Suara.com - Proyek pembangunan kereta Light Rail Transit (LRT) dikhawatirkan terhambat karena adanya pembengkakan anggaran. Seperti diketahui, anggaran proyek LRT awalnya direncanakan Rp29,9 triliun.
Namun, anggaran tersebut diketahui membangkak Rp2,6 triliun menjadi Rp32,5 triliun. Pembengkakan anggaran tersebut disampaikan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Didiek Hartantyo, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR, Rabu (6/7/2022) kemarin.
PT KAI sebagai pembayar proyek mengaku keberatan. Selain karena target operasional akhir tahun ini, perseroan tidak terlibat langsung dalam proyek pembangunan.
Sebaliknya Didiek mengatakan PT KAI hanya dilibatkan sebagai pembayar karena pemilik proyek adalah Kementerian Perhubungan dengan kontraktor PT Adhi Karya. Meski demikian, PT KAI tetap berkomitmen merampungkan salah satu proyek strategis nasional tersebut.
Awalnya, anggaran Rp29,9 triliun ini akan dibagi ke dalam dua sektor yakni Rp25 triliun untuk pembangunan prasarana, kemudian sisanya Rp4 triliun untuk menyediakan kereta.
Proyek ini berjalan atas dukungan Penyertaan Modal Negara (PMN) sekitar Rp10 triliun. Kemudian ada Rp20 triliun sisanya berasal dari kredit sindikasi 15 bank yang dibayarkan oleh KAI dengan jaminan pemerintah.
Sebelumnya, saat proyek LRT ini diluncurkan 2021 lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menegaskan PT KAI hanya memperoleh anggaran Rp7,6 triliun. Untuk menambal sisa anggaran, pemerintah menerapkan skema pinjaman dengan bentuk Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) senilai Rp20 triliun.
Pembangunan LRT ini terwujud dari konsorsium dari, PT Adhi Karya, PT KAI, Lembaga Elektroteknika Nasional (LEN) dan PT INKA. Kerja sama ini dipercaya Menteri Budi mampu menghasilkan suatu sarana transportasi unggulan yang tidak kalah dari negara lain.
Pembangunan LRT Jabodebek tahap pertama dibagi ke dalam beberapa lintasan. Rinciannya, pertama, rute Cawang-Cibubur sepanjang 14,8 kilometer. Kedua, lintas pelayanan rute Cawang-Dukuh Atas sepanjang 11 kilometer. Ketiga, lintas pelayanan rute Cawang-Bekasi Timur sepanjang 18,4 kilometer.
Pembangunan LRT terus dikebut dan ditargetkan bisa dilakukan soft launching bersamaan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Indonesia Agustus 2022 mendatang. Saat ini pemerintah menyebutkan bahwa proses pembangunan sudah mencapai lebih dari 90%.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni