Rata-rata Transaksi Harian Bursa Anjlok 5,27% Pekan Ini, Efek Investor Kabur ke China?

Minggu, 29 Januari 2023 | 08:48 WIB
Rata-rata Transaksi Harian Bursa Anjlok 5,27% Pekan Ini, Efek Investor Kabur ke China?
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Data perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode tanggal 24 sampai dengan 27 Januari 2023 atau pekan ini mayoritas ditutup pada teritori positif. Meski demikian nilai rata-rata transaksi harian Bursa mengalami penurunan.

Mengutip data RTI, Minggu (28/1/2023) rata-rata frekuensi transaksi harian Bursa mengalami peningkatan sebesar 2,91% menjadi 1.127.816 transaksi selama sepekan dari 1.095.938 transaksi pada sepekan sebelumnya.

Begitu juga dengan nilai kapitalisasi pasar Bursa pada pekan ini juga meningkat 0,45% menjadi Rp9.504,337 triliun dari Rp9.462,098 triliun pada pekan yang lalu.

Kemudian, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan pekan ini mengalami penguatan sebesar 0,35% atau berada pada posisi 6.898,981 dari 6.874,931 pada penutupan pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian Bursa mengalami perubahan sebesar 0,92% menjadi 20,107 miliar saham dari 20,294 miliar saham pada penutupan pekan yang lalu.

Perubahan sebesar 5,27% terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian Bursa menjadi Rp9,706 triliun dari Rp10,246 triliun pada pekan sebelumnya.

Investor asing pada akhir pekan kemarin mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp919,03 miliar dan sepanjang tahun 2023 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp2,818 triliun.

Sebelumnya BEI angkat suara perihal terus turunnya rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) di pasar modal Indonesia yang hanya sekitar Rp10 triliunan per harinya.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy mengatakan, penurunan transkasi saat ini disebabkan oleh berbagai faktor yang menjadi sentimen negatif ke pasar modal Indonesia, seperti Januari effect hingga perekonomian China yang kembali menggeliat usai kebijakan lockdown dicabut.

Baca Juga: BEI Kaji ARB Saham Pemantauan Khusus Mentok Rp1 per Lembar

“Biasanya Januari efek kan. Terus ada beberapa faktor yang kita tau China muai buka mungkin banyak investor mau kesana,” kata Irvan di Gedung BEI Jakarta, Jumat (27/1/2023).

Meski demikian dirinya pun optimistis bahwa nilai rata-rata transaski saham di pasar modal bisa kembali meningkat pada tahun ini hingga mencapai target sebesar Rp14,75 triliun.

Sejumlah strategi pun telah disiapkan BEI, salah satunya meluncurkan beberapa instrumen baru pada tahun ini, selain itu banyaknya perusahaan yang berencana untuk IPO juga diharapkan dapat meningkatkan transaksi harian.

"Kita optimis biasanya bulan-bulan selanjutnya kita boosting up. Kita optimis kita bisa mencapai target kita,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI