Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Targetkan 15 Ribu Bantuan RTLH di 2023, Ganjar Siap Entaskan Kemiskinan

Iwan Supriyatna

Selasa, 27 Desember 2022 | 07:20 WIB
Targetkan 15 Ribu Bantuan RTLH di 2023, Ganjar Siap Entaskan Kemiskinan
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Suara.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menargetkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 15 ribu unit di tahun 2023. Ganjar juga menambah nilai bantuan RTLH menjadi Rp18 juta untuk material dan Rp2 juta untuk padat karya.

Ganjar menyatakan siap mengentaskan kemiskinan di Jateng lewat program tersebut. Menurut Ganjar, RTLH adalah bentuk kepedulian pemerintah untuk masyarakat kategori miskin.

"Karena RTLH itu salah satu bagian yang kita mesti peduli kepada masyarakat, terutama kategori miskin. Kalau kita bicara indikator-indikator kemiskinan, ini barang yang paling bisa cepat digarap," kata Ganjar.

Di tahun 2022 ini, Ganjar berhasil menuntaskan target 11.417 bantuan rehabilitasi RTLH. Realisasi target Pemprov Jateng melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) itu mencapai seratus persen.

"Kalau kita bicara rumah itu kan ada alas, lantai, dinding, kalau itu bagus skornya (indikator pengentasan kemiskinan) pasti naik. Tinggal ditambah jamban, ditambah air, ditambah air itu akan bisa menjadi lebih bagus lagi," tandas Ganjar.

Ganjar mengatakan, target RTLH di 2023 nanti juga akan disandingkan dengan berbagai program dan kolaborasi untuk agar maksimal entaskan kemiskinan. Misalnya dari CSR perusahaan dan penghimpunan zakat dari Baznas.

"Terbayangkan ngga kalau itu kita keroyok. Belum kita menggerakan yang lain loh ya, partisipasi masyarakat, CSR, Baznas, filantrop, itu banyak sekali. Dan kemarin juga banyak orang bertemu saya ingin membantu pada soal itu," katanya.

Ganjar menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti menggerakan program sosial dan pengentasan kemiskinan. Menurut Ganjar, dalam hal ini kehadiran pemerintah sangat penting untuk membantu masyarakat.

"Maka kita tidak berhenti untuk itu, maka sebenarnya itu juga akan menurunkan angka kemiskinan yang ada dengan keroyokan," kata Ganjar.

baca juga

Sejak awal kepemimpinan Ganjar pada 2013, jumlah bantuan RTLH di Jateng terus bertambah. Mulanya, rehab RLTH baru direalisasikan 900 unit pada 2013-2014, kemudkan di tahun-tahun berikutnya angka rehabnya berkisar 11 ribu unit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ganjar Tambah 15 Ribu Bantuan RTLH di 2023, Targetnya Semester I Rampung

Ganjar Tambah 15 Ribu Bantuan RTLH di 2023, Targetnya Semester I Rampung

Bisnis | Senin, 26 Desember 2022 | 10:03 WIB

Satu Juta Warga di Jateng Tercatat Bebas dari Kemiskinan

Satu Juta Warga di Jateng Tercatat Bebas dari Kemiskinan

Bisnis | Minggu, 25 Desember 2022 | 19:57 WIB

Diperintah Jokowi Atasi Kemiskinan Ekstrem di Daerah Ini, Mensos Risma Gandeng Bank Indonesia

Diperintah Jokowi Atasi Kemiskinan Ekstrem di Daerah Ini, Mensos Risma Gandeng Bank Indonesia

News | Sabtu, 24 Desember 2022 | 10:59 WIB

Terkini

Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!

Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:08 WIB

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:37 WIB

Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya

Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:36 WIB

Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT

Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:15 WIB

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:02 WIB

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:47 WIB

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong  Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29 WIB

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:11 WIB

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:58 WIB