Panen Raya Padi Nusantara Berlanjut di Ngawi, Presiden Jokowi: Di Sini Capai 10 Ton per Hektare

Fabiola Febrinastri

Sabtu, 11 Maret 2023 | 11:21 WIB
Panen Raya Padi Nusantara Berlanjut di Ngawi, Presiden Jokowi: Di Sini Capai 10 Ton per Hektare
Presiden Joko Widodo dan Mentan SYL Panen Raya Padi Nusantara 1 Juta Hektare (ha) di Ngawi, Jatim. (Dok: Kementan)

Suara.com - Masih dalam rangka Panen Raya Padi Nusantara 1 Juta Hektare (ha), Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan panen padi di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Panen raya serentak kali ini dilakukan di 18 provinsi dan 91 kabupaten, guna mengawal produksi padi melimpah pada puncak panen raya Maret-April 2023.

Sebelumnya, 9 Maret, panen raya berlangsung di Kabupaten Kebumen secara serentak di 30 provinsi dan 113 kabupaten. 

"Kemaren di Kebumen dan sekarang panen raya di Kabupaten Ngawi Provinsi Jawa Timur. Saya melihat ada perbedaan, terutama di produktivitas per ha. Di sini, sudah ada yang mencapai 10 ton per ha, ada yang 8 ton per ha dan Kebumen 5 sampai 6 ton per ha," ujar Presiden Jokowi, di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Sabtu (11/3/2023).

Jokowi menjelaskan perbedaan produktivitas tersebut, karena setiap daerah memiliki kesuburan tanah yang berbeda-beda dan memiliki manajemen yang berbeda mengenai pengairan dan lain-lain. Tetapi yang paling penting, harga gabah harus segera ditentukan. Jangan sampai harganya jatuh, karena panen raya berlangsung di seluruh wilayah Indonesia.

"Pembelian gabah, nantinya oleh Bulog dan jelas harga GKP (gabah kering panen)-nya berapa," terangnya.

"Petani diharapkan agar melakukan percepatan tanam. Usai panen harus segera olah lahan untuk tanam lagi. Jangan biarkan jeda terlalu lama, karena ini hujannya masih ada, airnya masih ada, agar kersediaan beras kita semakin aman," pinta Jokowi.

Sementara itu, Mentan SYL mengatakan, Panen Raya Padi Nusantara yang kedua oleh Presiden Jokowi ini melambangkan panen bersama 1 juta ha, walaupun data secara keseluruhan menunjukan pada Februari ini luasnya mencapai 1,20 juta ha, dengan perkiraan produksi 6,39 juta ton GKG, setara beras 3,68 juta ton.

Selanjutnya Maret, seluas 1,70 juta ha dengan produksi 9,14 jt ton GKG setara beras 5,26 juta ton dan April 1,15 juta ha dengan produksi 6,09 juta ton GKG setara beras 3,51 juta ton.

"Kita berharap, panen yang lebih cepat ini kita maksimalkan serentak, karena kita menghadapi cuaca kemarau panjang. Walaupun ternyata saat panen ini, hujan masih ada, maka anomali cuaca ini harus kita perhitungkan," ujarnya.

baca juga

SYL pun menegaskan, pihaknya siap merealisasiakan cepat perintah Presiden Jokowi untuk dilakukan percepatan tanam padi setelah panen raya, bersinergi dengan para kepala daerah. Adapun dari total lahan sawah 7,4 juta ha, percepatan tanam seluas 1 sampai 10 juta ha harus dilakukan.

"Lahan sawah kita sebenarnya 7,4 juta ha, tapi luas tanam lebih dari itu, agar ada percepatan tanam. Jangan dikasih jeda terlalu lama, karena air masih ada. Kami bersama gubernur dan bupati akan serempak melakukan langkah itu," tuturnya.

Lebih lanjut SYL menyebutkan, produksi padi di Kabupaten Ngawi jauh lebih tinggi, mencapai 8 ton per ha, jika dibanding daerah lainnya yang hanya 6 ton per ha. Padahal lahan di Kabupaten Ngawi bukan sawah irigasi, tapi menggunakan pompa air namun perlakuanya oleh petani cukup baik.

"Oleh karena itu, perintah Presiden untuk perbanyak dryer, power thresher, bahkan karena harga gabah lebih tinggi menggunakan combine dibanding sabit, maka perbanyak combie dan kami siap sampai 1.000 unit menggunakan dana KUR. Bahkan penggilingan padi harus dibina dengan baik dan menggunakan KUR untuk meningkatkan kelasnya agar kualitas beras yang dihasilkan juga bagus," ucapnya.

Luas panen pada Maret 2023 di Kabupaten Ngawi sendiri 32.676 ha dari luas panen Provinsi Jawa Timur 375.403 ha. Harga gabah saat ini di Kabupaten Ngawi untuk panen secara manual Rp4.700 sampai 4.900 /Kg sementara yang menggunakan combine harvester Rp 5.000 sampai Rp 5.500 /Kg.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panen Raya Serempak Kementan, Food Estate Kapuas Hasilkan 5,2 Ton per Hektare

Panen Raya Serempak Kementan, Food Estate Kapuas Hasilkan 5,2 Ton per Hektare

Bisnis | Jum'at, 10 Maret 2023 | 18:13 WIB

Kebumen Panen Raya Padi, Produktivitas Meningkat

Kebumen Panen Raya Padi, Produktivitas Meningkat

Purwokerto | Jum'at, 10 Maret 2023 | 14:33 WIB

Anak Pejabat Petantang-petenteng Kemewahan saat Ekonomi Sulit, Anis Buka Suara

Anak Pejabat Petantang-petenteng Kemewahan saat Ekonomi Sulit, Anis Buka Suara

Moots | Jum'at, 10 Maret 2023 | 13:58 WIB

Kebumen Panen Raya Padi, Potensi Produktivitas Capai 7 - 8 Ton per Hektare

Kebumen Panen Raya Padi, Potensi Produktivitas Capai 7 - 8 Ton per Hektare

Bisnis | Jum'at, 10 Maret 2023 | 13:04 WIB

Jokowi Tinjau Panen Raya Padi Bareng Prabowo hingga Ganjar di Kebumen

Jokowi Tinjau Panen Raya Padi Bareng Prabowo hingga Ganjar di Kebumen

Foto | Kamis, 09 Maret 2023 | 12:40 WIB

Tinjau Panen Raya di Kebumen, Jokowi Temukan Masih Rendahnya Harga Gabah Kering Panen

Tinjau Panen Raya di Kebumen, Jokowi Temukan Masih Rendahnya Harga Gabah Kering Panen

News | Kamis, 09 Maret 2023 | 11:27 WIB

Terkini

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jelajah IDW 2026 Sambil Bikin Konten, Pengunjung Berpeluang Bawa Pulang Hadiah

Jakarta | Rabu, 23 September 2026 | 23:52 WIB

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Tak Berhenti di Pelatihan, Dosen IKADO Dampingi Warga Simo Gunung Kembangkan Bisnis Digital

Jatim | Rabu, 23 September 2026 | 23:46 WIB

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Harris Arthur Hedar Lantik 120 Pengurus Peradi Profesional di Sultra, Titip Pesan Ini

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 23:41 WIB

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Revisi UU Keuangan Negara Momentum Memecah Ambiguitas Pengertian Kerugian Negara

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:35 WIB

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Ombudsman Temukan Miras di 'Kamar Khusus' Lapas Cibinong, Diduga Dihuni Narapidana Kelas Kakap

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 23:21 WIB

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban

Jawa Tengah | Rabu, 23 September 2026 | 23:05 WIB

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

×