Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rekind Mulai Bangun Pabrik CO2 Cair Kapasitas 50 Ribu Ton Milik KPI di Bontang

Iwan Supriyatna | Suara.com

Jum'at, 16 Desember 2022 | 15:27 WIB
Rekind Mulai Bangun Pabrik CO2 Cair Kapasitas 50 Ribu Ton Milik KPI di Bontang
PT Rekayasa Industri (Rekind) tetap mendapat kepercayaan besar untuk mengerjakan proyek EPC.

Suara.com - Di tengah situasi sulit dan besarnya tantangan yang dihadapi, PT Rekayasa Industri (Rekind) tetap mendapat kepercayaan besar untuk mengerjakan proyek EPC. Kepercayaan tersebut datang dari PT Kaltim Parna Industri (KPI) yang meminta perusahaan EPC milik bangsa tersebut membangun Pabrik Karbon Dioksida (CO2) Cair miliknya di Kota Bontang, Kalimantan Timur. 

Kapasitas Pabrik Karbon Dioksida Cair yang akan dibangun Rekind ini mencapai 50 ribu ton per tahun. Tidak berhenti disitu itu, oleh KPI Rekind juga digandeng untuk mengembangkan usahanya di sektor ini serta memberikan masukan atau ide hilirisasi agro based industry sesuai keahlian dan kemampuan yang dimiliki Rekind. 

Atas kepercayaan itu, tentu menyiratkan gambaran, KPI tidak sedikitpun meragukan kompetensi yang dimiliki Rekind, meskipun saat ini satu-satunya perusahaan EPC di tanah air itu tengah diguncang beragam tantangan kuat. 

Di balik dinamika itu, mengacu pada track record-nya, Rekind selalu menjunjung tinggi komitmennya untuk selalu menyelesaikan pekerjaan dengan hasil terbaik, meskipun tengah berhadapan dengan situasi sulit sekalipun. 

Besarnya kepercayaan yang diberikan KPI kepada Rekind ditandai dengan pelaksanaan Ground Breaking CO2 Liquefaction Plant di Bontang, Kalimantan Timur.

Pelaksanaan momen bersejarah yang digelar pada Jumat (16/12) dihadiri oleh Direktur Utama Rekind, Triyani Utaminigsih, Direktur Operasional/Pengembangan Teknologi Rekind Yusairi, didampingi Direktur Utama KPI Hari Supriyadi. Disaksikan juga oleh Charles A. Simbolon, Perwakilan Pemegang Saham dan Dewan Komisaris KPI. Dengan kegiatan ground breaking tersebut, pertanda proyek ini mulai dikerjakan Rekind.

“Ini merupakan momen yang sangat bersejarah sekaligus memompa semangat kami untuk bisa lebih kuat mengepakkan sayap untuk bisa keluar dari persoalan yang dihadapi. Sepanjang 41 tahun berdiri, Rekind sudah menyelesaikan lebih dari 146 proyek melalui dukungan talenta sekitar 1000 engineer terbaiknya. Apapun situasi yang tengah dihadapi, Rekind tidak pernah sekalipun meninggalkan tanggungjawab terhadap pelaksanaan kegiatan proyek yang dikerjakannya. Saya yakin, kompetensi dan besarnya komitmen Rekind inilah yang menjadi landasan kuat KPI memberikan kepercayaan besarnya kepada Rekind,” ungkap Direktur Utama Rekind Triyani Utaminingsih.

Rekind, lanjutnya, akan memberikan jasa pembangunan proyek bagi kepentingan KPI sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku serta tertuang dalam perjanjian kerjasama.

“Dalam proyek ini Rekind tidak hanya fokus melaksanakan kegiatan EPC, tetapi juga akan membantu KPI untuk mengembangkan usahanya serta memberikan masukan atau ide hilirisasi agro based industry,” tegas wanita ramah yang akrab disapa Yani tersebut.

Kepercayaan besar ini bisa diperoleh Rekind karena perusahaan yang usianya menginjak 41 tahun tersebut terus meningkatkan kompetensinya di sektor kimia dan petrokimia sejak tahun 2001. 

Di tahun tersebut Rekind terus menjalin aliansi strategis, baik mitra lokal maupun internasional. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah. Kerjasama ini dilakukan berdasarkan atas basis proyek atau jadwal (project based period based). 

Upaya mendongkrak nilai tambah tersebut pernah dilakukan Rekind dengan BASF, produsen bahan kimia ternama di dunia. BASF pemilik teknologi proses dari Jerman.

Teknologi ini menggunakan teknik pemisahan CO2 secara absorbsi kimiawi dengan sistem MDEA. Pihak BASF memberikan lisensi penggunaan teknologi removal kepada Rekind untuk bisa ikut serta dalam tender proyek pembangunan pabrik CO2 removal dan proyek-proyek petrokimia lainnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekind Siapkan Pabrik Percontohan Limbah Kelapa Sawit Modern

Rekind Siapkan Pabrik Percontohan Limbah Kelapa Sawit Modern

Bisnis | Jum'at, 02 Desember 2022 | 08:59 WIB

Rekind dan Kaltim Parna Industri Sepakat Bangun Pabrik CO2 Cair Kapasitas 50 Ribu Ton di Bontang

Rekind dan Kaltim Parna Industri Sepakat Bangun Pabrik CO2 Cair Kapasitas 50 Ribu Ton di Bontang

Bisnis | Jum'at, 25 November 2022 | 15:36 WIB

Anak Usaha Rekind Bangun Kerjasama Elektrikal Dukung Target NZE 2060

Anak Usaha Rekind Bangun Kerjasama Elektrikal Dukung Target NZE 2060

Bisnis | Rabu, 23 November 2022 | 08:50 WIB

Terkini

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 21:40 WIB

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 20:05 WIB

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:38 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:58 WIB

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:44 WIB

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 17:41 WIB

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:46 WIB

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:39 WIB

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 16:20 WIB