Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

Saham-saham di Wall Street Rontok, Gagal Bayar Utang AS Jadi Ancaman Nyata

M Nurhadi

Rabu, 24 Mei 2023 | 08:58 WIB
Saham-saham di Wall Street Rontok, Gagal Bayar Utang AS Jadi Ancaman Nyata
Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja memperhatikan layar monitor pergerakan saham di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. REUTERS/Brendan McDermid/aa.

Suara.com - Saham-saham di Wall Street rontok pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) karena investor semakin khawatir dengan pembicaraan tentang plafon utang yang tampaknya tidak membuat kemajuan signifikan menjelang tenggat waktu 1 Juni untuk menghindari gagal bayar AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 231,07 poin atau 0,69 persen, dan ditutup pada 33.055,51 poin. Indeks S&P 500 mengalami penurunan sebesar 47,05 poin atau 1,12 persen, berakhir pada 4.145,58 poin. Indeks Komposit Nasdaq terpangkas sebesar 160,53 poin atau 1,26 persen, ditutup pada 12.560,25 poin.

Dari 11 sektor utama S&P 500, sepuluh di antaranya berakhir di zona merah, dengan sektor material dan teknologi menjadi yang terdepan dengan penurunan masing-masing sebesar 1,54 persen dan 1,50 persen. Sementara itu, sektor energi melawan tren dengan kenaikan sebesar 1,04 persen.

Pada Selasa (23/5/2023), saham-saham AS jatuh setelah Ketua DPR AS, Kevin McCarthy, mengatakan kepada sesama anggota Partai Republik bahwa negosiasi tentang plafon utang masih jauh, dengan pemotongan belanja pemerintah tetap menjadi hambatan utama antara kedua belah pihak, seperti dilaporkan oleh Bloomberg.

Investor dengan cermat memperhatikan kebuntuan mengenai batas utang yang terjadi minggu ini. Presiden AS, Joe Biden, dan McCarthy gagal mencapai kesepakatan untuk meningkatkan batas utang dalam pertemuan pada Senin (22/5/2023), yang McCarthy gambarkan sebagai "produktif", sementara Menteri Keuangan, Janet Yellen, kembali memperingatkan bahwa Amerika Serikat bisa gagal memenuhi kewajibannya paling lambat pada 1 Juni.

"Hari ini masih ada kekhawatiran di pasar, meskipun ada beberapa berita utama. Kami masih menunggu untuk melihat bagaimana resolusi mengenai plafon utang, yang pasti akan datang, setelah adanya pembicaraan yang lebih positif antara Presiden Biden dan Ketua DPR McCarthy," kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA.

Sementara itu, investor juga memperhatikan beberapa indikator yang menunjukkan ketahanan ekonomi AS, meskipun kekhawatiran mengenai plafon utang semakin meningkat.

Pada Selasa, S&P Global melaporkan bahwa indeks manajer pembelian komposit AS meningkat menjadi 54,5 pada bulan Mei, naik dari 53,4 pada bulan April. Ini merupakan level tertinggi dalam 13 bulan untuk indeks tersebut.

Secara khusus, indeks aktivitas bisnis jasa-jasa AS meningkat menjadi 55,1 pada bulan Mei dari 53,6 pada bulan April, juga mencapai level tertinggi dalam 13 bulan. Namun, indeks produksi manufaktur AS melemah menjadi 51,0 pada bulan Mei dari 52,4 pada bulan April, mencapai level terendah dalam dua bulan, menurut S&P Global.

baca juga

"Ekspansi ekonomi terus menguat pada bulan Mei, tetapi ada perbedaan yang jelas. Sementara perusahaan di sektor jasa-jasa mengalami peningkatan permintaan setelah pandemi, terutama di sektor perjalanan dan liburan, produsen menghadapi kesulitan dengan persediaan yang berlebihan dan kurangnya pesanan baru karena pengeluaran beralih dari barang ke jasa-jasa," kata Chris Williamson, kepala ekonom bisnis di S&P Global Market Intelligence.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Joe Biden dan Kevin McCarthy Tak Sepakat Pagu Utang AS, IHSG Hari Ini Diprediksi Variatif

Joe Biden dan Kevin McCarthy Tak Sepakat Pagu Utang AS, IHSG Hari Ini Diprediksi Variatif

Bisnis | Selasa, 23 Mei 2023 | 09:53 WIB

IHSG Dibuka Menguat Pagi Ini, 208 Saham Langsung Hijau

IHSG Dibuka Menguat Pagi Ini, 208 Saham Langsung Hijau

Bisnis | Selasa, 23 Mei 2023 | 10:17 WIB

Harga Saham Anjlok Padahal Baru Sebulan IPO, PIPA Kena Pantau BEI

Harga Saham Anjlok Padahal Baru Sebulan IPO, PIPA Kena Pantau BEI

Bisnis | Senin, 22 Mei 2023 | 14:53 WIB

Jeda Siang IHSG Menguat 0,40 Persen, Saham BBRI, BBCA dan GOTO Paling Ramai Ditransaksikan

Jeda Siang IHSG Menguat 0,40 Persen, Saham BBRI, BBCA dan GOTO Paling Ramai Ditransaksikan

Bisnis | Senin, 22 Mei 2023 | 12:42 WIB

Sambut Awal Pekan, IHSG Dibuka Lesu di Level 6.700

Sambut Awal Pekan, IHSG Dibuka Lesu di Level 6.700

Bisnis | Senin, 22 Mei 2023 | 10:03 WIB

Frekuensi Transaksi Harian Bursa Anjlok 7,52% Pekan Ini

Frekuensi Transaksi Harian Bursa Anjlok 7,52% Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Mei 2023 | 09:25 WIB

Terkini

Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?

Negara di Eropa Mendadak Jor-joran Belanja Militer, Ada Isu Perang Besar?

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 20:17 WIB

Ibu-Ibu PNM Mekaar Jadi Wajah Perempuan Berdaya dalam Sensus Ekonomi 2026

Ibu-Ibu PNM Mekaar Jadi Wajah Perempuan Berdaya dalam Sensus Ekonomi 2026

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:48 WIB

Patriot Bond Dituding Pencucian Uang, Purbaya: Dunia Gak Hitam-Putih, Jangan Sampai Kita Rugi Banyak

Patriot Bond Dituding Pencucian Uang, Purbaya: Dunia Gak Hitam-Putih, Jangan Sampai Kita Rugi Banyak

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:40 WIB

Kemendag Beberkan Penyelamat Neraca Dagang RI Masih Surplus Secara Kumulatif

Kemendag Beberkan Penyelamat Neraca Dagang RI Masih Surplus Secara Kumulatif

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:32 WIB

INDEF: Aturan Kemasan Polos Rokok Berpotensi Hilangkan 52,8 Ribu Lapangan Kerja

INDEF: Aturan Kemasan Polos Rokok Berpotensi Hilangkan 52,8 Ribu Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:25 WIB

Purbaya Sentil Kementerian-Lembaga Hobi Minta Tambah Anggaran, Kini Bakal Diperketat

Purbaya Sentil Kementerian-Lembaga Hobi Minta Tambah Anggaran, Kini Bakal Diperketat

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:14 WIB

Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026

Ekspor CPO Dapat Angin Segar, Pemerintah Turunkan Bea Keluar Juli 2026

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:11 WIB

Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah

Tak Hanya Sawit dan Kopi, Tembakau Dinilai Layak Jadi Komoditas Prioritas Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:03 WIB

Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah

Cegah Mati Lampu, PLN Modif PLTU Bisa Pakai Batu Bara Kelas Rendah

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:52 WIB

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Lahan Bekas Tambang Batu Bara Disulap Jadi PLTS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:44 WIB

×