurut databank Teikoku, harga lebih dari 10.000 makanan akan naik - dengan rata-rata 13% kenaikan - tahun ini.

Dilema bank sentral

Dan oleh karenanya, Jepang menghadapi masalah yang sangat rumit: bank sentral di seluruh dunia telah merespons kenaikan harga dengan menaikkan suku bunganya secara bertahap untuk mengontrol inflasi.

Sementara bank sentral Jepang terus mempertahankan suku bunganya di titip terendah selama bertahun-tahun.

Selain kesenjangan suku bunga yang signifikan antara Jepang dan negara-negara lain, seperti AS, nilai tukar mata uang Jepang juga melemah tajam.

Nilai tukar yen terhadap dolar baru-baru ini merosot ke posisi terendah selama 20 tahun terakhir.

Baca juga:

Pelemahan yen berarti bahwa harga barang-barang impor - terutama minyak dan gas - lebih mahal lagi.

"Konsumen tak terbiasa dengan inflasi," kata Takeshi Niinami, bos Suntory Holdings, yang dikenal karena memproduksi whisky Jepang, seperti Yamazaki, Hibiki dan Hakushu, serta minuman non-alkohol seperti minuman mineral dan kopi.

Perusahaan itu baru-baru ini mengumumkan kenaikan harga sebagian besar produknya sejak Oktober silam, agar memberikan waktu untuk mendiskusikan kenaikan harga ini dengan distributornya.

Niinami menyebut ini sebagai krisis rantai pasokan global, yang disebabkan oleh pandemi dan karantina wilayah di China baru-baru ini.

"Secara keseluruhan sudah diterima. Tapi masih ada tantangan dari pengecer besar," katanya.

Salah satu alasan di balik upaya pemerintah Jepang mendorong inflasi adalah untuk mencoba mendorong upah lebih tinggi.

"Ada tekanan besar dari masyarakat dan pemerintah untuk menaikkan upah, tetapi kita perlu meningkatkan produktivitas," kata Niinami.

"Tetapi sulit untuk meningkatkan produktivitas secara tiba-tiba. Kami memiliki begitu banyak rekan dalam satu industri, jadi kami harus berkonsolidasi."

Niinami berkata Jepang juga perlu untuk berinvestasi di sektor baru, seperti inovasi ekonomi hijau atau layanan kesehatan untuk menstimulus ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja baru untuk menaikkan gaji rata-rata.

Dia juga berharap pemerintah akan melakukan lebih banyak hal untuk menarik investor asing.

Tapi itu semua perlu waku dan penciptaan lapangan kerja adalah satu dari sekian banyak isu yang dihadapi Jepang selama beberapa dekade.

Satu-satunya berkah dari nilai tukar yen yang melemah, dalam jangka pendek akan ada lebih banyak wisatawan internasional masuk ke Jepang untuk membelanjakan uangnya di negara itu, kendati perbatasan baru mulai dibuka kembali setelah Covid.

Laporan tambahan Angela Henshall

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

Tak Mau Berpolitik Tanpa Data, Megawati Sebut Riset dan Sains Vital bagi Pergerakan Partai

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

Pinka Harprani Dilantik Megawati Pimpin Sayap Partai TMP, Bawa Misi Gaet Suara Anak Muda

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

Indonesia Dikelilingi Api: 107 Ribu Hektare Terbakar, Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:32 WIB

Terkini

Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan

Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:41 WIB

PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung

PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung

Sulsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Kisah di Balik Video Viral Kakek Roy Kebingungan di Halte Cawang Transjakarta

Kisah di Balik Video Viral Kakek Roy Kebingungan di Halte Cawang Transjakarta

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:37 WIB

4 Shio Beruntung Besok 15 Agustus 2026, Akhir Pekan Dipenuhi Energi Positif

4 Shio Beruntung Besok 15 Agustus 2026, Akhir Pekan Dipenuhi Energi Positif

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Bakal Ditinggal Orang Dekat: Saya Mencintai Dia

Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Bakal Ditinggal Orang Dekat: Saya Mencintai Dia

Bola | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Bansos, PKH, Hingga Subsidi KUR Masih Ada di 2027, Anggarannya Rp549,9 T

Bansos, PKH, Hingga Subsidi KUR Masih Ada di 2027, Anggarannya Rp549,9 T

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:33 WIB

Prabowo Ingin Bahasa Asing Sejak SD, DPR: Jangan Semua Wajib, Biarkan Siswa Memilih

Prabowo Ingin Bahasa Asing Sejak SD, DPR: Jangan Semua Wajib, Biarkan Siswa Memilih

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:33 WIB

Spektakuler! Mahasiswa Baru IPB University Torehkan Rekor MURI dengan 74 Formasi

Spektakuler! Mahasiswa Baru IPB University Torehkan Rekor MURI dengan 74 Formasi

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:29 WIB

Banyak Warga Israel Buka Bisnis di Bali? Ini Respons Gubernur Koster

Banyak Warga Israel Buka Bisnis di Bali? Ini Respons Gubernur Koster

Bali | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:29 WIB

21 Kantong Parkir Disiapkan, Tarif Rp8 Transportasi Umum Jakarta di Hari Kemerdekaan

21 Kantong Parkir Disiapkan, Tarif Rp8 Transportasi Umum Jakarta di Hari Kemerdekaan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:28 WIB

×