Repack.id Bantu Pelaku Usaha untuk Ekspor ke Luar Negeri dengan Mudah

Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah | Suara.com

Rabu, 22 Maret 2023 | 09:41 WIB
Repack.id Bantu Pelaku Usaha untuk Ekspor ke Luar Negeri dengan Mudah
Ilustrasi kirim barang. (Istimewa)

Suara.com - Peluang kirim paket ke luar negeri untuk memperbesar pendapatan bisnis semakin terbuka lebar bagi para pelaku usaha di segala bidang. Untuk memperlancar aktivitas tersebut, Repack.id hadir membawa solusi mudah.

Repack.id atau REPACK (PT Reka Paket Cakrawala) adalah perusahaan jasa logistik Yogyakarta yang berspesialisasi dalam mengirimkan barang ekspor dengan beragam kemudahan, salah satunya cek ongkir ke luar negeri secara online.

Tarif pengiriman bisa dibilang terjangkau sehingga tidak salah jika mengatakan REPACK sebagai salah satu jasa logistik ekspor Indonesia yang hemat serta bisa diandalkan.

"Repack.id hadir untuk memudahkan masyarakat yang ingin mengirimkan barang ke seluruh dunia dengan cara yang mudah dan hemat karena kami akan berusaha memahami kebutuhan anda dan siap memberikan solusi yang terbaik," kata Sulistyo, salah satu founder Repack.id

Selain hemat, sejumlah kemudahan lain juga diberikan, seperti cek ongkir tadi misalnya. Jika dahulu harus repot mengontak layanan Customer Service untuk mengeceknya, kini hanya perlu membuka situs web Repack.id untuk mengetahui tarif paket ke luar negeri. Informasi biaya yang diberikan mencakup kirim barang umum dan barang khusus, lengkap dengan daftar informasi tarif paket dalam jumlah kilogram yang berbeda.

Tak hanya mempermudah proses pengecekan tarif, REPACK juga memberikan penjemputan barang langsung ke lokasi pelanggan. Menariknya lagi, layanan pick up ini diberikan secara gratis kepada pelaku bidang usaha.

Untuk memanfaatkan layanan ekstra ini pelanggan hanya perlu melampirkan data diri pengirim yang sesuai identitas. Meski beberapa negara juga mensyaratkan hal tertentu dan sedikit berbeda daripada umumnya, namun tim REPACK berkomitmen selalu siap membantu sekalipun pelaku usaha belum pernah melakukan kegiatan ekspor.

Dengan begitu, rasa aman, nyaman, dan tenang akan didapatkan oleh setiap pelanggan. Terlebih, setiap paket dapat dicek secara real time melalui website kapan saja dan di mana saja.

Di samping memberikan rasa aman, pengiriman ke luar negeri akan diproses dengan tepat waktu. Di mana estimasi layanan Express biasanya berkisar 3-8 hari setelah paket diterima REPACK.

Selain kecepatan, jangkauan menjadi pertimbangan penting sebelum menggunakan jasa ekspedisi. Semakin luas jangkauannya, semakin baik bagi kemajuan usaha dalam meningkatkan penjualan hingga merek bisa dikenal secara luas hingga di berbagai negara.

Seperti Repack.id misalnya, yang pada awalnya hanya berkomitmen menjadi jasa eksportir usaha, akhirnya kini bisa membuka layanan pengiriman hingga ke 200 negara. Beberapa di antaranya ialah Singapura, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Australia, Inggris, Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Turki.

Bersama Repack.id, para pelaku usaha dapat mengirimkan berbagai jenis barang ke negara-negara tersebut. Mulai dari komoditi, makanan kering, fashion, elektronik, obat-obatan, hingga dokumen.

Barang jenis lainnya pun bisa diproses dengan berkonsultasi terlebih dahulu melalui layanan Customer Service.

Untuk pertanyaan mengenai kelengkapan pengiriman barang, serta hal-hal lain terkait proses ekspor barang juga dapat ditanyakan langsung. Tidak ada biaya ekstra pulsa untuk sekadar mendapatkan informasi tersebut karena Repack.id menyediakan layanan nol rupiah melalui WhatsApp. Sehingga para pelaku usaha tidak perlu khawatir atau ragu untuk mempertanyakan serta memastikan segala kebutuhannya.

Dengan sejumlah layanan yang diberikan Repack.id tersebut, diharapkan agar para pelaku usaha di Indonesia dapat berkembang dan bersaing secara global dengan lebih mudah. Dan tentu saja, Repack.id akan terus mengembangkan layanan untuk memberikan yang terbaik dan sejalan dengan kebutuhan bisnis masa kini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Ekspor Kaltim di Januari Turun 19,76 Persen Dibandingkan Desember 2022 Lalu

Nilai Ekspor Kaltim di Januari Turun 19,76 Persen Dibandingkan Desember 2022 Lalu

Kaltim | Selasa, 21 Maret 2023 | 17:45 WIB

Menkeu Sri Mulyani Telisik Laporan dari PPATK Soal Transaksi Mencurigakan, Paling Menonjol Senilai Rp189,27 Triliun

Menkeu Sri Mulyani Telisik Laporan dari PPATK Soal Transaksi Mencurigakan, Paling Menonjol Senilai Rp189,27 Triliun

| Selasa, 21 Maret 2023 | 11:16 WIB

Mendag Tegaskan Tidak Ada Kompromi Untuk Impor Pakaian Bekas

Mendag Tegaskan Tidak Ada Kompromi Untuk Impor Pakaian Bekas

| Senin, 20 Maret 2023 | 16:15 WIB

Neraca Dagang RI Surplus Lagi, Kini US$5,48 Miliar

Neraca Dagang RI Surplus Lagi, Kini US$5,48 Miliar

Bisnis | Rabu, 15 Maret 2023 | 17:21 WIB

Tiga Negara Jadi Penyumbang Surplus Neraca Perdagangan Indonesia

Tiga Negara Jadi Penyumbang Surplus Neraca Perdagangan Indonesia

| Rabu, 15 Maret 2023 | 14:56 WIB

Pantas Jadi Incaran, Potensi Batu Bara di Sumsel Diklaim 50 Persen Cadangan Nasional

Pantas Jadi Incaran, Potensi Batu Bara di Sumsel Diklaim 50 Persen Cadangan Nasional

Sumsel | Rabu, 08 Maret 2023 | 18:01 WIB

Terkini

IHSG Kembali Ambruk 1,89% Hari Ini, Investor Banyak Ambil Untung

IHSG Kembali Ambruk 1,89% Hari Ini, Investor Banyak Ambil Untung

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:01 WIB

Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911

Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:46 WIB

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen Berkat Lebaran dan Stimulus

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Berpotensi Capai 5,5 Persen Berkat Lebaran dan Stimulus

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:23 WIB

BRI Konsisten Dukung Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026

BRI Konsisten Dukung Perumahan Nasional, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun hingga Februari 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:22 WIB

Yuk Serbu Diskon Tarif Jalan Tol Mulai 26 Maret 2026, Hindari Puncak Arus Balik di Akhir Pekan

Yuk Serbu Diskon Tarif Jalan Tol Mulai 26 Maret 2026, Hindari Puncak Arus Balik di Akhir Pekan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:18 WIB

Kesadaran Investasi Emas Naik, Masyarakat Manfaatkan THR untuk Aset Masa Depan

Kesadaran Investasi Emas Naik, Masyarakat Manfaatkan THR untuk Aset Masa Depan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:10 WIB

Maskapai Minta Harga Tiket Pesawat Naik 15 Persen, Kemenhub Janji Pertimbangkan

Maskapai Minta Harga Tiket Pesawat Naik 15 Persen, Kemenhub Janji Pertimbangkan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:06 WIB

Cerita Purbaya Lapor SPT Tahunan: Kurang Bayar Rp 50 Juta, Isi Coretax Dibantu Orang Pajak

Cerita Purbaya Lapor SPT Tahunan: Kurang Bayar Rp 50 Juta, Isi Coretax Dibantu Orang Pajak

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 15:42 WIB

Maskapai-maskapai Penerbangan Indonesia Minta Harga Tiket Pesawat Naik Gara-gara Perang di Teluk

Maskapai-maskapai Penerbangan Indonesia Minta Harga Tiket Pesawat Naik Gara-gara Perang di Teluk

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 15:06 WIB

OJK Genjot Free Float 15%, Emiten Diberi Tenggat hingga Maret 2027

OJK Genjot Free Float 15%, Emiten Diberi Tenggat hingga Maret 2027

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 14:07 WIB