Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.640.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.883,881
LQ45 578,169
Srikehati 285,186
JII 345,557
USD/IDR 17.950

Harga Emas Anjlok Imbas Melonjaknya Dolar AS dan Imbal Hasil US Treasury

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 04 November 2022 | 09:21 WIB
Harga Emas Anjlok Imbas Melonjaknya Dolar AS dan Imbal Hasil US Treasury
Ilustrasi Emas Batangan. (pixabay.com)

Suara.com - Harga emas jatuh ke level terendah lebih dari satu bulan pada perdagangan hari Kamis, karena dolar dan imbal hasil US Treasury melonjak setelah pernyataan  hawkish dari Chairman Federal Reserve Jerome Powell, merusak daya tarik logam  non-yielding  itu.

Mengutip CNBC, Jumat (4/11/2022) harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD1.629,97 per ounce, setelah jatuh lebih dari 1 persen sebelumnya, menyentuh level terendah sejak 28 September 2022.

Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup 1,2 persen lebih rendah menjadi USD1.630,9 per ounce.

"Saya tidak melihat gelombang balik arah bagi emas dan itu mengumpulkan momentum  bullish  lagi sampai setelah The Fed selesai menaikkan suku, mungkin tidak sampai Maret 2023," kata Phillip Streible, Chief Market Strategist Blue Line Futures di Chicago.

The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin, Rabu, sesuai ekspektasi. Powell mengatakan "sangat prematur" untuk memikirkan jeda dan bahwa puncak suku bunga kemungkinan lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga Amerika karena hal ini meningkatkan  opportunity cost  memegang logam kuning yang tidak memberikan imbal hasil.

Dolar melonjak 1,4 persen membuat emas lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain. Imbal hasil US Treasury 10-tahun mendekati puncaknya baru-baru ini.

"Kita bisa melihat penurunan lebih lanjut (dalam emas) menuju posisi terendah September dan kemungkinan penembusan level USD1.600, jika imbal hasil terus meningkat," kata Michael Hewson, Kepala Analis Pasar CMC Markets Inggris.

Fokus sekarang beralih ke data non-farm payrolls Amerika untuk periode Oktober-akan dirilis Jumat-yang dapat menawarkan lebih banyak kejelasan tentang lintasan kenaikan suku bunga The Fed.

baca juga

Menawarkan dorongan untuk emas, data menunjukkan industri jasa Amerika tumbuh pada laju paling lambat dalam hampir 2,5 tahun pada Oktober, menunjukkan kenaikan suku bunga Fed menghambat permintaan dalam perekonomian secara keseluruhan.

Harga perak di pasar spot naik 0,9 persen menjadi USD19,45 per ounce, platinum turun 0,5 persen menjadi USD925 sementara paladium anjlok 2,4 persen menjadi USD1.811,15. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

The Fed Kerek Suku Bunga, Harga Emas Dunia Berangsur Turun

The Fed Kerek Suku Bunga, Harga Emas Dunia Berangsur Turun

Bisnis | Kamis, 03 November 2022 | 08:34 WIB

Nilai Tukar Rupiah Digerus Dolar AS, Jadi Rp 15.647/Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah Digerus Dolar AS, Jadi Rp 15.647/Dolar AS

Bisnis | Rabu, 02 November 2022 | 16:10 WIB

Harga Emas Dunia Naik Usai Dolar dan Obligasi AS Tersungkur

Harga Emas Dunia Naik Usai Dolar dan Obligasi AS Tersungkur

Bisnis | Rabu, 02 November 2022 | 08:07 WIB

Terkini

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran

Harga Emas di Pegadaian Hari Ini: Cek Rincian Lengkap untuk Semua Ukuran

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:12 WIB

Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi

Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:52 WIB

Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik

Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:27 WIB

Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan

Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 07:05 WIB

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 21:10 WIB

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:41 WIB

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:39 WIB

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 20:35 WIB

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:40 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:35 WIB