Kala itu, dirinya hanya meyakini selama dirinya pantang menyerah dan fokus pada tujuan untuk terus mengembangkan usaha, maka tidak ada yang tidak mungkin.

Kini, Susan sudah bisa menikmati jerih payah yang ia perjuangkan sejak mengundurkan diri dari pekerjaannya pada 2017 silam.
Dari usahanya itu, ia bahkan berhasil mengumpulkan uang untuk membeli rumah di Wonosari.
“Hanya dari usaha ini, saya bisa beli rumah di Wonosari. Padahal, sebelum resign, rasanya sulit sekali mau beli rumah. Berawal dari iseng ternyata malah jadi jalan rejeki,” ujar dia.
Omzet QueenLav, kata Susanti, berkisar Rp4 jutaan dalam sebulan. Meski begitu, ia mengaku pernah meraup lebih dari Rp9 juta dalam sebulan dari usahanya tersebut. Nominal itu tidak lepas dari tingginya pesanan yang yang terima.
Pasalnya, saat pesanan tinggi, ia mengaku pernah menerima order hingga 500 nasi kotak dalam sehari.
“Bulan Puasa tahun 2021 lalu. Seperti biasa, pesanan takjil kan tinggi ditambah pas pandemi, jadi orang-orang lebih memilih pesan daripada bikin sendiri,” terang Susan.
Meski demikian, dirinya fokus mengembangkan usaha yang ia dirikan. Susan sama sekali tidak lupa tugasnya sebagai seorang ibu. Hal inilah yang membuat dirinya memutuskan untuk tidak membuka toko online.
Padahal, potensi usahanya untuk tumbuh lebih cepat terbuka sangat lebar jika dirinya mau membuka toko online. Hingga kini, Susanti hanya mengembangkan usahanya, salah satunya melalui Instagram dengan akun bernama ratnasari.shanti.
“Toko online itu kan harus selalu siap ya. Sementara, saya ingin ada waktu-waktu saat saya bersama dengan keluarga, terutama anak. Saya juga ingin memiliki quality time bareng keluarga dan saya juga tentunya tidak melupakan tugas saya sebagai taman pendidikan bagi anak saya,” ucap dia.
Tidak hanya untuk dirinya sendiri, usaha yang ia rintis itu juga menjadi sumber penghidupan bagi dua orang karyawannya.
“Tetangga dan mahasiswa,” ucap Santi menjelaskan dua orang karyawan yang kini bagai keluarga baginya.
Kini, usahanya itu telah mendapatkan sertifikasi halal MUI. Tidak hanya itu, dirinya juga memiliki sertifikasi mengajar untuk memasak dari berbagai lembaga.
Untuk para pengusaha yang baru memulai usahanya, Santi menyarankan agar terus memupuk rasa pantang menyerah yang ada di dalam diri masing-masing. Selain itu, menurutnya, kunci dari keberhasilan adalah konsistensi.
“Konsisten. Meski tidak ada yang pesan, tidak ada yang beli, harus tetap konsisten kenalkan produk kita di berbagai platform. Bisa status WA, Facebook, Instagram,” pungkasnya.