Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Beban Hidup di Jepang Makin Tinggi Seiring Meroketnya Inflasi

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 16 November 2022 | 10:16 WIB
Beban Hidup di Jepang Makin Tinggi Seiring Meroketnya Inflasi
Peta dan Bendera Jepang (Unsplash.com/FotografiaBasica)

Suara.com - Ekonomi Jepang dalam pertama kalinya mengalami penurunan pada tahun ini. Hal ini disebabkan, inflasi yang tinggi membuat biaya beban hidup semakin mahal di Jepang.

Seperti dikutip dari Nikkei Asia, menurut data yang dirilis oleh Kantor Kabinet, perekonomian negeri matahari terbit itu turun 1,2% pada kuartal III. Kantor kabinet juga merevisi pertumbuhan ekonomi di kuartal II yang sebesar 4,6%.

Anjloknya ekonomi Jepang disebabkan juga oleh biaya energi yang mulai merangkak naik. Selain itu, loyonya kinerja mata uang Yen, membuat harga-harga di dalam negeri semakin tidak terjangkau.

"Peningkatan impor (barang) karena pelonggaran kendala pasokan dan peningkatan sementara pembayaran untuk layanan eksternal berkontribusi pada pertumbuhan negatif," kata Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno.

Dari sisi domestik, konsumsi swasta, komponen utama ekonomi Jepang, tumbuh 0,3% pada kuartal III. Meski tumbuh, angka itu mencerminkan konsumsi Jepang masih lemah di tengah inflasi yang tinggi dan kasus Covid-19 yang kembali tinggi.

Namun demikian, Matsuno menekankan bahwa ekonomi Jepang masih terbilang pulih dari pandemi, didorong dari permintaan domestik sektor swasta. Hal ini dilihat dari mulai normalnya kegiatan ekonomi dan sosial serta kemauan perusahaan untuk berinvestasi.

Investasi modal korporasi tumbuh 1,5% dari kuartal sebelumnya, melambat dari ekspansi 2,4% pada kuartal kedua. Investasi perumahan swasta menyusut 0,4%, pulih dari kontraksi 1,9% pada kuartal sebelumnya

"Dengan ekonomi global di ambang resesi, tidak mungkin Jepang bisa bertahan tanpa cedera. Ekspor dari Jepang juga cenderung lebih rendah," kata Yoshiki Shinke, seorang ekonom di Dai-ichi Life Research Institute, dalam sebuah laporan.

Ke depan, para ekonom melihat salah satu faktor positif bagi perekonomian Jepang adalah kebangkitan kembali pariwisata dalam negeri, di mana pada tahun 2019 menghasilkan 4,8 triliun yen (USD 34 miliar dengan nilai tukar saat ini).

Mulai Oktober, Jepang juga telah melonggarkan sebagian besar pembatasan perbatasan. Selain itu, mengizinkan masuk bebas visa bagi pengunjung perorangan dari 68 negara dan wilayah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Dapat Kucuran Dana Rp311 Triliun, Joe Biden Singgung Bantuan untuk Pekerja PLTU

Indonesia Dapat Kucuran Dana Rp311 Triliun, Joe Biden Singgung Bantuan untuk Pekerja PLTU

Bisnis | Selasa, 15 November 2022 | 19:06 WIB

Pemerintah Teken MoU Proyek MRT Jakarta East-West Line Fase I dengan Jepang

Pemerintah Teken MoU Proyek MRT Jakarta East-West Line Fase I dengan Jepang

Bisnis | Selasa, 15 November 2022 | 17:36 WIB

Berikut Ini yang Dibahas Dalam Pertemuan Presiden Jokowi dan PM Fumio Kishida

Berikut Ini yang Dibahas Dalam Pertemuan Presiden Jokowi dan PM Fumio Kishida

Bisnis | Senin, 14 November 2022 | 14:58 WIB

Terkini

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Nunggak Utang Pinjol Otomatis Lunas Setelah 90 Hari? Ini Fakta Pahitnya

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 15:12 WIB

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Perang Iran - AS Ganggu Bisnis, Ongkos Logistik Melonjak

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 10:09 WIB

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Misi Dagang ke Beijing, RI Bidik Investasi dan Rantai Pasok Global

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:39 WIB

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Genjot Inovasi dan Layanan, Perusahaan Dessert Ini Perkuat Dominasi Pasar Ritel

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:24 WIB

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Begini Strategi MyFundAction Ciptakan Multiplier Effect Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 09:11 WIB

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bulog Tindaklanjuti Aspirasi Petani dan Pastikan Serap Tebu Petani Blora Sesuai Harga Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 04 April 2026 | 06:17 WIB

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 18:20 WIB

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:59 WIB