Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

China Masih Galau Buka Lockdown, Harga Minyak Dunia Ambles

Iwan Supriyatna | Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Selasa, 08 November 2022 | 08:47 WIB
China Masih Galau Buka Lockdown, Harga Minyak Dunia Ambles
Ilustrasi harga minyak dunia. [Shutterstock]

Suara.com - Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan hari Senin, turun setelah naik ke level tertinggi lebih dari dua bulan, di tengah galaunya China apakah akan melakukan pelonggaran atas pengetatan Covid-19.

China sendiri diketahui merupakan importir utama minyak mentah dunia.

Mengutip CNBC, Selasa (8/11/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup turun 65 sen menjadi USD97,92 per barel. Di awal sesi, Brent melonjak ke posisi USD99,56 per barel, level tertinggi sejak 31 Agustus.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, berkurang 82 sen menjadi menetap di USD91,79 per barel. Sebelumnya, WTI meningkat 74 sen ke USD93,74 per barel, tertinggi sejak 30 Agustus.

Harga naik selama sesi tersebut di tengah berita para pemimpin China sedang mempertimbangkan untuk membuka kembali ekonomi dari pembatasan ketat Covid-19 tetapi berjalan lambat dan tidak menetapkan batas waktu.

"Pasar tampaknya berpikir bahwa jika China membuka ekonominya, itu akan memperketat pasokan secara signifikan dan memberikan tekanan lebih lanjut pada harga," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group.

Namun, membebani komoditas tersebut, pejabat kesehatan China pada akhir pekan lalu menegaskan kembali komitmen mereka terhadap langkah-langkah penahanan Covid yang ketat.

Sementara itu, impor dan ekspor China mengalami kontraksi tak terduga pada Oktober, namun impor minyak mentahnya rebound ke level tertinggi sejak Mei.

Menambahkan beberapa dukungan harga, dolar AS merosot terhadap euro, Senin, dan poundsterling didukung sentimen  risk-on  dan reli di pasar saham Eropa. Melemahnya dolar membuat minyak dalam denominasi greenback lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, membantu mendorong harga lebih tinggi.

Harga minyak juga didukung oleh ekspektasi pasokan yang lebih ketat ketika embargo Uni Eropa terhadap ekspor minyak mentah Rusia dimulai pada 5 Desember, meski kilang di seluruh dunia meningkatkan produksi.

"Bagi banyak orang, sepertinya akan ada perebutan barel pada Desember, khususnya di zona euro," kata Bob Yawger, Direktur Mizuho di New York.

Penyulingan minyak Amerika pada kuartal ini akan menjalankan pabrik mereka di tingkat yang sangat tinggi, mendekati atau di atas 90 persen dari kapasitas. Sementara itu, penyulingan swasta terbesar China, Zhejiang Petroleum and Chemical Co (ZPC), meningkatkan produksi minyak solar.

Kuwait Integrated Petroleum Industries Co (KIPIC), Minggu, mengatakan fase pertama dari kilang Al Zour memulai operasi komersial, kantor berita   KUNA   melaporkan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

The Fed Penuh Ketidakpastian, Harga Minyak Dunia Meroket Hampir 5 Persen

The Fed Penuh Ketidakpastian, Harga Minyak Dunia Meroket Hampir 5 Persen

Bisnis | Senin, 07 November 2022 | 08:34 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok 2 Persen Gara-gara China Pertahankan Kebijakan Nol-Covid

Harga Minyak Dunia Anjlok 2 Persen Gara-gara China Pertahankan Kebijakan Nol-Covid

Bisnis | Jum'at, 04 November 2022 | 07:42 WIB

Nikel Indonesia Banyak Dikuasai China, Pengusaha Pribumi Makin Tak Berdaya

Nikel Indonesia Banyak Dikuasai China, Pengusaha Pribumi Makin Tak Berdaya

Bisnis | Jum'at, 04 November 2022 | 05:56 WIB

Terkini

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:22 WIB

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

IHSG Lanjutkan Tren Penguatan Pagi Ini, Melesat ke Level 7.100

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:14 WIB

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:02 WIB

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:55 WIB

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Ngeri! Macet Jabodetabek Rugikan RI Rp 100 T, BUMN Ini Punya Solusinya

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:08 WIB

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

BI dan ASEAN+3 Siaga! Ancaman Krisis Ekonomi Global Kian Nyata

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:02 WIB

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Ruijie Luncurkan Cybrey di RI Biar UKM Bisa Pakai Jaringan Kelas Kakap

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 08:01 WIB

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Tekan Beban Klaim BPJS Kesehatan, Produk Tembakau Alternatif Jadi Opsi Realistis?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:52 WIB

Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat

Kredit Tembus Rp8.659 Triliun, OJK Pastikan Kondisi Perbankan Masih Kuat

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:48 WIB

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Wall Street Kembali Melambung Tinggi Setelah Perang AS-Iran Akan Usai

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:45 WIB