Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.715.000
IHSG 7.129,490
LQ45 690,764
Srikehati 337,455
JII 482,445
USD/IDR 17.273

Harga Minyak Mentah Menguat Menjelang Pertemuan OPEC Plus

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 03 Agustus 2022 | 07:47 WIB
Harga Minyak Mentah Menguat Menjelang Pertemuan OPEC Plus
Ilustrasi OPEC.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia menguat pada perdagangan hari Selasa, menjelang pertemuan produsen OPEC Plus pekan ini yang mungkin tidak mengarah pada dorongan lebih lanjut dalam pasokan minyak.

Mengutip CNBC, Rabu (3/8/2022) harga minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup naik 51 sen, atau 0,5 persen menjadi USD100,54 per barel.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), meningkat 53 sen, atau 0,6 persen menjadi menetap di posisi USD94,42 per barel.

Selain itu, yang memberikan dorongan pada kenaikan harga minyak adalah ekspektasi analis bahwa persediaan minyak mentah Amerika turun sekitar 600.000 barel pekan lalu.

American Petroleum Institute (API), kelompok industri, akan mengeluarkan laporan inventaris Amerika, Selasa, pada pukul 20.30 GMT. Sementara, Badan Informasi Energi (EIA) AS merilisnya Rabu pukul 14.30 GMT.

Organisasi Negara Eksportir Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC Plus, bertemu pada Rabu. Dua dari delapan sumber mengatakan kenaikan produksi moderat akan dibahas. Sisanya mengatakan peningkatan tidak mungkin terjadi.

OPEC Plus memangkas perkiraannya untuk surplus pasar minyak tahun ini sebesar 200.000 barel per hari (bph) menjadi 800.000 bph.

"Trader energi semakin yakin bahwa OPEC Plus akan menolak desakan untuk meningkatkan output mereka," kata Edward Moya, analis OANDA.

Invasi Rusia ke Ukraina pada Februari memicu kekhawatiran tentang pasokan minyak global dan mengirim harga melonjak mendekati rekor tertinggi. Tetapi dengan bank sentral menaikkan suku bunga untuk melawan inflasi, kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan mengimbangi pasokan yang ketat.

Survei menunjukkan pabrik-pabrik di seluruh Amerika Serikat, Eropa, dan Asia berjuang untuk mendapatkan momentum pada Juli karena lesunya permintaan global dan pembatasan ketat Covid-19 di China memperlambat produksi.

"Data tersebut tidak melakukan apa pun untuk mengurangi ketakutan akan resesi," kata Tamas Varga, analis PVM.

Juga membebani pasar adalah kekhawatiran bahwa kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taiwan akan meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat dan China. Beijing menempatkan militernya dalam siaga tinggi dan mengatakan akan meluncurkan "operasi militer yang ditargetkan" sebagai tanggapan atas kunjungan tersebut.

Amerika Serikat, sementara itu, memberlakukan sanksi terhadap China dan perusahaan lain yang dikatakan membantu menjual puluhan juta dolar produk minyak dan petrokimia Iran ke Asia Timur.

Selain itu Washington mencoba untuk meningkatkan tekanan pada Teheran untuk mengekang program nuklirnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Mentah Naik Lagi, Kini Dibandrol USD110/Barel

Harga Minyak Mentah Naik Lagi, Kini Dibandrol USD110/Barel

Bisnis | Senin, 01 Agustus 2022 | 08:29 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok 3 Persen Gara-gara OPEC Plus

Harga Minyak Dunia Anjlok 3 Persen Gara-gara OPEC Plus

Bisnis | Jum'at, 01 Juli 2022 | 07:26 WIB

Harga Minyak Mentah Dunia Tinggi, Efisiensi Pertamina Capai US$ 2,2 Miliar

Harga Minyak Mentah Dunia Tinggi, Efisiensi Pertamina Capai US$ 2,2 Miliar

Bisnis | Minggu, 19 Juni 2022 | 10:12 WIB

Terkini

OJK: MSCI Akui Keberhasilan Reformasi Pasar Modal Indonesia

OJK: MSCI Akui Keberhasilan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 13:04 WIB

OJK Terima Dua Paket Calon Direksi BEI

OJK Terima Dua Paket Calon Direksi BEI

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 12:25 WIB

Di Balik Progres Percepatan Sekolah Rakyat: Dedikasi Tinggi dan Komitmen Tanpa Kompromi Para Pekerja

Di Balik Progres Percepatan Sekolah Rakyat: Dedikasi Tinggi dan Komitmen Tanpa Kompromi Para Pekerja

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 11:56 WIB

Kredit Komersial BRI Melesat 58,4 Persen, Meroket Jadi Rp61,4 Triliun

Kredit Komersial BRI Melesat 58,4 Persen, Meroket Jadi Rp61,4 Triliun

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 11:40 WIB

Prabowo Bidik Dedieselisasi, Cerah: Jangan Tanggung, Stop Juga Proyek Gas dan Batu Bara!

Prabowo Bidik Dedieselisasi, Cerah: Jangan Tanggung, Stop Juga Proyek Gas dan Batu Bara!

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 11:12 WIB

Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?

Gurita Bisnis Ekstraktif di Lingkaran Kabinet Merah Putih, Siapa Saja Pemainnya?

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 11:04 WIB

Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda

Belanja Daerah Lamban, OJK Minta BPD Manfaatkan Dana Pemda

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 10:37 WIB

Harga Bawang dan Cabai Kompak 'Terbang' Hari Ini

Harga Bawang dan Cabai Kompak 'Terbang' Hari Ini

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 10:33 WIB

Siaga Satu! Harga Minyak Mentah Dunia Dekati USD 108 Per Barel

Siaga Satu! Harga Minyak Mentah Dunia Dekati USD 108 Per Barel

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 10:27 WIB

Tensi Timur Tengah Mereda, Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.211 Per Dolar AS

Tensi Timur Tengah Mereda, Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.211 Per Dolar AS

Bisnis | Senin, 27 April 2026 | 10:20 WIB