Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kunjungi Pabrik Anak Usaha ANJ, Bupati Jember Dukung Ekspor Edamame

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Senin, 17 Oktober 2022 | 09:00 WIB
Kunjungi Pabrik Anak Usaha ANJ, Bupati Jember Dukung Ekspor Edamame
Kegiatan sortasi edamame di PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT), anak perusahaan dari ANJ. (Dok: ANJ)

Suara.com - PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT), anak perusahaan dari PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) yang bergerak di sektor sayuran, menerima kunjungan dari Bupati Jember, Hendy Siswanto, pada hari Sabtu, (15/10/2022). Sinergi antara GMIT dan pemerintah daerah untuk pengembangan edamame sebagai komoditi ekspor andalan Jember menjadi pembahasan utama.

Direktur Utama GMIT, Imam Wahyudi, menyambut dengan baik kunjungan dan dukungan dari Bupati Jember. GMIT telah lama hadir di tengah masyarakat Kabupaten Jember untuk memberdayakan para petani melalui program kemitraan budidaya edamame dan menyediakan lapangan pekerjaan untuk lebih dari 539 karyawan dan lebih dari 5,000 tenaga kerja di seluruh rantai pasok.

Bupati Jember, Hendy Siswanto , saat berkunjung ke Pabrik Edamame GMIT, anak perusahaan dari ANJ. (Dok: ANJ)
Dr. Hendro Sulistiyono (dua dari kanan), selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jember, saat berkunjung ke pabrik Edamame GMIT. (Dok: ANJ)

“Komitmen kami dalam pemberdayaan petani juga dengan memberikan pembekalan penyuluhan dan praktek agronomi terbaik dari tim GMIT mulai dari pengelolaan tanah, penanaman, perawatan, hingga proses panen. Selain itu, melalui proyek Responsible Development (pengembangan yang bertanggungjawab) GMIT, kami juga mendorong dan memberdayakan UMKM masyarakat di sekitar lokasi Pabrik agar dapat menghasilkan produk yang inovatif dari kedelai edamame dengan memberikan pelatihan kepada kurang lebih 13 orang tenaga kerja wanita yang kami beri nama Kampung Edamame. Produk yang dihasilkan saat ini adalah camilan edamame renyah (Crispy Edamame), camilan pia isi edamame, dan rempeyek," jelas Imam.

Imam merespon positif kontribusi serta komitmen perusahaan terhadap daerah Jember.

“Saya berikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada GMIT, karena bisa rekrut tenaga kerja, semua dari Jember,” ujar Hendy.

Selain itu, Hendy menaruh harapan bagi GMIT agar hubungan antara Pemerintah Daerah Kabupaten Jember dan GMIT dapat terjalin lebih kuat, terutama dalam hal dukungan untuk mempromosikan edamame sebagai salah satu komoditi andalan Jember.

Ibu Nur Yanik memperlihatkan hasil olahan edamame. (Dok: ANJ)
Ibu Nur Yanik memperlihatkan hasil olahan edamame. (Dok: ANJ)

"Peluang ekspor edamame masih terbuka lebar. Kebutuhan Jepang setiap tahunnya bisa mencapai 75.000 ton. Sedangkan ekspor dari Indonesia (Jember paling besar) hanya 6000-7000 ton. Pemkab Jember tentunya bisa membantu GMIT, apa yang bisa dikerjasamakan. Mungkin masalah lahan, masalah pertanian yang bisa kita sinergikan," tambah Hendy.

Keberhasilan GMIT yang telah mengekspor edamame beku ke pasar Jepang merupakan kerja sama dengan Asia Foods Group. Asia Foods Group, yang berpengalaman di bidang pengolahan dan penjualan edamame beku, adalah salah satu pelaku utama di pasar ekspor edamame seperti Jepang, Amerika Serikat, Australia, dan, saat ini, sedang menjajaki pasar Eropa.

Keberadaan edamame di Jember tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, sejenis kacang kedelai berwarna hijau ini memiliki potensi ekspor yang sangat besar. Kabupaten Jember dikenal sebagai daerah produksi edamame yang cukup tinggi dan memiliki potensi yang cukup baik di sektor pertanian dengan hampir 70 persen penduduknya bermata pencarian sebagai petani.

Saat ini, kapasitas terpasang produksi pabrik pengolahan sayuran beku GMIT mencapai 6.000 ton per tahun dan pencapaian produksi masih akan terus ditingkatkan sejak beroperasi secara komersial di tahun 2021 ini. Sebelum merambah pasar ekspor, GMIT telah memproduksi edamame segar dan edamame beku dengan merek Edashi yang dipasarkan di dalam negeri, seperti di Bali, Jawa Timur, Jakarta, dan Jawa Tengah.

Pendapatan dari penjualan edamame semester pertama tahun 2022 adalah sebesar US$657,1 ribu, naik sebesar 178,5% dari US$235,9 ribu di periode yang sama tahun 2021. Kenaikan tersebut disebabkan lebih tingginya volume penjualan edamame segar dan beku dan harga jual edamame beku.

"Potensi ekspor sayuran beku ini masih sangat besar. Tidak hanya edamame yang dapat kita ekspor, namun juga komoditas sayuran beku lain, seperti Okra, juga memiliki pasar ekspor yang dapat kita kembangkan," tutup Imam.

GMIT merupakan anak perusahaan Grup ANJ yang bergerak di bidang sayuran beku dengan produk unggulan edamame, kacang kedelai Jepang yang mengandung protein, dan antioksidan tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Memahami Apa Itu Meditasi Zazen, Manfaat bagi Kesehatan, dan Praktiknya

Memahami Apa Itu Meditasi Zazen, Manfaat bagi Kesehatan, dan Praktiknya

Your Say | Minggu, 16 Oktober 2022 | 15:12 WIB

Investor Jepang Ingin Investasi di Indonesia, Kemenkumham Sederhanakan Proses Imigrasi

Investor Jepang Ingin Investasi di Indonesia, Kemenkumham Sederhanakan Proses Imigrasi

Bali | Minggu, 16 Oktober 2022 | 13:30 WIB

Gubernur Arinal Djunaidi: Optimal Hilirisasi Bikin Kopi Lampung Makin Dikenal

Gubernur Arinal Djunaidi: Optimal Hilirisasi Bikin Kopi Lampung Makin Dikenal

Lampung | Minggu, 16 Oktober 2022 | 10:28 WIB

Manga Hunter x Hunter akan Kembali di Bulan Ini

Manga Hunter x Hunter akan Kembali di Bulan Ini

| Minggu, 16 Oktober 2022 | 09:06 WIB

Mengintip isi Taman Hiburan Studio Ghibli yang akan Segera Dibuka

Mengintip isi Taman Hiburan Studio Ghibli yang akan Segera Dibuka

Foto | Minggu, 16 Oktober 2022 | 12:00 WIB

Tes Kepribadian: Ingin Tahu Keberuntungan Anda Saat Ini? Satu di antara Bunga Jepang Berikut akan Berikan Jawabannya

Tes Kepribadian: Ingin Tahu Keberuntungan Anda Saat Ini? Satu di antara Bunga Jepang Berikut akan Berikan Jawabannya

| Sabtu, 15 Oktober 2022 | 18:43 WIB

Terkini

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Dorong Transisi Energi Global, Pertamina NRE Kaji Pengembangan Energi Terbarukan di Bangladesh

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:38 WIB

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Harga Minyak Bakal Naik Pekan Depan? Ini Prediksinya

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 16:53 WIB

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening 2026: Ini Beda Status Aktif, Tidak Aktif, dan Dormant

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 15:27 WIB

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:53 WIB

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Rupiah Bisa Tembus Rp17.900, Ini Alasan Mata Uang RI Diproyeksi Makin Anjlok!

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:17 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit dan Daging Ayam Naik, Beras Premium Tetap Tinggi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 13:03 WIB

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

3 Pilihan Aset Aman untuk Investasi saat Rupiah Melemah ke Rp17.600 per Dolar AS

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 11:15 WIB

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

IKN Disebut 'Gegabah Terstruktur', Prabowo Diminta Evaluasi Proyek Era Jokowi

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 10:19 WIB

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Nilai Tukar Rupiah dari Masa ke Masa, Era Prabowo Subianto di Posisi Berapa?

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:41 WIB

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bisnis | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:34 WIB