Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Awal Tahun, RI Lakukan Impor Pangan 4 Komoditas

Iwan Supriyatna | Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 11 Januari 2023 | 08:54 WIB
Awal Tahun, RI Lakukan Impor Pangan 4 Komoditas
Kepala Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi (tengah) saat berkunjung ke stan Gelar Pangan Nusantara (GPN) di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (22/10/2022). ANTARA/HO-Badan Pangan Nasional

Suara.com - Pemerintah lewat Badan Pangan Nasional berencana melakukan aksi impor pangan pada tahun ini. Terdapat empat komoditas yang akan dipasok lewat impor yaitu, bawang putih, kedelai, daging ruminansia sapi dan kerbau, dan gula konsumsi.

"Jadi, kita sudah siapkan neraca komoditas dari Kemenko Perekonomian atau komoditas yang diimpor itu bawang putih, gula konsumsi, daging ruminansia kerbau dan sapi, kedelai," ujar Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi di Jakarta yang ditulis, Rabu (11/1/2023).

Terkait impor beras, tutur Arief, pihaknya tidak memasukkan lagi ke daftar impor. Pasalnya, impor beras tahun 2023 ini merupakan rencana lanjutan yang telah berlangsung pada akhir tahun 2022.

"Kalau beras memang sudah carry dari tahun sebelumnya, 500.000 ton, 200.000 di Desember, 300.000 Januari- Februari," jelas Arief.

Di sisi lain, Arief menyebut, pemerintah tidak hanya bergantung pada impor saja. Beberapa komoditas, seperti Jagung justruk akan diekspor ke berbagai negara tujuan.

"Sudah kita jadwalkan 3 bulan pertama untuk ekspor jagung ke Vietnam, Filipina, kemudian Malaysia. Kita udah ketemu Dubes, udah ketemu pengusaha Malaysia. Jadi ini yang badan pangan kerjakan," imbuh Arief.

Sebelumnya, upaya Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk tidak melakukan impor beras selama empat tahun berturut-turut sudah pupus. Pasalnya, Indonesia kedatangan beras impor dari tiga negara, yaitu Vietnam, Thailand, dan Pakistan.

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso menjelaskan, impor ini untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP) yang per November hanya kurang dari 500 ribu ton.

Hari ini, Buwas sapaan akrabnya, Perum Bulog mendapat pasokan beras dari Vietnam sebesar kurang lebih 5.000 ton. Pasokan ini khusus untuk disalurkan di sekitar Jabodetabek.

"Hari ini kurang lebih 5.000 ton dari Vietnam. Hanya disini aja ya, nanti kan ada di Serang, Merak itu dari Thailand kurang lebih sama," ujarnya di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (16/12/2022).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebijakan Satu Data Pemerintah Belum Maksimal, Kasus Impor Beras Jadi Buktinya

Kebijakan Satu Data Pemerintah Belum Maksimal, Kasus Impor Beras Jadi Buktinya

Bisnis | Rabu, 28 Desember 2022 | 12:55 WIB

Polemik Impor Beras dan Pangan, Mendag Zulhas Bicara Soal Stimulus Atasi Masalahnya

Polemik Impor Beras dan Pangan, Mendag Zulhas Bicara Soal Stimulus Atasi Masalahnya

Bisnis | Selasa, 27 Desember 2022 | 16:23 WIB

Mendag Janji Impor Beras Tidak Dilanjutkan Hingga Februari 2023

Mendag Janji Impor Beras Tidak Dilanjutkan Hingga Februari 2023

Bisnis | Selasa, 27 Desember 2022 | 14:18 WIB

Terkini

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:48 WIB

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB