Bank Sentral Dunia Kompak Kerek Suku Bunga, Sri Mulyani Ketar-Ketir Soal Resesi

Vania Rossa, Mohammad Fadil Djailani

Senin, 26 September 2022 | 17:17 WIB
Bank Sentral Dunia Kompak Kerek Suku Bunga, Sri Mulyani Ketar-Ketir Soal Resesi
Menkeu Sri Mulyani. [Antara]

Suara.com - Kekhawatiran pasar terhadap potensi resesi kian mengemuka setelah sejumlah bank sentral dunia mengkerek naik suku bunga acuannya secara berjamaah mengikuti The Federal Reserve yang menaikkan suku bunga acuan di kisaran 3,00-3,25 persen beberapa waktu lalu.

Kondisi ini pun membuat khawatir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dia bilang ancaman resesi pada tahun depan semakin nyata usai beberapa negara dunia secara bersamaan menaikkan suku bunga acuan mereka.

"Bank Dunia sudah menyampaikan kalau bank sentral di seluruh dunia melakukan peningkatan suku bunga secara cukup ekstrem dan bersama-sama, maka dunia pasti mengalami resesi di 2023," kata Sri Mulyani saat konferensi pers APBN Kita secara virtual, Senin (26/9/2022).

Menurut dia, kenaikan suku bunga ini bisa membuat pertumbuhan ekonomi masing-masing negara cukup terpukul.

"Inilah yang sekarang sedang terjadi, yaitu kenaikan suku bunga oleh bank sentral terutama di negara-negara maju secara cukup cepat dan ekstrem dan itu pasti akan memukul pada pertumbuhan ekonomi negara-negara tersebut," kata Sri Mulyani.

Pengetatan suku bunga yang dilakukan negara maju untuk menjinakkan inflasi yang saat ini menggerogoti hampir seluruh negara di dunia.

Tanda-tanda pelemahan ekonomi pun, kata dia, sudah mulai terlihat dari aktivitas Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur global yang turun dari 51,1 ke 50,3 pada Agustus 2022.

Dari negara-negara G20 dan ASEAN-6, hanya 24 persen saja yang aktivitas manufakturnya masih di level ekspansi dan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Mereka adalah Indonesia, Thailand, Filipina, Rusia, Vietnam dan Arab Saudi.

"Hanya 24 persen dari negara G20 dan ASEAN-6, artinya mayoritas melambat dan kontraksi," katanya.

baca juga

Indonesia, dikatakan Sri Mulyani, masih cukup bergerak positif karena masih dijalur akselerasi. Meski demikian, dia mengatakan Indonesia mesti harus bersikap hati-hati karena saat ini lingkungan ekonomi dunia sedang mengalami pelemahan.

"Indonesia dengan kelima negara yang lain masih pada level yang akseleratif. Ini hal yang cukup positif tapi kita juga sangat menyadari lingkungan global kita mengalami pelemahan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kekhawatiran Resesi Jadi Penyebab IHSG Anjlok Parah Awal Pekan Ini

Kekhawatiran Resesi Jadi Penyebab IHSG Anjlok Parah Awal Pekan Ini

Bisnis | Senin, 26 September 2022 | 11:03 WIB

KPR Naik, Bisnis Properti Diperkirakan Melambat Akibat Kenaikan Suku Bunga BI

KPR Naik, Bisnis Properti Diperkirakan Melambat Akibat Kenaikan Suku Bunga BI

Bisnis | Minggu, 25 September 2022 | 11:58 WIB

Kenaikan Suku Bunga BI Tekan Kredit Perbankan, Pakar: Kredit UMKM Harus Dipertahankan

Kenaikan Suku Bunga BI Tekan Kredit Perbankan, Pakar: Kredit UMKM Harus Dipertahankan

Bisnis | Jum'at, 23 September 2022 | 16:53 WIB

Terkini

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

103 Atlet Indonesia Berjuang di Asian Para Games 2026, Reda Manthovani Minta Dukungan WNI di Jepang

Sport | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Demi Bisa Rusuh dan Serang Lawan! Kelompok Suporter Ini Selundupkan Petasan Pakai Kondom

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

Gus Lilur Resmi Laporkan Dugaan Jual Beli Suara dan Suap di Muktamar NU ke KPK

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Punya Kesamaan Kebutuhan Perawatan Kulit, Produk Kecantikan Indonesia Mulai Merambah Malaysia

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Synchronize Fest 2026 Hadirkan Maliq & DEssentials hingga Project Pop, Catat Tanggalnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Semua Dakwaan Dibatalkan, Ingin Langsung Bebas

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Kendal Tornado FC Waspadai Agresivitas Persiba, Peluang Puncak Bukan Prioritas

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Polres Cianjur Selidiki Temuan Mayat Perempuan Tanpa Identitas di Tanggeung

Jabar | Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

Tolak Parliamentary Threshold, Masyumi Segera Sampaikan Usulan ke DPR

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:58 WIB

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

KPK Amankan 14 Orang dalam OTT BNPB, Hanya Lima Ditetapkan Tersangka, Ada Apa?

Jatim | Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:56 WIB

×