Ancaman Perlambatan Ekonomi Membuat Harga Minyak Dunia Melesat

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 21 Juni 2022 | 07:30 WIB
Ancaman Perlambatan Ekonomi Membuat Harga Minyak Dunia Melesat
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia bergerak lebih tinggi dalam perdagangan yang naik turun pada Senin, karena para pedagang fokus pada pasokan yang ketat atas perlambatan pertumbuhan ekonomi global.

Mengutip CNBC, Selasa (21/6/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup melonjak USD1,01, atau 0,9 persen menjadi USD114,13 per barel. Brent jatuh 7,3 persen pekan lalu untuk penurunan mingguan pertama dalam lima pekan.

Sementara, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate terakhir diperdagangkan naik 61 sen, atau 0,56 persen menjadi USD110,17 per barel, dalam perdagangan yang relatif tenang, karena long weekend di AS.

Harga  WTI merosot 9,2 persen pekan lalu untuk penurunan pertama dalam delapan minggu.

"Kita memiliki dua narasi yang benar-benar bersaing," kata konsultan minyak Houston, Andrew Lipow. "Salah satunya adalah sanksi terhadap pasokan Rusia (mendukung harga). Di sisi lain, kita melihat harga yang tinggi mengakibatkan tekanan pada permintaan." Tambah Andrew.

Senin, harga Brent menyentuh level terendah dalam sebulan sebelum pulih kembali.

"Pasokan akan tetap ketat dan terus mendukung harga minyak yang tinggi. Norma bagi ICE Brent masih di sekitar USD120," kata analis PVM, Stephen Brennock.

"Kasus  bullish  tetap jauh lebih meyakinkan," kata Craig Erlam, analis OANDA.

Analis dan investor meyakini resesi lebih mungkin terjadi setelah Federal Reserve, Rabu lalu, menyetujui kenaikan suku bunga terbesar dalam lebih dari seperempat abad guna menahan lonjakan inflasi.

baca juga

Pendekatan pengetatan serupa oleh Bank of England dan Swiss National Bank minggu lalu pun terjadi.

"Penurunan harga yang tajam pada Jumat lalu dapat dilihat sebagai reaksi tertunda terhadap kekhawatiran tentang resesi yang membebani harga komoditas lain untuk beberapa waktu," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

Kendati impor minyak mentah China dari Rusia sepanjang Mei melambung 55 persen dari tahun sebelumnya ke rekor tertinggi, menggeser Arab Saudi sebagai pemasok utama, kuota ekspor China mengakibatkan penurunan ekspor produk minyak. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Naik Beberapa Hari, Harga Minyak Kini Anjlok 6 Persen

Usai Naik Beberapa Hari, Harga Minyak Kini Anjlok 6 Persen

Bisnis | Senin, 20 Juni 2022 | 07:30 WIB

Sanksi Baru AS untuk Iran Dongkrak Harga Minyak Dunia

Sanksi Baru AS untuk Iran Dongkrak Harga Minyak Dunia

Bisnis | Jum'at, 17 Juni 2022 | 08:03 WIB

The Fed Kerek Suku Bunga 0,75 Persen, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 3 Persen

The Fed Kerek Suku Bunga 0,75 Persen, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 3 Persen

Bisnis | Kamis, 16 Juni 2022 | 07:57 WIB

Terkini

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Laba SIG Meroket 363%, Industri Semen Masih Dibayangi Overcapacity

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Jebakan Konsumerisme Digital: Di Balik Perilaku Cemas dan Lapar Mata Gen Z

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Anak SD Tewas Dibully Kakak Kelas: Guru, Sekolah, atau Orang Tua yang Harus Bertanggung Jawab?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:06 WIB

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

×