Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.615.000
Beli Rp2.500.000
IHSG 5.986,497
LQ45 594,918
Srikehati 295,219
JII 350,443
USD/IDR 17.983

FSI: Kiprah Bisnis dan Ekonomi Etnik Tionghoa Merupakan Wujud Kontribusi

Iwan Supriyatna

Senin, 26 Juni 2023 | 15:00 WIB
FSI: Kiprah Bisnis dan Ekonomi Etnik Tionghoa Merupakan Wujud Kontribusi
Ketua Forum Sinologi Indonesia, Johanes Herlijanto.

Suara.com - Ketua Forum Sinologi Indonesia, Johanes Herlijanto menanggapi isu terkait penguasaan ekonomi para pengusaha Tionghoa yang dalam beberapa waktu terakhir kembali muncul di permukaan.

“Masyarakat Etnik Tionghoa adalah sepenuhnya bagian dari bangsa Indonesia. Mereka bukan hanya menjalin aliansi dengan masyarakat Nusantara lainnya di sepanjang sejarah, tetapi juga turut berkontribusi dalam aspek politik, budaya, dan ekonomi negeri ini,” kata Johanes ditulis Senin (26/6/2023).

“Oleh karena mereka seutuhnya adalah bagian dari bangsa Indonesia, mereka memiliki hak untuk berkontribusi pada berbagai aspek dalam kehidupan masyakat Indonesia, termasuk dalam bidang bisnis dan ekonomi,” Johanes menambahkan.

Menurutnya, etnik Tionghoa telah menjalin hubungan yang erat dengan berbagai kelompok masyarakat lainnya di Nusantara ini sejak berabad-abad yang lampau. Johanes menceritakan aliansi yang dibangun antara Tionghoa dan orang Jawa tak lama setelah orang-orang Eropa di Batavia melakukan pembantaian terhadap orang-orang Tionghoa pada 1740 sebagai salah satu contoh dari hubungan erat antar kedua etnis di masa lampau.

Berdasarkan penuturannya, mereka yang selamat dari pembantaian itu berbondong-bondong ke arah timur, dan mengepung benteng-benteng VOC di Semarang, Demak, dan Rembang.

“Pakubuwono II, yang memimpin kerajaan Mataram Islam dengan pusat kekuasaan di Kartasura, mengirimkan 20.000 pasukan dan sejumlah meriam untuk membantu 3.500 pasukan Tionghoa mengepung VOC di Semarang,” papar Johanes.

Selain itu, pada awal abad ke 19, berlangsung perlawanan terhadap Belanda oleh Raden Rangga Prawiradirja, Bupati Madiun yang menyatakan diri sebagai pelindung bagi orang-orang Jawa dan Tionghoa yang diperlakukan tak adil oleh pemerintahan Eropa.

“Raden Rangga dikabarkan menggalang bantuan bukan hanya dari kalangan orang-orang Jawa, tetapi juga Tionghoa. Bahkan, menurut sejarahwan Peter Carey, saat ia akhirnya tertangkap oleh Belanda, di antara pengikut yang masih setia padanya, terdapat 12 orang Tionghoa,” tuturnya.

Hubungan Tionghoa dan masyarakat lokal di Nusantara tak melulu terkait aliansi dalam perang. Sejak sebelum Indonesia berdiri, Tionghoa turut terlibat dalam membangun kebudayaan yang hingga kini masih dikenal masyarakat. Lenong misalnya, tumbuh dalam interaksi antara Tionghoa dan masyarakat Betawi.

baca juga

“Menurut sejarahwan Margreet Van Till, ketika Lenong mulai tumbuh dan berkembang, khususnya sekitar tahun 1930 hingga 1950-an, Tionghoa turut berpartisipasi bukan hanya dengan mengatur sisi bisnis dari kesenian ini, tetapi juga berperan menambahkan lagu-lagu dan cerita untuk ditampilkan dalam pertunjukan-pertunjukan itu,” tutur Johanes.

Selain aliansi dalam perang dan kontribusi bagi dunia seni, Johanes menjelaskan bahwa orang Tionghoa juga turut berperan dalam pembangunan kebangsaan Indonesia. Menurutnya, pada sekitar tahun 1930-an, berdiri sebuah partai bernama Partai Tionghoa Indonesia (PTI), yang menaruh simpati dan mendukung gerakan nasionalisme Indonesia.

Di antara para pendirinya terdapat nama Liem Koen Hian dan Kwee Thiam Tjing, yang menulis sebuah karya kenamaan berjudul Indonesia Dalem Api dan Bara.

“Di kemudian hari, tokoh dari partai ini, Liem Koen Hian, bahkan menjadi salah satu dari empat tokoh Tionghoa yang turut terlibat dalam Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI),” paparnya.

“Selain Liem Koen Hian, tokoh lain yang dikenal terlibat dalam BPUPKI adalah Tan Eng Hwa, yang adalah seorang ahli hukum. Sedangkan pasca kemerdekaan, kita mengenal nama-nama Tionghoa, seperti Siauw Giok Tjhan dan ahli hukum terkemuka, Yap Thiam Hien, mewarnai dunia politik dan hukum Indonesia,” pungkasnya.

Kembali pada isu ekonomi, Johanes memaparkan bahwa para pebisnis Tionghoa sebenarnya turut berperan dalam masyarakat Nusantara baik semasa era kolonial maupun pasca kemerdekaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kunjungi Sumedang Menko Airlangga Hartanto Dorong Akselerasi Pemerataan Pembangunan serta Bahas Proyek Strategis Nasional

Kunjungi Sumedang Menko Airlangga Hartanto Dorong Akselerasi Pemerataan Pembangunan serta Bahas Proyek Strategis Nasional

Sumedang | Senin, 26 Juni 2023 | 14:50 WIB

Arus Modal Asing Deras Masuk RI, Sri Mulyani: Impresif

Arus Modal Asing Deras Masuk RI, Sri Mulyani: Impresif

Bisnis | Senin, 26 Juni 2023 | 14:15 WIB

Sri Mulyani Ungkap Banyak Negara Ekonominya Ambruk, Termasuk Indonesia?

Sri Mulyani Ungkap Banyak Negara Ekonominya Ambruk, Termasuk Indonesia?

Bisnis | Senin, 26 Juni 2023 | 14:14 WIB

Terkini

Ikut Kunker ke New York, Anak Menteri PU Bernama Aurellia Ternyata Bekerja di Vale Indonesia

Ikut Kunker ke New York, Anak Menteri PU Bernama Aurellia Ternyata Bekerja di Vale Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 16:00 WIB

Explainer: Menteri PU 'Dinas Bareng Keluarga' ke Amerika Bertepatan Final Piala Dunia

Explainer: Menteri PU 'Dinas Bareng Keluarga' ke Amerika Bertepatan Final Piala Dunia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:55 WIB

BEI Akan Ajak Ngobrol S&P Dow Jones Indices Setelah Indonesia Diancam Turun Kelas

BEI Akan Ajak Ngobrol S&P Dow Jones Indices Setelah Indonesia Diancam Turun Kelas

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:54 WIB

Said Iqbal Minta Purbaya Naikkan Ambang Batas Saldo JHT Kena Pajak Jadi Rp 400 Juta

Said Iqbal Minta Purbaya Naikkan Ambang Batas Saldo JHT Kena Pajak Jadi Rp 400 Juta

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:51 WIB

Emiten Pertahankan Posisi FTSE Russell ESG Rating, Saham AVIA di Zona Hijau

Emiten Pertahankan Posisi FTSE Russell ESG Rating, Saham AVIA di Zona Hijau

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:40 WIB

WIKA, WSKT hingga INAF Masuk Daftar Hitam BEI, Terancam Delisting

WIKA, WSKT hingga INAF Masuk Daftar Hitam BEI, Terancam Delisting

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:35 WIB

Ancaman Phishing Makin Ganas, Kaspersky Blokir 140 Juta Serangan dalam Tiga Bulan

Ancaman Phishing Makin Ganas, Kaspersky Blokir 140 Juta Serangan dalam Tiga Bulan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:29 WIB

Said Iqbal Akhirnya Temui Purbaya, Minta Pajak JHT hingga THR Dihapus

Said Iqbal Akhirnya Temui Purbaya, Minta Pajak JHT hingga THR Dihapus

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 14:07 WIB

S&P Dow Jones Ancam Turunkan Kasta Indonesia, Soroti Transparansi Bursa

S&P Dow Jones Ancam Turunkan Kasta Indonesia, Soroti Transparansi Bursa

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:38 WIB

Pegadaian Gelar Sales Town Hall 2026, Perkuat Akselerasi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Pegadaian Gelar Sales Town Hall 2026, Perkuat Akselerasi Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 13:00 WIB

×