Sanksi Baru AS untuk Iran Dongkrak Harga Minyak Dunia

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 17 Juni 2022 | 08:03 WIB
Sanksi Baru AS untuk Iran Dongkrak Harga Minyak Dunia
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan pada hari Kamis, setelah Amerika Serikat mengumumkan sanksi baru terhadap Iran.

Selain itu pasar energi juga masih khawatir terkait pasokan yang membuat harga melonjak tahun ini.

Sebelumnya, harga minyak tergelincir karena kenaikan suku bunga di Amerika Serikat, Inggris dan Swiss memicu kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global.

Mengutip CNBC, Jumat (17/6/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melonjak USD1,30 atau 1,1 persen menjadi USD119,81 per barel.

Sementara, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), melambung USD2,27, atau 2 persen menjadi USD117,58 per barel.

Setelah aksi jual di awal sesi, buyer masuk lagi ke pasar ketika sebagian besar pengamat memperkirakan pasokan akan tetap ketat selama beberapa bulan.

"Banyak dari itu hanya masalah pasokan dan ini harus diselesaikan," kata Eli Tesfaye, analis RJO Futures.

"Saat ini tidak ada perlambatan permintaan global sehingga aksi jual apa pun akan dilihat sebagai peluang dan itulah yang benar-benar kita lihat hari ini." Tambahnya.

Badan Energi Internasional memperkirakan permintaan akan meningkat lebih lanjut pada 2023, tumbuh lebih dari 2 persen ke rekor 101,6 juta barel per hari. Optimisme bahwa permintaan minyak China akan pulih karena pelonggaran pembatasan Covid-19 juga mendukung harga.

baca juga

Analis mengatakan harga mendapat dorongan dari keputusan Washington untuk menjatuhkan sanksi pada perusahaan China, Emirat dan Iran yang membantu mengekspor petrokimia Iran.

Selain itu, produksi minyak Libya jatuh menjadi 100.000-150.000 barel per hari, jauh di bawah 1,2 juta barel per hari yang terlihat tahun lalu, dan analis tetap khawatir negara itu bakal menghadapi masalah yang berkelanjutan dalam pengiriman minyak di tengah gejolak di dalam negeri.

Harga minyak merosot lebih dari 2 persen Rabu, setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga utamanya sebesar 0,75 persen kenaikan terbesar sejak 1994.

"Begitu menaikkan suku bunga setinggi itu dan kita tahu itu akan terjadi bulan depan, banyak pelanggan ritel mengalami kesulitan berdagang begitu Anda mulai mendongkrak biaya perdagangan mereka," kata Robert Yawger, Direktur Mizuho di New York.

Kamis, saham Eropa jatuh setelah kenaikan suku bunga yang mengejutkan dari Swiss National Bank. Hal ini diikuti kenaikan suku bunga oleh Bank of England.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

The Fed Kerek Suku Bunga 0,75 Persen, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 3 Persen

The Fed Kerek Suku Bunga 0,75 Persen, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 3 Persen

Bisnis | Kamis, 16 Juni 2022 | 07:57 WIB

The Fed Bersiap Kerek Suku Bunga, Harga Minyak Dunia Melemah

The Fed Bersiap Kerek Suku Bunga, Harga Minyak Dunia Melemah

Bisnis | Rabu, 15 Juni 2022 | 07:29 WIB

Pasokan Kembali Mengetat, Harga Minyak Melesat Ke Level 122 Dolar Per Barel

Pasokan Kembali Mengetat, Harga Minyak Melesat Ke Level 122 Dolar Per Barel

Bisnis | Selasa, 14 Juni 2022 | 07:40 WIB

Terkini

Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin

Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

OKX Catat Cadangan Kripto US$29,4 Miliar di Laporan ke-48

OKX Catat Cadangan Kripto US$29,4 Miliar di Laporan ke-48

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender

Beras Bebas Pajak, Pembalut Kena PPN: Potret Hukum Kita Buta Gender

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:10 WIB

Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta

Dari Pilates hingga Padel Tepi Laut, Ini Cara Asyik Isi Akhir Pekan di Pesisir Jakarta

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:07 WIB

Raffi Ahmad Lepas Tangan dari Deklarasi Mahasiswa Bayaran di Bundaran HI, Ini Pengakuannya

Raffi Ahmad Lepas Tangan dari Deklarasi Mahasiswa Bayaran di Bundaran HI, Ini Pengakuannya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah

Ibu di Tubaba Ditemukan Hangus Usai Rumahnya Ludes Dilalap Si Jago Merah

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:02 WIB

HP Android Lemot? Ini Cara Mengatasinya Tanpa Perlu Menghapus Semua Data

HP Android Lemot? Ini Cara Mengatasinya Tanpa Perlu Menghapus Semua Data

Tekno | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:01 WIB

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

Sosok Ini Disebut Sari yang Berikan Almamater UBSI di Acara Bersama Raffi Ahmad

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:55 WIB

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

Waketum Golkar Soal Suket Gibran: Urusan Hukum Hampir Final, Kini Masuk Politik Negara

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:49 WIB

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Jay Idzes Cedera Parah, Terancam Absen di Ajang FIFA Matchday November?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:40 WIB

×