Bagaimana Indonesia Tunduk di Bawah Kuasa Padi

Siswanto, BBC

Kamis, 10 November 2022 | 12:20 WIB
Bagaimana Indonesia Tunduk di Bawah Kuasa Padi
BBC

Suara.com - Hilman Handoni, Podcast Flora Carita BBC Indonesia

Padi menjadi makanan pokok lebih dari tiga setengah miliar manusia, termasuk dua ratus juta lebih warga Indonesia. Namun bagaimana sejarah padi sejak zaman Kerajaan Mataram hingga kini? Kisah lengkapnya ada dalam siniar terbaru produksi BBC Indonesia, Flora Carita.

Di berbagai wilayah nusantara, padi dipersonifikasi menjadi dewi nan suci, salah satunya Dewi Sri - Ibu Kehidupan.

Sri itu dari bahasa Sansekerta artinya kekayaan, kesuburan. Dan dia adalah istri Dewa Wisnu. Dalam arca yang ditemukan di Jawa itu memegang setangkai padi di salah satu tangannya, kata Titi Surti Nastiti, arkeolog di Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Asal mula padi, apakah dari India atau China, lalu bagaimana dia dibudidaya bisa saja diperdebatkan.

Kisah tentang padi dan bagaimana tanaman ini menandai kejayaan dan keruntuhan sebuah era dapat Anda simak selengkapnya dalam siniar Flora Carita melalui tautan ini.

Anda juga dapat mendengarkan podcast Flora Carita melalui Spotify dan Apple Podcast, serta platform podcast lain pilihan Anda.

Dengarkan pula episode-episode lainnya yang berkisah tentang tanaman berbeda

Tapi di nusantara, padi tumbuh subur, utamanya di Jawa berkat kondisi iklim dan letak geografisnya. Matahari dan hujan tersedia hampir sepanjang tahun.

baca juga

Sungai-sungai membawa kesuburan dari wilayah hulu ke kawasan hilir. Deretan gunung berapi menyediakan abu vulkanis yang memperkaya unsur hara untuk segala tumbuhan termasuk padi.

Padi sudah dibudidayakan di nusantara sekira seribu lima ratus tahun yang lalu. Dia memaksa hadirnya masyarakat yang kompleks.

Dalam menanam padi, apalagi kalau tanahnya luas, itu kan membutuhkan orang lain yang membantu untuk menanam padi. Demikian juga waktu panen. Itu juga tidak mungkin dikerjakan seorang, ujar Titi.

Lalu muncullah struktur organisasi, kata Titi. Ada pejabat yang disebut huler atau hulu air supaya air terbagi dengan baik, ada juga hulu weras, pejabat desa yang mengurus perberasan. Ada juga pejabat urusan hari-hari baik dalam menanam, pejabat pengelola lumbung padi, dll.

Mungkin dari sinilah tradisi bekerja sama, semangat gotong royong itu berasal.

Tulang punggung kerajaaan-kerajaan Jawa

Sedemikian penting padi dalam nasi hadir dalam setiap ritus kehidupan yang disebut selametan. Mulai dari upacara kehamilan sampai kematian.

Nasi kuning atau nasi tumpengyang melambangkan gunung-gunung yang menjadi sumber kesuburan tanah Jawaturut disajikan.

Camilan berbahan dasar beras semacam wajik dan dodol bertahan ribuan tahun hingga sekarang.

Beras juga dikaitkan dengan mitos Dewi Sri. Dia mesti diperlakukan suci dan hati-hati.

Beras segera jadi tulang punggung kerajaan-kerajaan di Jawa.

Kata Titi, Kita sudah ekspor beras lho pada pada abad kedelapan. Dari berita-berita asing, pada abad keempat belas sampai enam belas, pada masa Majapahit itu dikatakan Portugis kita sudah mengekspor lima jenis beras.

Sejarawan dari Universitas Padjadjaran Bandung Fadly Rahman menyebut padi tak bisa dilepaskan dari politik dan kekuasaan.

Ketika Ki Ageng Pamanahan membuka wilayah kekuasaan Mataram di Mentaok atau sekarang Kota gede itu awalnya kawasan berhutan. Lalu kemudian dibabat dibersihkan. Kemudian dikembangkan pembudidayaan padi di sana. Ini dipikirkan betul, jelasnya.

Pada masa lalu, tambah dia, yang menentukan kharisma seorang penguasa adalah saat mereka memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya.

Di bawah rajanya yang paling hebat, Sultan Agung, Mataram meluaskan wilayahnya hingga hampir mempersatukan Pulau Jawa. Beras juga hadir dalam ekspansi ini.

Strategi isolasi perang yang dilakukan Mataram terhadap rival-rivalnya adalah caranya dengan mengisolasi pangan supaya musuh kelaparan.

Nafsu swasembada berujung sengsara

Mataram sebagai kerajaan agraris terpecah-pecah menjadi beberapa kerajaan, termasuk Kesultanan Yogyakarta yang keratonnya tak jauh dari Kota Gede sekarang.

Beberapa warisan Mataram masih bertahan. Termasuk semangat membiakkan padi sebanyak-banyaknya

Konon katanya apa yang dilakukan Suharto terinspirasi dari masa kekuasaan Mataram. Bagaimana kebijakan pangan yang berorientasi pada beras diadopsi pada kekuasaannya, tukas Fadly Rahman.

Presiden Suharto berambisi mencapai swasembada beras. Dan kebetulan ini ditopang juga dengan semangat zaman yang tengah dilanda Revolusi Hijau.

Revolusi Hijau hadir tentu saja dengan niat baik, yaitu untuk menjawab kelaparan dan kebutuhan warga Bumi yang terus meledak populasinya.

Kus Sri Antoro, peneliti pada Forum Masyarakat Agraris mendefinisikan Revolusi Hijau sebagai paket intensifikasi pertanian di mana satu lahan bisa memproduksi melampaui kapasitasnya.

Dengan asupan pupuk kimia, pestisida, dengan irigasi, lalu benih unggul, dan kredit.

Namun, Pestisida ini bukan hanya membunuh hama tapi juga membunuh musuh alami hama seperti capung laba-laba, sehingga ekosistemnya terganggu. Materialnya juga mencemari air tanah membunuh bakteri, makhluk yang lain termasuk manusia, kata Kus.

Tanah-tanah banjir pupuk kimia dan benih-benih unggul hasil rekayasa bertahta, menyingkirkan varietas-varietas lokal yang tak begitu produktif.

Semangat dan pendekatan Revolusi Hijau mengantarkan Indonesia swasembada beras pada 1984. Setahun berikutnya Indonesia mendapat penghargaan dari Badan Pangan Dunia FAO.

Tapi tiga tahun kemudian, Indonesia kembali membuka keran impor.

Berebut pangan dan papan

Pertanian modern telah membuat budi daya padi tak lagi sepenuhnya didikte oleh alam dan ketersediaan tenaga kerja.

Penggunaan alat-alat tradisional seperti ani-ani atau lesung yang menyerap begitu banyak tenaga kerja jadi tidak efisien dan bisa betul digantikan dengan traktor dan mesin giling.

Dengan kata lain, pertanian modern tak membutuhkan banyak interaksi manusia. Tak heran tradisi gotong royong atau panen raya semakin meredup.

Upacara-upacara khusus atau sesajen juga makin menghilang atau paling sedikit berkurang, persis seperti luasan lahan atau keberagaman benih lokal yang lambat tumbuhnya dan akhirnya terpinggirkan.

Baca juga:

Di Cikarang, kota industri terbesar di Asia Tenggara, ibu kota Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tak jauh dari ibu kota Jakarta, lahan-lahan padi menyembul di sela-sela pabrik dan permukiman.

Di kanan kiri jalan, baliho saling berebut perhatian, mempromosikan perumahan yang tampaknya baru dikembangkan.

Setiap tahun lahan pertanian di Bekasi menyusut. Karena banyak alih fungsi lahan. Peruntukan lahan juga banyak menyusut. Dari 2014 masih 51 ribu hektar. 2018 itu tinggal 42 ribu hektar, kata Wawan, wakil ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Kabupaten Bekasi.

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia juga menyebut, Indonesia kehilangan seratus dua puluh ribu hektar lahan pertanian setiap tahunnya.

Abah Kombara ketua Kelompok Tani Sri Asih II, Desa Sukamakmur Kecamatan Sukakarya, Bekasi, masih bertahan mengolah tanah, meski airnya kadang-kadang butek dan bau limbah dan solar dari pabrik tak jauh dari desanya.

Di sini ada 427 hektar, satu desa. Zona Hijau. Zona Hijau itu nggak boleh perumahan, hanya pertanian saja, kata Abah.

Desa tetangganya tak begitu beruntung, Ada [yang berubah], kata dia. [Desa] Sukajadi, tetangga kami. Itu jadi perumahan.

Lahan-lahan padi akhirnya mesti mengalah pada pabrik pada rumah. Pada jalan-jalan atau perempatan, yang riuh dengan baliho yang berebut perhatian. Menawarkan rumah buat yang punya kebutuhan.

Di Bekasi itu sekolah pertanian itu ada satu. SMK Pertanian swasta. Yang sekolahnya bukan orang Bekasi. Dari luar. Nanti suatu waktu akan berubah. Contoh kaya Suka Tani. Nama itu hanya akan jadi legenda. Akan ada patungnya. Tapi sawahnya nggak ada, tutup Wawan.

-

Tahukah Anda kalau di Jakarta pada tahun 80an, beras kuning yang dicampur koin uang disebar pada upacara pernikahan atau kematian? Selengkapnya, simak dalam siniar Flora Carita, Episode 2: Padi (Bagian 1) di tautan ini, Spotify, atau Apple Podcast.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produksi Padi September 2026 Anjlok 18,29 Persen, Dampak El Nino Mulai Terasa

Produksi Padi September 2026 Anjlok 18,29 Persen, Dampak El Nino Mulai Terasa

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 13:24 WIB

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

Hujan Mulai Turun, Ahmad Luthfi Optimis Target Produksi Padi Jateng 2026 Tercapai

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:10 WIB

Padi Reborn dan Maliq & D'Essentials Siap Tampil di Black Owl SCBD

Padi Reborn dan Maliq & D'Essentials Siap Tampil di Black Owl SCBD

Entertainment | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:53 WIB

Harga Gabah Bikin Petani Kaya, Tapi Pengusaha Penggilingan Padi Melarat

Harga Gabah Bikin Petani Kaya, Tapi Pengusaha Penggilingan Padi Melarat

Bisnis | Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:36 WIB

Minyak Goreng Rice Bran Kian Dilirik, Studi Soroti Peran Asam Linoleat bagi Risiko Diabetes Tipe 2

Minyak Goreng Rice Bran Kian Dilirik, Studi Soroti Peran Asam Linoleat bagi Risiko Diabetes Tipe 2

Health | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 17:48 WIB

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Debit Air Menyusut, Waduk Saradan Disulap Jadi Lahan Padi

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 10:00 WIB

Waduk Bili-Bili Mengering, Petani Sulap Lahan Genangan Jadi Sawah

Waduk Bili-Bili Mengering, Petani Sulap Lahan Genangan Jadi Sawah

Foto | Sabtu, 05 September 2026 | 11:00 WIB

Fadly Padi Ajak Makassar Bernyanyi untuk NTT Lewat Sound of Humanity

Fadly Padi Ajak Makassar Bernyanyi untuk NTT Lewat Sound of Humanity

News | Kamis, 03 September 2026 | 11:41 WIB

Sukses Lipat Gandakan Hasil Panen, Lucky Hakim Bongkar Kunci Sukses Pertanian Indramayu

Sukses Lipat Gandakan Hasil Panen, Lucky Hakim Bongkar Kunci Sukses Pertanian Indramayu

Entertainment | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:47 WIB

Surut Saat Kemarau, Waduk Gajah Mungkur Disulap Jadi Ladang Padi

Surut Saat Kemarau, Waduk Gajah Mungkur Disulap Jadi Ladang Padi

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Terkini

Ahmad Doli Kurnia Diseret dalam Isu Munaslub Golkar 29 November, Tegaskan Tak Tahu Menahu

Ahmad Doli Kurnia Diseret dalam Isu Munaslub Golkar 29 November, Tegaskan Tak Tahu Menahu

News | Sabtu, 07 November 2026 | 10:03 WIB

Tampung 20.300 Meter Kubik Air, Embung Batu Bangkong Jadi Andalan Cegah Banjir

Tampung 20.300 Meter Kubik Air, Embung Batu Bangkong Jadi Andalan Cegah Banjir

Foto | Sabtu, 07 November 2026 | 10:00 WIB

Estetika Kehancuran dan Perenungan di Serial Love, Death & Robots Volume 4

Estetika Kehancuran dan Perenungan di Serial Love, Death & Robots Volume 4

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 10:00 WIB

Asosiasi Industri Makanan dan Minuman: Rupiah Mengkhawatirkan

Asosiasi Industri Makanan dan Minuman: Rupiah Mengkhawatirkan

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:56 WIB

"Saya Sangat Marah Sekali!" Ungkapan Kekecewaan Jokowi Usai Mendiang Orang Tuanya Turut Dituding

"Saya Sangat Marah Sekali!" Ungkapan Kekecewaan Jokowi Usai Mendiang Orang Tuanya Turut Dituding

Video | Sabtu, 07 November 2026 | 09:55 WIB

BP BUMN Perkuat Permodalan DSI Sebagai Perantara Ekspor Tunggal

BP BUMN Perkuat Permodalan DSI Sebagai Perantara Ekspor Tunggal

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 09:40 WIB

Tanggapan Kapolda Riau soal Laporan Konten TikTok yang Catut SF Hariyanto

Tanggapan Kapolda Riau soal Laporan Konten TikTok yang Catut SF Hariyanto

Riau | Sabtu, 07 November 2026 | 09:22 WIB

Siapa Dumatno? Sosok yang Disinggung Jaksa dalam Sidang Ijazah Jokowi

Siapa Dumatno? Sosok yang Disinggung Jaksa dalam Sidang Ijazah Jokowi

News | Sabtu, 07 November 2026 | 09:13 WIB

Parfum Kahf Paling Enak Warna Apa? Ini 5 Varian dengan Karakter Aroma Berbeda

Parfum Kahf Paling Enak Warna Apa? Ini 5 Varian dengan Karakter Aroma Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 09:10 WIB

Kisah Pilu Wanita di Tulang Bawang Tertipu Pria Idaman di Aplikasi Kencan, Uang Rp110 Juta Ludes

Kisah Pilu Wanita di Tulang Bawang Tertipu Pria Idaman di Aplikasi Kencan, Uang Rp110 Juta Ludes

Lampung | Sabtu, 07 November 2026 | 09:10 WIB

×