Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Tak Dapat PMN, IFG Tidak Jamin Program KUR Sesuai Target Pemerintah

Vania Rossa, Achmad Fauzi

Kamis, 29 September 2022 | 16:51 WIB
Tak Dapat PMN, IFG Tidak Jamin Program KUR Sesuai Target Pemerintah
Ilustrasi Penyertaan Modal Negara. (Shutterstock)

Suara.com - Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan atau Indonesia Financial Group (IFG) menginginkan pemerintah menyuntik modal lewat Penyertaan Modal Negara (PMN). Hal ini diperlukan, untuk menjalankan penugasan pemerintah dalam menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada UMKM.

Direktur Bisnis IFG, Pantro Pander Silitonga, mengatakan bahwa kapasitas modal perseroan sangat terbatas saat ini. Sebab, saat ini holding juga tengah menyelesaikan polis nasabah Asuransi Jiwasraya.

"Kemampuan fundraising holding sudah terbatas, jadi kita memerlukan PMN untuk KUR. Kalau tidak, tentu kapasitas kita berkurang. Kita tidak bisa untuk menjamin program KUR sesuai target pemerintah," ujarnya dalam diskusi Ngopi BUMN di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Pantro memaparkan, target penyaluran KUR setiap tahunnya meningkat, pada tahun 2019 penyaluran KUR mencapai Rp138 triliun, kemudian naik menjadi Rp198 triliun pada 2020.

"Total penyaluran KUR 2020 itu Rp198 triliun, dan realisasi penyaluran KUR 2021 sampai Rp285 triliun, artinya ada kenaikan 44 persen. Pada saat yang sama, di perbankan kenaikan kredit hanya lima persen. Jadi artinya perbankan lebih hati-hati dan wajar karena kondisi ekonomi yang tidak menentu," ucap dia.

Maka dari itu, bilang Pantro, dibutuhkan garansi kepada perbankan dalam penyaluran KUR, agar di saat bisnis UMKM mandek, maka ada jaminan yang tetap membayar KUR tersebut.

Dia mengungkapkan, realisasi penjaminan KUR Askrindo hingga Juni 2022 mencapai Rp75,2 triliun yang disalurkan kepada lebih dari 1,58 juta debitur UMKM dan Jamkrindo sebesar Rp101,1 triliun dengan UMKM yang menjamin sebanyak 2,21 juta debitur UMKM.

"Tahun ini target KUR pada 2022 sebesar Rp373 triliun, artinya naik 31 persen, 2023 targetnya dinaikkan lagi menjadi Rp470 triliun dan berikutnya (2024) mencapai Rp585 triliun. Artinya dalam dua tahun ke depan akan ada kenaikan penyaluran KUR lebih dari 20 persen setiap tahunnya," kata dia.

Pantro menambahkan, program KUR merupakan salah satu solusi UMKM untuk mempertahankan usahanya selama pandemi.

baca juga

"Program KUR ini cukup efektif dan kami mendukung pemerintah seusai target yang dicanangkan. Oleh karena itu, kami berharap ada dukungan pemerintah dalam bentuk permodalan," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stafsus Menteri BUMN Tegaskan Dana PMN Bukan untuk BUMN Sakit

Stafsus Menteri BUMN Tegaskan Dana PMN Bukan untuk BUMN Sakit

Bisnis | Kamis, 29 September 2022 | 14:35 WIB

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dapat PMN Rp3,2 Triliuan Buat Tambal Pembengkakan Biaya

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dapat PMN Rp3,2 Triliuan Buat Tambal Pembengkakan Biaya

Bisnis | Rabu, 28 September 2022 | 21:02 WIB

DPR RI Restui PMN Rp7,5 Triliun untuk Garuda Indonesia

DPR RI Restui PMN Rp7,5 Triliun untuk Garuda Indonesia

Bisnis | Senin, 26 September 2022 | 15:41 WIB

Terkini

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:59 WIB

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 21:44 WIB

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:34 WIB

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 20:11 WIB

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:56 WIB

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:34 WIB

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:12 WIB

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:07 WIB

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:01 WIB

×