Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.969,396
LQ45 677,179
Srikehati 334,465
JII 451,232
USD/IDR 17.370

Jokowi Pakai Vaksin IndoVac Booster Penguat, Wujud Apresiasi Karya Anak Bangsa

Iwan Supriyatna | Suara.com

Sabtu, 26 November 2022 | 14:08 WIB
Jokowi Pakai Vaksin IndoVac Booster Penguat, Wujud Apresiasi Karya Anak Bangsa
Presiden Joko Widodo menyaksikan penyuntikan perdana vaksin COVID-19 IndoVac di PT Bio Farma Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022). [ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden]

Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengapresiasi Pemerintah menggunakan vaksin IndoVac buatan anak negeri sebagai vaksin booster kedua atau booster penguat buat masyarakat untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Keberadaan Indonesia Vaccine atau IndoVac, menjadi bukti nyata wujud apresiasi Presiden Jokowi terhadap vaksin karya anak bangsa yang memiliki kualitas yang baik, aman, dan halal.

“Kita apresiasi, support dan mendukung langkah pemerintah yang sudah menggulirkan program vaksin booster kedua. Saya kira berikutnya kepada masyarakat kita yang belum divaksin maupun yang belum di booster, ayo selamatkan diri, perkuat diri dengan menambah daya tahan tubuh kita melalui vaksin Booster,” kata Rahmad Handoyo.

Anggota Fraksi PDIP ini menuturkan, DPR RI dan masyarakat menyambut baik vaksin IndoVac yang diproduksi dalam negeri dan sudah digunakan sebagai vaksin booster kedua. Menariknya, kata Rahmad Handoyo, Presiden Jokowi menjadikan dirinya sebagai orang pertama yang divaksin booster kedua menggunakan vaksin hasil karya anak bangsa ini.

“Saya kira sangat positif dan sambut antusias setelah menunggu sekian lama vaksin karya anak bangsa resmi digunakan, dan itu digunakan oleh bapak presiden yang ikut menjadi yang di vaksin, sekaligus bapak presiden menggerakkan kembali masyarakat untuk vaksin booster, terutama untuk lansia atau booster yang kedua,” ujarnya.

“Nah namun demikian dengan adanya karya anak bangsa ini, saya kira sudah menambah perbendaharaan vaksin atau stok vaksin kita, sehingga masyarakat jangan khawatir stok vaksin cukup. Saat ini yang menjadi PR besar adalah antusias rakyat kita yang vaksin booster sangat rendah, ayo kita menuju fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin Booster,” sambungnya.

Menurut Rahmad Handoyo, vaksin IndoVac sudah dipastikan aman untuk digunakan oleh masyarakat, dari anak muda hingga para lanjut usia (Lansia). Pasalnya, vaksin Indovac ini sebelumnya diperuntukkan kepada para tenaga kesehatan (Nakes).

“Terlebih bapak presiden juga menghimbau agar para lansia untuk vaksin booster yang kedua yang tadinya adalah hanya diperuntukkan untuk para nakes. Nah sekarang ini diperluas untuk para lansia untuk mendapatkan vaksin booster yang kedua,” ucapnya.

Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah V ini melanjutkan, Komisi IX DPR RI selalu mendukung Presiden Jokowi untuk mempercepat vaksin booster kedua, karena sebaran COVID-19 masih tinggi di Indonesia, khususnya di Jakarta. 

“Saya memahami dan mensuport betul mendukung penuh langkah yang dianjurkan oleh bapak presiden, karena saat ini pandemi masih berbahaya, beresiko bagi saudara kita yang resiko tinggi dan belum divaksin. Lansia ini harus diperkuat lagi, daya tahan tubuh melalui vaksin booster,” jelasnya.

Buat Rahmad Handoyo, penggunaan vaksin Indovac yang dibuat oleh anak bangsa dijadikan sebagai momentum untuk menggerakkan kembali percepatan vaksin booster kedua.

“Saya kira harus segera digerakkan kembali oleh seluruh eksponen-eksponen bangsa, atau pemerintah daerah khususnya,” ungkapnya.

Diakui anak buah Megawati Soekarnoputri itu, vaksin booster pertama sejauh ini belum sesuai target Pemerintah, hingga hal ini perlu digaungkan kembali agar masyarakat Indonesia kembali melakukan vaksin booster pertama dan kedua. 

“Vaksin banyak, jutaan vaksin sudah ada di Indonesia, stoknya sudah ada sehingga untuk melawan dan menangkal covid saat ini, dua hal utama ya protokol kesehatan tetapkita gunakan,” bebernya.

“Dalam rangka untuk menghindarkan diri kita dan melindungi diri kita dari terpaparnya Covid-19, sedangkan vaksin itu dalam rangka untuk menekan hospital rate-nya kalau toh pada akhirnya terpapar Covid-19 dan agar tidak sampai parah hingga masuk ke rumah sakit, nah itu tujuan utama kita untuk vaksin booster,” tutup Rahmad Handoyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Penggunaan Vaksin Indovac Buatan Dalam Negeri, Bisa Dosis Primer hingga Booster

Aturan Penggunaan Vaksin Indovac Buatan Dalam Negeri, Bisa Dosis Primer hingga Booster

News | Rabu, 23 November 2022 | 15:53 WIB

Peran Erick Thohir Dalam Upaya Wujudkan Kemandirian Kesehatan Lewat Produksi Vaksin IndoVac

Peran Erick Thohir Dalam Upaya Wujudkan Kemandirian Kesehatan Lewat Produksi Vaksin IndoVac

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2022 | 11:56 WIB

Erick Thohir Ungkap Perjalanan Vaksin Covid-19 IndoVac Buatan BUMN

Erick Thohir Ungkap Perjalanan Vaksin Covid-19 IndoVac Buatan BUMN

Bisnis | Kamis, 13 Oktober 2022 | 14:06 WIB

Terkini

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 17:04 WIB

Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh

Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:45 WIB

Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya

Gaji ke-13 ASN, TNI, Polri, dan Pensiunan Dipotong? Ini Kata Purbaya

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 16:37 WIB

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Purbaya Targetkan Kebijakan Layer Cukai Rokok Berlaku Juni 2026, Tinggal Tunggu DPR

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 15:57 WIB

Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU

Shell Mulai Jual BBM Solar Seharga Rp 30.890/Liter, Cek Daftar SPBU

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:58 WIB

Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara

Biaya Ongkir di E-Commerce Bikin Heboh, Mendag Buka Suara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:17 WIB

Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju

Indonesia Butuh Lebih Banyak Pengusaha Muda untuk Jadi Negara Maju

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 14:08 WIB

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

BI Lapor Harga Rumah Lesu Pada Awal Tahun 2026

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:58 WIB

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

BTN Siapkan KPR hingga Kredit UMKM untuk Dongkrak Ekonomi Tapanuli Utara

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:47 WIB

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

5 Tabungan yang Wajib Dimiliki Saat Muda, Bisa Jadi Bekal di Hari Tua

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 12:05 WIB