Data Pasien Disembunyikan Usai Ledakan Kasus COVID-19 di China, Satgas Buka Suara

M Nurhadi Suara.Com
Jum'at, 30 Desember 2022 | 10:55 WIB
Data Pasien Disembunyikan Usai Ledakan Kasus COVID-19 di China, Satgas Buka Suara
Sebagai Ilustrasi-Sukarelawan asing bantu perangi COVID-19 di China. (ANTARA)

Suara.com - Otoritas kesehatan China buka suara usai ramai pemberitaan peningkatan kematian akibat COVID-19 selama gelombang terbaru virus corona yang menyita perhatian publik internasional.

"Dalam perspektif kesehatan masyarakat, sangat sulit menentukan penyebab kematian secara akurat pada tahap awal penularan," kata Liang Wannian, Ketua Dewan Pakar Tanggap COVID-19 Komisi Kesehatan Nasional China (NHC), kepada pers, Kamis (29/12/2022) lalu.

Ia menyebut, jumlah kematian tersebut adalah data penting dalam menentukan bagaimana penyakit tersebut mampu merusak kesehatan dan menghilangkan nyawa warga.

"Periode sekarang ini, kami harus memprioritaskan pencegahan kasus parah dan kasus kematian. Hal ini juga untuk menyesuaikan target pencegahan yang mengutamakan pada pencegahan kematian," ujarnya, dikutip via Antara.

China belakangan ini dikabarkan tengah kewalahan menghadapi kasus COVID-19 yang menimbulkan banyak kematian.

China dituduh mengabaikan maraknya kasus-kasus kematian, terutama sejak NHC memutuskan tidak lagi mempublikasikan data kasus harian COVID-19, termasuk angka kematian, pada Minggu (25/12) lalu.

Pejabat NHC lainnya, Jiao Yahui mengatakan, ada dua standar internasional dalam menentukan kasus kematian akibat COVID-19.

Pertama, orang yang terinfeksi virus corona dengan hasil tes PCR positif dan meninggal karena kegagalan sistem pernapasan akibat COVID-19.

Kedua, orang yang meninggal dalam jangka 28 hari setelah terinfeksi virus corona.

Baca Juga: Sinovac Habis, Stok Vaksin Covid-19 Anak 6-11 Tahun di Jakarta Kosong

"China mengadopsi standar pertama sejak 2020," kata Jiao.

Dalam mengumumkan kasus kematian akhir-akhir ini, China membaginya dalam dua kategori: kematian pasien COVID-19 yang murni disebabkan oleh COVID-19 dan kematian pasien COVID-19 akibat penyakit bawaannya.

"China secara konsisten memegang standar ilmiah dalam mengidentifikasi kasus kematian akibat virus corona dan standar tersebut berlaku secara internasional," imbuh Jiao.

Sejumlah rumah sakit di negara itu juga telah menerima arahan untuk menyelamatkan nyawa pasien tanpa memandang penyebab keparahan penyakitnya.

"Semua kematian yang disebabkan oleh virus corona akan dilaporkan sesuai dengan aturan yang berlaku," kata Jiao seperti dikutip media lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI