Panen Kedua Agrosolution Pupuk Kaltim, Produktivitas Kentang Kabupaten Malang Capai 33,9 Ton/Ha

Iwan Supriyatna

Senin, 26 September 2022 | 08:49 WIB
Panen Kedua Agrosolution Pupuk Kaltim, Produktivitas Kentang Kabupaten Malang Capai 33,9 Ton/Ha
Pupuk Kaltim melalui Program Agrosolution kembali berhasil tingkatkan produktivitas pertanian masyarakat, khususnya komoditas kentang di Kabupaten Malang Jawa Timur.

Suara.com - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui Program Agrosolution kembali berhasil tingkatkan produktivitas pertanian masyarakat, khususnya komoditas kentang di Kabupaten Malang Jawa Timur.

Program ini menggandeng Kelompok Tani Gemah Ripah II Desa Ngantru Kecamatan Ngantang, dengan hasil rata-rata mencapai 33,9 ton per Hektare (Ha). Keberhasilan tersebut ditandai panen raya oleh Manajemen Pupuk Kaltim bersama Pemkab Malang dan HKTI Jawa Timur.

SEVP Bussines Support Pupuk Kaltim Meizar Effendi, mengungkapkan panen raya program Agrosolution di Desa Ngantru ini kali kedua program pendampingan yang dilakukan Pupuk Kaltim bagi petani setempat, yang diawali pada 2021 lalu dengan hasil rata-rata 19 ton/Ha dari sebelumnya 15 ton/Ha.

Keberhasilan program tahap pertama itu pun menunjukkan kenaikan produktivitas pertanian sebesar 25 persen, yang melibatkan 110 petani dengan total lahan 124,5 Ha.

"Program Agrosolution kembali dilanjutkan tahun ini dan hasilnya pun jauh lebih signifikan sebesar 33,9 ton, atau dua kali lipat dari pendampingan sebelumnya. Ini sebuah pencapaian yang sangat baik, sekaligus membuktikan petani mampu produktif dalam mengoptimalkan lahan garapan," ujar Meizar.

Dijelaskan Meizar, program Agrosolution merupakan upaya Pemerintah bersama BUMN untuk memberikan pendampingan kepada petani, guna meningkatkan produktivitas hasil serta pendapatan petani melalui penggunaan input pertanian nonsubsidi.

Program ini terbukti mampu mendorong produktivitas hasil pertanian seperti padi, kakao, kelapa sawit, tebu dan jagung di berbagai daerah, yang turut dibarengi naiknya keuntungan petani.

"Begitu juga panen kali ini, bisa dihitung potensi pendapatan petani. Jika satu Kilogram (Kg) kentang diharga Rp7.700,- maka didapati Rp261 juta untuk 33,9 ton hasil. Dikurangi modal Rp90 juta, maka keuntungan petani mencapai Rp170 juta. Inilah salah satu upaya Pupuk Kaltim untuk mendorong produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani di Indonesia," papar Meizar.

Pada kesempatan itu, turut diresmikan Kampung Agrosolusi Pelangi di Desa Ngantru, yang dikonsep sebagai area percontohan pertanian kentang di Kabupaten Malang. Melalui gagasan ini, kelompok tani dari berbagai wilayah lain di Jawa Timur dapat belajar untuk pengembangan produktivitas kentang, sekaligus bergabung dalam program Agrosolution.

baca juga

Meizar pun berharap seluruh stakeholder terkait terus memberikan dukungan pada program ini, sehingga produktivitas hasil pertanian dan kesejahteraan petani semakin meningkat dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

"Selain meningkatkan kesejahteraan petani, program Agrosolution juga digagas untuk menciptakan petani mandiri agar kedepan tidak lagi tergantung pada pupuk subsidi," tandas Meizar.

Asisten 2 Pemkab Malang Nurcahyo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesinambungan dukungan Pupuk Kaltim melalui sinergi BUMN pada program Agrosolution, hingga produktivitas pertanian kentang sebagai salah satu komoditas andalan Kabupaten Malang mampu mencapai hasil yang lebih signifikan.

Dirinya menilai, program ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mengonversi pemakaian pupuk subsidi ke nonsubsidi, melalui pendampingan intensif budidaya pertanian secara terintegrasi.

"Dari program ini diharap penerapan teknologi pertanian melalui agri input nonsubsidi makin dipahami oleh para petani, sehingga potensi hasil bisa terus ditingkatkan," ujar Nurcahyo.

Melihat tingginya produktivitas, Nurcahyo pun mengimbau petani kentang untuk terus meningkatkan pencapaian target komoditas agar lebih maksimal, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Hal ini melihat potensi pemasaran kentang yang terus berkembang, sehingga proses pertanian dari hulu hingga hilir bisa terimplementasi secara berkelanjutan.

"Begitu juga terkait diversifikasi pangan, kentang menjadi salah satu bahan makanan yang bisa diolah dengan berbagai variasi untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini menjadi peluang pemasaran kedepan, sehingga potensi pertanian kentang makin berdampak terhadap kesejahteraan petani," ungkap Nurcahyo.

Ketua Kelompok Tani Gemah Ripah II Imam, mengatakan program Agrosolution memberi angin segar bagi petani kentang Desa Ngantru dalam meningkatkan produktivitas dan potensi pemasaran. Termasuk berbagai kemudahan agri input yang didapatkan, menjadi salah satu faktor pendorong naiknya hasil panen dari sebelumnya.

Dirinya berharap program ini dapat terus diperluas di Kecamatan Ngantang, agar potensi kentang Kabupaten Malang bisa lebih meningkat dan berdampak terhadap kesejahteraan petani.

"Kami harap program ini bisa kembali dilaksanakan, agar ada standar operasional pertanian yang sesuai untuk diterapkan secara berkelanjutan dari beberapa kali ujicoba. Sehingga hasil yang kini didapat mampu dipertahankan, bahkan lebih meningkat lagi. Sebab pendampingan seperti ini sangat dibutuhkan petani, guna mendorong produktivitas hasil di masing-masing lahan," harap Imam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertahankan Predikat Pelabuhan Sehat, Pupuk Kaltim Pastikan Penyelenggaraan Kepelabuhanan Sesuai Permenkes

Pertahankan Predikat Pelabuhan Sehat, Pupuk Kaltim Pastikan Penyelenggaraan Kepelabuhanan Sesuai Permenkes

Bisnis | Rabu, 21 September 2022 | 08:51 WIB

Jalin Kerjasama Pembiayaan dengan BSI, Pupuk Kaltim Beri Distributor Kemudahan Akses Permodalan

Jalin Kerjasama Pembiayaan dengan BSI, Pupuk Kaltim Beri Distributor Kemudahan Akses Permodalan

Bisnis | Rabu, 21 September 2022 | 08:41 WIB

Borneo FC Dapat Suntikan Sponsor Baru dalam Misi Juara BRI Liga 1

Borneo FC Dapat Suntikan Sponsor Baru dalam Misi Juara BRI Liga 1

Bola | Selasa, 20 September 2022 | 07:33 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×