Rekind Siapkan Pabrik Percontohan Limbah Kelapa Sawit Modern

Iwan Supriyatna

Jum'at, 02 Desember 2022 | 08:59 WIB
Rekind Siapkan Pabrik Percontohan Limbah Kelapa Sawit Modern
Buah sawit. [Suaralampung.id/Agus Susanto]

Suara.com - Sekalipun dihadapkan pada situasi yang menantang pascapandemi, ternyata tidak membuat PT Rekayasa Industri (Rekind) kehilangan nyali untuk terus melahirkan karya-karya terbaiknya.

Satu di antara bukti itu, perusahaan milik negara ini tengah turut mempelopori berdirinya pabrik percontohan (pilot plant) pengolahan limbah kelapa sawit atau biasa dikenal Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dengan balutan teknologi modern di Indonesia.

Diyakini, pabrik pengolahan limbah kelapa sawit ini kelak akan melahirkan bahan baku yang di antaranya mampu menunjang produk kimia berbasis nabati dan bioethanol.

Proyek riset ini disampaikan dalam Forum 18th Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2021 Price Outlook, yang digelar oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

Rekind sebagai Anak Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) hadir untuk mendiseminasikan (memaparkan) informasi mengenai pengembangan teknologi tersebut yang saat ini dalam tahap pembangunan pabrik percontohan pengolahan limbah sawit.

“Upaya yang Rekind lakukan melalui pembangunan pilot project ini semata – mata sebagai gambaran dari semangat kami untuk bangkit dan mampu memberikan yang terbaik kepada bangsa dan negara. Langkah ini juga merupakan bagian dari dukungan kami terhadap pengembangan teknologi terbarukan ‘Merah Putih’ yang menjadi salah satu transformasi bisnis perusahaan dalam menghadapi perubahan industri global sekaligus sebagai jawaban atas tingginya daya saing industri nasional dewasa ini,” tegas Direktur Utama Rekind, Triyani Utaminingsih.

Saat ini, lanjutnya, pabrik percontohan limbah sawit dengan teknologi modern yang tengah dibangun Rekind, lokasinya berada di Cikaret, Bogor, Jawa Barat. Namun demikian, untuk mewujudkan pabrik percontohan ini, Rekind tidak bekerja sendirian, khususnya soal pengembangan teknologi modern pengolahan limbah itu.

Selain Rekind, ada tiga pihak lain yang terlibat, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Balai Besar Industri Agro (BBIA) - Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Penelitian terkait limbah kelapa sawit ini awalnya dirintis oleh Rekind bersama ITB sejak tahun 2013, dengan skala laboratorium dan rampung pada 2017. Kemudian di tahun 2019-2021, Rekind dan ITB melakukan Bench Scale Research dengan fokus pada Optimasi Desain Reaktor Skala Bench, uji coba fraksionasi (proses pemisahan) dan kelayakan tekno ekonominya.

baca juga

Guna merealisasikan hasil riset tersebut secara konkret, Rekind dan ITB digandeng BBIA untuk pengembangan teknologi skala pilot dengan pendanaan dari BPDPKS.

Kini keempat instansi ini fokus perhatiannya bertumpu pada pengembangan teknologi fraksionasi terintegrasi, yang digadang-gadang bisa mengolah limbah sawit atau Tandan Kosong Kelapa Sawit menjadi multi-produk.

Produk yang dihasilkan di antaranya, yaitu Glukosa, Xilosa, dan Lignin (GXL) yang merupakan bahan baku untuk produksi bahan kimia dan bahan bakar berbasis bahan nabati.

Untuk Xilosa produk turunannya nantinya akan menjadi pabrik Xylitol (pemanis alami yang bermanfaat bagi kesehatan, misalnya kesehatan tulang dan gigi). Untuk Glukosa produk turunannya akan jadi pabrik Butandiol (zat yang banyak dipergunakan dalam produk kosmetika) dan Bioethanol Fuel (bahan bakar alternatif ramah lingkungan) dan Untuk Lignin nantinya akan jadi BTX Plant (BTX ialah Benzene, Toluene, dan Xylene yang merupakan bahan baku utama industri, misalnya pada industri serat sintetik dan pelembut).

“Meskipun demikian, dalam kerjasama ini disepakati hasil multi produk tersebut hanya diarahkan untuk menghasilkan produk kimia nabati dan bahan bakar berbasis bahan nabati dimana salah satu produk turunannya adalah bioethanol,” ungkap wanita yang akrab disapa Yani tersebut.

Jika pabrik percontohan ini mampu berjalan sesuai harapan yang disepakati, selanjutnya akan dibangun pabrik skala komersial dengan kapasitas 60.000 Ton Limbah Sawit basis basah per tahun.

“Dengan adanya pabrik komersial ini diharapkan industri kelapa sawit akan berkelanjutan sehingga dapat menjadi tonggak perekonomian global, di mana Negara Indonesia merupakan penghasil kelapa sawit terbesar di dunia,” ujar Yani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekind dan Kaltim Parna Industri Sepakat Bangun Pabrik CO2 Cair Kapasitas 50 Ribu Ton di Bontang

Rekind dan Kaltim Parna Industri Sepakat Bangun Pabrik CO2 Cair Kapasitas 50 Ribu Ton di Bontang

Bisnis | Jum'at, 25 November 2022 | 15:36 WIB

Anak Usaha Rekind Bangun Kerjasama Elektrikal Dukung Target NZE 2060

Anak Usaha Rekind Bangun Kerjasama Elektrikal Dukung Target NZE 2060

Bisnis | Rabu, 23 November 2022 | 08:50 WIB

Rekind Kirim Tracon untuk Hadiri Forum Fasilitas Produksi Migas 2022

Rekind Kirim Tracon untuk Hadiri Forum Fasilitas Produksi Migas 2022

Bisnis | Selasa, 08 November 2022 | 13:17 WIB

Terkini

Polres Cimahi Musnahkan 150 Kilogram Tembakau Sintetis Hasil Penggerebekan di Batujajar

Polres Cimahi Musnahkan 150 Kilogram Tembakau Sintetis Hasil Penggerebekan di Batujajar

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Memetik Pelajaran Kehidupan dari Buku Harapan Semu untuk Sebuah Masalah

Memetik Pelajaran Kehidupan dari Buku Harapan Semu untuk Sebuah Masalah

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Urutan Pemakaian Krim Pagi, Sunscreen, dan Air Mawar sebagai Setting Spray

Urutan Pemakaian Krim Pagi, Sunscreen, dan Air Mawar sebagai Setting Spray

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Pastikan Pelayanan Siap, Wali Kota Solo Cek Persiapan Haul Solo

Pastikan Pelayanan Siap, Wali Kota Solo Cek Persiapan Haul Solo

Surakarta | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:58 WIB

Nasib Apes Casriah Warga Sukabumi: Utangi Teman Miliaran Rupiah, Jaminan Sertifikat Malah Disita BNN

Nasib Apes Casriah Warga Sukabumi: Utangi Teman Miliaran Rupiah, Jaminan Sertifikat Malah Disita BNN

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Anti-Breakout! 4 Hybrid Sunscreen Mugwort Redakan Kemerahan dan Iritasi

Anti-Breakout! 4 Hybrid Sunscreen Mugwort Redakan Kemerahan dan Iritasi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Bakom RI Bakal Manfaatkan AI untuk Sosialisasikan Program dan Pemikiran Presiden Prabowo

Bakom RI Bakal Manfaatkan AI untuk Sosialisasikan Program dan Pemikiran Presiden Prabowo

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Hadapi Persis Solo, Kendal Tornado FC Akui Jadi Ujian Mental di Stadion Manahan

Hadapi Persis Solo, Kendal Tornado FC Akui Jadi Ujian Mental di Stadion Manahan

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:47 WIB

RI Mau Pakai Teknologi Norwegia Bangun PLTA

RI Mau Pakai Teknologi Norwegia Bangun PLTA

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:46 WIB

5 Aktivitas Seru Buat Merayakan Euforia Pertandingan Sepak Bola

5 Aktivitas Seru Buat Merayakan Euforia Pertandingan Sepak Bola

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:44 WIB

×