Mendorong Peningkatan Produksi Buah Nusantara

Iwan Supriyatna

Kamis, 10 November 2022 | 07:50 WIB
Mendorong Peningkatan Produksi Buah Nusantara
Ilustrasi buah-buahan (Pixabay.com/Romanov)

Suara.com - Buah Nusantara merupakan komoditas yang memiliki peluang besar untuk mengisi pasar yang masih terbuka lebar. Bukan hanya pasar lokal, tapi juga pasar ekpor di mancanegara. Sayangnya produksi buah di dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Direktur Buah dan Florikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Liferdi Lukman mengatakan, produksi buah domestik terus meningkat dari tahun ke tahun. Produki buah saat ini sekitar 26,5 juta ton atau mengalami peningkatan 6 hingga 7% per tahun.

"Produksi meningkat, tapi belum mampu memenuhi kebutuhan buah dalam negeri," kata Liferdi belum lama ini.

Karena itu, pemerintah mendorong peningkatan produksi buah dalam negeri. Apalagi banyak buah Nusantara yang eksotik dan tidak berkembang di luar negeri. Sebut salak dan manggis yang jadi primadona ekspor.

Liferdi menjelaskan, sejumlah buah Nusantara sudah ada yang menembus pasar ekspor. Selain salak dan manggis yang sudah diekspor, potensi ekspor bisa datang dari mangga yang produksinya 2,8 juta ton, durian 1,35 juta ton, pisang 8,7 juta ton, dan nanas 2,88 juta ton.

Sayangnya, kata Liferdi, ekspor buah selama ini masih kecil. "Ekspor hanya 52,4 ribu ton atau 0,19%, masih sangat sedikit," ujar dia.

Diakui Liferdi, akibat pandemi Covid-19 ekspor buah sejak 2017 mengalami penurunan. Banyak pelaku usaha terkendala kontainer. "Dari volume turun, tapi dari sisi nilai mengalami peningkatan," kata dia.

Dari sisi konsumsi, Liferdi mengakui, konsumsi buah masyarakat Indonesia masih rendah. Data Badan Pusat Statistik menyebutkan, tingkat konsumsi buah hanya 36,35 kg/kapita/tahun. Di bawah standar FAO sebesar 73 kg/kapita/tahun. "Idealnya konsumsi sesuai standar FAO," ujar dia.

Tingkat konsumsi buah masyarakat Indonesia, kata Liferdi, baru sebesar 54,09% dari batas minimal angka kecukupan gizi Badan Kesehatan Dunia (WHO). Pisang merupakan buah paling banyak dikonsumsi, yakni rata-rata 24,71 gram/kapita/hari, diikuti jeruk (12,57 gram/kapita/hari), pepaya (11,71 gram/kapita/hari), dan semangka (8,57 gram/kapita/hari).

baca juga

Karena itu, kata dia, pemerintah mendorong peningkatan produksi buah Nusantara. Pemerintah, klaim dia, telah merumuskan kebijakan peningakan daya saing melalui peningkatan produksi, produktivitas, meningkatkan akses pasar dan logistik yang didukung pertanian ramah lingkungan.

"Strategi lewat pengembangan kampung buah dan pengembangan UMKM di kampung buah dan sistem digitalisasi," kata Liferdi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kementan Bidik Turki sebagai Pasar Ekspor Komoditas Pertanian

Kementan Bidik Turki sebagai Pasar Ekspor Komoditas Pertanian

Bisnis | Rabu, 09 November 2022 | 10:09 WIB

Kementan Lakukan Perubahan Kebijakan Pupuk Subsidi, Mentan: Dunia Sedang Mengalami Masa Sulit

Kementan Lakukan Perubahan Kebijakan Pupuk Subsidi, Mentan: Dunia Sedang Mengalami Masa Sulit

Bisnis | Selasa, 08 November 2022 | 11:15 WIB

Bisa Jadi Ladang Ekonomi, Salak Sabang Resmi Jadi Varietas di Kementan

Bisa Jadi Ladang Ekonomi, Salak Sabang Resmi Jadi Varietas di Kementan

Bisnis | Senin, 07 November 2022 | 19:22 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×