Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Inggris Terancam Resesi dan Inflasi Tinggi, Bank Sentral Naikkan Biaya Pinjaman 4 Kali Lipat

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 16 Juni 2022 | 08:31 WIB
Inggris Terancam Resesi dan Inflasi Tinggi, Bank Sentral Naikkan Biaya Pinjaman 4 Kali Lipat
Ilustrasi: Big Ben di kota London. (Shutterstock)

Suara.com - Bank Sentral Inggris (BoE) memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga pada Kamis (16/6/2022) usai kerepotan mengatasi inflasi yang terus naik. Hal ini berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi negara itu.

Keputusan ini menyusul Federal Reserve (Fed) AS menaikkan biaya pinjaman terbesar sejak 1994 dengan kenaikan suku bunga 75 basis poin pada Rabu (15/6/2022). Kalangan investor turut mempertanyakan langkah ini karena memicu kekhawatiran ekonomi ke depan.

Pasar keuangan sepenuhnya memperkirakan kenaikan suku bunga bank sebesar seperempat poin persentase menjadi 1,25 persen.

Meski demikian, investor telah menempatkan probabilitas hampir 50 persen pada kenaikan setengah poin oleh BoE, sesuatu yang belum pernah dilakukan sejak 1995.

Bank Sentral Inggris telah menaikkan biaya pinjaman empat kali sejak Desember ketika menjadi yang pertama dari bank-bank sentral utama dunia yang menaikkan suku bunga setelah pandemi Virus Corona.

Inggris, lebih dari banyak negara kaya lainnya, menghadapi campuran inflasi tinggi dan pertumbuhan nol atau resesi.

Ekonominya sudah menunjukkan tanda-tanda perlambatan dan akan menjadi yang terlemah di antara negara-negara besar dan kaya di dunia tahun depan, menurut perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Tetapi inflasi, yang mencapai level tertinggi 40 tahun sebesar 9,0 persen pada April, akan melampaui 10 persen akhir tahun ini, lebih dari lima kali target BoE 2,0 persen BoE, menurut perkiraan terbaru bank sentral.

Namun, perkiraan ini kemungkinan masih terlalu rendah setelah penurunan nilai pound baru-baru ini yang akan menambah biaya impor, terutama minyak dan gas.

"Inggris terjebak di kedua dunia yang terburuk dan itulah yang membuat pembuatan kebijakan menjadi sangat sulit," kata Luke Bartholomew, Ekonom Senior di perusahaan investasi Abrdn, dikutip dari Reuters.

"Ini masih memiliki periode yang sulit di depan dengan inflasi yang meningkat lebih tinggi dan pertumbuhan yang melambat," ujarnya lagi.

Bagian dari masalah inflasi Inggris adalah mekanisme negara untuk mengatur harga listrik domestik yang berarti kenaikan harga kemungkinan akan berlangsung lebih lama daripada di tempat lain.

Inggris juga memiliki kekurangan pekerja yang parah untuk mengisi lowongan yang mendorong kenaikan gaji dengan tajam untuk beberapa orang dan dapat menambah bahan bakar ke api inflasi.

Lalu ada urusan Brexit yang belum selesai. Inggris dan Uni Eropa kembali berselisih yang dapat menyebabkan hambatan perdagangan yang lebih besar dengan blok tersebut dan harga yang lebih tinggi.

BoE kemungkinan akan memberi sinyal lagi pada Kamis bahwa rangkaian kenaikan suku bunga akan berlanjut, meskipun bulan lalu ia menyatakan investor bertindak terlalu jauh dengan memperkirakan Suku Bunga Bank mencapai 2,5 persen pada pertengahan tahun depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Inflasi Hingga Resesi Hantui Amerika Serikat, Bank Sentral Hadapi Ancaman Ekonomi

Inflasi Hingga Resesi Hantui Amerika Serikat, Bank Sentral Hadapi Ancaman Ekonomi

Bisnis | Kamis, 16 Juni 2022 | 08:15 WIB

Daftar Tim Gurem yang Pernah Kalahkan Timnas Inggris, Hungaria Lebih dari Sekali

Daftar Tim Gurem yang Pernah Kalahkan Timnas Inggris, Hungaria Lebih dari Sekali

Bola | Rabu, 15 Juni 2022 | 23:16 WIB

Puluhan Jurnalis Inggris Ditolak Masuk Rusia, Dituding Sebar Propaganda Antirusia

Puluhan Jurnalis Inggris Ditolak Masuk Rusia, Dituding Sebar Propaganda Antirusia

Malang | Rabu, 15 Juni 2022 | 22:43 WIB

Pangeran William dan Kate Middleton Disebut Tidak Berusaha Mengenalkan Anaknya ke Archie dan Lilibet

Pangeran William dan Kate Middleton Disebut Tidak Berusaha Mengenalkan Anaknya ke Archie dan Lilibet

Lifestyle | Rabu, 15 Juni 2022 | 16:37 WIB

Timnas Indonesia Lolos ke Piala Asia 2023, Klub Inggris Bersorak Gembira: Unbelievable!

Timnas Indonesia Lolos ke Piala Asia 2023, Klub Inggris Bersorak Gembira: Unbelievable!

Bekaci | Rabu, 15 Juni 2022 | 14:55 WIB

Harry Kane Minta Inggris Jangan Panik Usai Dilibas Hungaria 0-4

Harry Kane Minta Inggris Jangan Panik Usai Dilibas Hungaria 0-4

Bola | Rabu, 15 Juni 2022 | 13:44 WIB

Terkini

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:31 WIB

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 19:14 WIB

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:58 WIB

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:48 WIB

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 18:36 WIB

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:31 WIB

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:26 WIB

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:19 WIB

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:14 WIB

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB