Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.092,467
LQ45 682,759
Srikehati 330,936
JII 470,691
USD/IDR 17.400

Capai Babak Perempat Final, Berikut Hadiah Piala Dunia Qatar 2022

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 07 Desember 2022 | 16:06 WIB
Capai Babak Perempat Final, Berikut Hadiah Piala Dunia Qatar 2022
Ilustrasi piala dunia (Unsplash/Rhett Lewis)

Suara.com - Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi piala dunia paling mahal sepanjang sejarah. Tak sekadar dari sektor penjualan tiket, tetapi juga akomodasi dan biaya lainnya sepanjang gelaran pesta akbar sepakbola tersebut. 

Hadiah juara Piala Dunia Qatar 2022 ini juga akan menjadi hadiah terbesar sepanjang masa. Nilainya sangat fantastis. Dilansir dari Doha News, total hadiah di Piala Dunia 2022 Qatar ini mencapai USD 440 juta atau sekitar Rp6,3 triliun. Hadiah tersebut akan dibagikan kepada negara-negara yang berhasil menjadi juara Piala Dunia Qatar 2022.

Pemenang Piala Dunia 2022 akan mendapatkan hadiah USD 42 juta atau sekitar Rp610 miliar. Sementara runner up atau peringkat kedua akan menyabet USD 30 juta atau Rp436 miliar. Kemudian tim juara ketiga akan mengantongi USD 27 juta atau Rp392 miliar dan peringkat keempat akan mendapatkan USD 25 juta atau Rp363 miliar. 

Total jumlah hadiah Piala Dunia 2022 ini meningkat signifikan jika dibandingkan dengan total hadiah Piala Dunia 2018 lalu di Rusia. Dilansir dari Financial Tribune, total hadiah uang tunai yang disediakan saat itu hanya USD 400 juta atau setara Rp5,4 triliun. Nilai itu pun sebetulnya sudah lebih besar 12 persen dibandingkan yang tersedia pada Piala Dunia 2014.

Piala Dunia Termahal

Qatar diketahui menggelontorkan duit USD 229 miliar atau setara Rp3.598,96 triliun (kurs Rp15.716). Dana tersebut untuk mempercantik stadion, transportasi, hingga akomodasi.

Dengan dana sebesar itu, menjadikan Piala Dunia Qatar menjadi yang termahal sepanjang sejarah. Sebelumnya dilaporkan, tuan rumah piala dunia hanya mengeluarkan rata-rata hanya miliar dolar AS untuk persiapan penyelenggaraan.

Misalnya, Afrika Selatan dilaporkan menghabiskan USD 3,6 miliar pada Piala Dunia 2010, Jerman mengeluarkan USD 4,3 miliar pada tahun 2006), dan Jepang dan Korea Selatan mengucurkan dana USD 7 miliar pada tahun 2002.

Sedangkan, stadion dan proyek infrastruktur lainnya dari Piala Dunia 2014 di Brasil menelan biaya USD 15 miliar, sementara sebanyak USD 11,6 miliar dihabiskan untuk Piala Dunia 2018 di Rusia.

Sekretaris jenderal komite, Hassan Al Thawadi mengatakan, biaya renovasi dan pembangunan stadion rata-rata sebesad USD 8 miliar- USD 10 miliar. Dana sebesar itu digunakan untuk memperbaiki sistem pendingin di semua stadion yang digunakan. Kemudian, rumput yang digunakan di lapangan Piala Dunia telah ditanam di pembibitan khusus menggunakan benih rumput impor, dan harus tetap sejuk dan disiram dengan baik.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belanda Sudah Punya Cara Matikan Lionel Messi, Louis van Gaal: Saya Tidak Bocorkan ke Media

Belanda Sudah Punya Cara Matikan Lionel Messi, Louis van Gaal: Saya Tidak Bocorkan ke Media

Bola | Rabu, 07 Desember 2022 | 15:58 WIB

Cerita Lain Timnas Indonesia Saat Tanding di Piala Dunia 1938, Boneka Misterius yang Dianggap Jimat

Cerita Lain Timnas Indonesia Saat Tanding di Piala Dunia 1938, Boneka Misterius yang Dianggap Jimat

| Rabu, 07 Desember 2022 | 15:50 WIB

Beri Rekor bagi Pepe dan Ramos, Ini 4 Fakta Unik Kemenangan Portugal atas Swiss di Piala Dunia 2022

Beri Rekor bagi Pepe dan Ramos, Ini 4 Fakta Unik Kemenangan Portugal atas Swiss di Piala Dunia 2022

Your Say | Rabu, 07 Desember 2022 | 15:14 WIB

Belanda vs Argentina: Louis Van Gaal Bakal Bikin Lionel Messi Mati Kutu

Belanda vs Argentina: Louis Van Gaal Bakal Bikin Lionel Messi Mati Kutu

| Rabu, 07 Desember 2022 | 15:13 WIB

Jepang Babak Belur Digerus Kroasia, Ekonominya di 2023 Diprediksi Suram

Jepang Babak Belur Digerus Kroasia, Ekonominya di 2023 Diprediksi Suram

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2022 | 15:10 WIB

Alasan Bruno Fernandes Layak Raih Bola Emas Piala Dunia 2022, Pemain Terbaik Turnamen

Alasan Bruno Fernandes Layak Raih Bola Emas Piala Dunia 2022, Pemain Terbaik Turnamen

Bola | Rabu, 07 Desember 2022 | 14:58 WIB

Terkini

Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak

Purbaya Sebut KEK Finansial di Bali Bakal Mirip Dubai, Tak Akan Tarik Pajak

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:50 WIB

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

MinyaKita Makin Mahal, Harganya Tembus Rp 22.000

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:10 WIB

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Pengamat: Industri Baja RI Terancam Kehilangan Pelanggan

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:03 WIB

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Setor Rp213 Triliun ke Negara, IHT Kini Tertekan Kebjakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:55 WIB

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Harga Acuan Beras Dinilai Sudah Tak Realistis, Berapa Seharusnya?

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:45 WIB

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Pertagas Pegang Kendali Pipa Gas Cisem II

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:28 WIB

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

METI: Energi Hijau Bukan Sekadar Kurangi Emisi, Tapi Buka Peluang Ekonomi Baru

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:23 WIB

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Jika Impor Baja China Dibiarkan, Penutupan PT Krakatau Osaka Steel Akan Disusul Perusahaan Lain

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:18 WIB

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bos BI Jamin Cadangan Devisa Tak Akan Goyah untuk Intervensi Rupiah

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:17 WIB

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Pertamina dan Apache Bahas Peluang Kolaborasi Global Pengembangan Reservoir Kompleks

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:06 WIB