Ancaman Phishing Makin Ganas, Kaspersky Blokir 140 Juta Serangan dalam Tiga Bulan

Dythia Novianty

Rabu, 08 Juli 2026 | 14:29 WIB
Ancaman Phishing Makin Ganas, Kaspersky Blokir 140 Juta Serangan dalam Tiga Bulan
Ilustrasi Phising. [Freepik]
baca 10 detik
  • Kaspersky mencatat lebih dari 140 juta upaya phishing global sepanjang kuartal pertama 2026 akibat penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan.
  • Sebanyak 45 persen responden survei mengaku menjadi korban serangan siber berupa peretasan akun, pencurian data, hingga infeksi malware.
  • Kaspersky meningkatkan fitur perlindungan berbasis kecerdasan buatan untuk mendeteksi modus penipuan digital secara waktu nyata bagi seluruh pengguna.

Suara.com - Penipuan digital kini berkembang semakin cepat, lebih meyakinkan, dan mampu menyasar korban secara lebih personal melalui email, media sosial, aplikasi pesan instan, hingga toko online.

Kondisi tersebut membuat ancaman phishing dan penipuan daring menjadi salah satu risiko terbesar yang dihadapi pengguna internet saat ini.

Besarnya ancaman itu tercermin dari temuan Kaspersky yang mencatat telah memblokir lebih dari 140 juta upaya phishing dan penipuan online di seluruh dunia sepanjang kuartal pertama (Q1) 2026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa serangan siber tidak hanya semakin masif, tetapi juga memanfaatkan AI untuk membuat modus penipuan menjadi lebih sulit dikenali.

Data tersebut diperkuat hasil survei terbaru pusat riset pasar Kaspersky yang menunjukkan lebih dari separuh responden mengaku pernah menghadapi penipuan online dalam setahun terakhir.

Bahkan, sekitar 45 persen responden mengaku pernah menjadi korban serangan terhadap perangkat, akun, maupun data pribadi mereka, mulai dari peretasan media sosial, pencurian data hingga infeksi malware.

Menurut para peneliti Kaspersky, hampir setiap tren global kini dimanfaatkan pelaku kejahatan siber sebagai umpan.

Salah satu contohnya terjadi pada Maret 2026, ketika meningkatnya antusiasme terhadap Piala Dunia 2026 dimanfaatkan untuk menyebarkan situs palsu yang menyerupai laman resmi turnamen hingga berbagai penawaran tiket dan hadiah fiktif.

Tak hanya phishing tradisional, teknologi AI juga memungkinkan pelaku membuat toko online palsu, investasi kripto bodong, hingga pesan yang dipersonalisasi menggunakan data hasil kebocoran informasi, malware infostealer, maupun akun yang telah diretas sebelumnya.

baca juga

Untuk menghadapi ancaman tersebut, Kaspersky memperkuat teknologi perlindungannya dengan memanfaatkan kombinasi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML).

Teknologi tersebut mampu mengenali pola serangan, menganalisis ancaman secara real-time, sekaligus mendeteksi berbagai modus penipuan digital sebelum merugikan pengguna.

Perusahaan juga memperbarui aplikasi Kaspersky Premium di Windows dan macOS dengan menghadirkan blok khusus AI Scam Protection, sehingga pengguna lebih mudah mengakses seluruh fitur perlindungan terhadap phishing, pencurian identitas, kebocoran data, hingga aktivitas berbahaya lainnya.

Selain itu, Kaspersky Premium dibekali berbagai fitur keamanan seperti Data Leak Checker, Identity Theft Protection, Kaspersky Password Manager, hingga System Watcher yang mampu memantau perilaku aplikasi secara real-time untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan sebelum berkembang menjadi serangan yang lebih serius.

"Penipuan berbasis AI adalah realitas baru. Dihasilkan oleh AI, volumenya terus meningkat dan mengintai di mana-mana, mulai dari situs tiket palsu hingga peniruan identitas teman di aplikasi pesan. Penipuan ini dapat mengelabui bahkan pengguna yang paling berpengalaman," ujar Marina Titova, Wakil Presiden Bisnis Konsumen Kaspersky dalam keterangan resminya, Rabu (8/7/2026).

Ia menambahkan, mengandalkan kemampuan sendiri untuk mendeteksi penipuan saja tidak cukup.

"Itulah mengapa kami telah mengintegrasikan deteksi AI canggih langsung ke dalam produk kami, sehingga teknologi kami dapat mendeteksi apa yang tidak dapat dilihat mata manusia dan melindungi pengguna secara real-time," jelasnya.

Ilustrasi kecerdasan buatan. [Freepik]
Ilustrasi kecerdasan buatan. [Freepik]

Melalui pembaruan tersebut, Kaspersky berharap pengguna dapat lebih mudah memahami fitur keamanan berbasis AI yang tersedia, sekaligus meningkatkan perlindungan terhadap ancaman siber yang kini semakin kompleks dan terus berevolusi seiring perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teknologi dan AI Dongkrak UMKM, DANA Beri Penghargaan 35 Pemenang SisBerdaya 2026

Teknologi dan AI Dongkrak UMKM, DANA Beri Penghargaan 35 Pemenang SisBerdaya 2026

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:04 WIB

Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun

Suara AI Bisa Meniru Pejabat, Komdigi Peringatkan Modus Scam Baru Rugikan Masyarakat Rp7,5 Triliun

Tekno | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:05 WIB

Apple Lobi AS agar Bisa Pakai Chip RAM China, Harga DRAM Samsung Naik 100% Picu Ancaman Pasokan

Apple Lobi AS agar Bisa Pakai Chip RAM China, Harga DRAM Samsung Naik 100% Picu Ancaman Pasokan

Tekno | Rabu, 01 Juli 2026 | 08:05 WIB

Pemanfaatan Platform AI untuk Mitigasi Bencana di Asia Tenggara

Pemanfaatan Platform AI untuk Mitigasi Bencana di Asia Tenggara

Tekno | Selasa, 30 Juni 2026 | 14:12 WIB

Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma

Riset : Bahaya Pelecehan Digital di Asia Pasifik, Lebih dari Separuh Korban Alami Trauma

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 14:58 WIB

Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia

Sikap Google Terhadap RUU Hak Cipta : Berisiko Hambat AI dan Ekonomi Digital Indonesia

Tekno | Senin, 29 Juni 2026 | 13:52 WIB

Terkini

Rantai Dugaan Pidana Suket Gibran Bisa Panjang, dari Pembuat hingga Pengguna

Rantai Dugaan Pidana Suket Gibran Bisa Panjang, dari Pembuat hingga Pengguna

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Perpres Ojol Terbit, Tiga Kementerian Bentuk Satgas agar Aturan Tak Tumpang Tindih

Perpres Ojol Terbit, Tiga Kementerian Bentuk Satgas agar Aturan Tak Tumpang Tindih

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:04 WIB

Bukan MBG, Ratusan Orang di Bandung Diduga Keracunan Makanan Ini, Polisi Turun Tangan

Bukan MBG, Ratusan Orang di Bandung Diduga Keracunan Makanan Ini, Polisi Turun Tangan

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:04 WIB

Aturan Baru Ojol Resmi Terbit, Tarif hingga Kurir dan Pesan Antar Kini Diatur

Aturan Baru Ojol Resmi Terbit, Tarif hingga Kurir dan Pesan Antar Kini Diatur

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Bazar UMKM BRILiaN BRI Pacu Transaksi Digital QRIS di Sulawesi Utara

Bazar UMKM BRILiaN BRI Pacu Transaksi Digital QRIS di Sulawesi Utara

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:57 WIB

MK Tak Berwenang Copot Gibran sebagai Wapres, Apakah Badai Politik Putra Jokowi Berakhir?

MK Tak Berwenang Copot Gibran sebagai Wapres, Apakah Badai Politik Putra Jokowi Berakhir?

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:52 WIB

Bukan Sekadar Alat Bantu, AI Kini Diandalkan Ilmuwan untuk Temukan Obat Penyakit Kompleks

Bukan Sekadar Alat Bantu, AI Kini Diandalkan Ilmuwan untuk Temukan Obat Penyakit Kompleks

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:44 WIB

Getol Gugat Gibran Jadi Wapres, Denny Indrayana: Perjuangan ini Not For Sale

Getol Gugat Gibran Jadi Wapres, Denny Indrayana: Perjuangan ini Not For Sale

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:35 WIB

RUU Pemilu Digodok Tertutup, DPR: Jangan Sampai Masalah Belum Matang Sudah Jadi Polemik

RUU Pemilu Digodok Tertutup, DPR: Jangan Sampai Masalah Belum Matang Sudah Jadi Polemik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Helm, Cita-cita, dan Cerita Balap: 4 Momen Istimewa Pembalap Saat Kunjungi SD di Mandalika

Helm, Cita-cita, dan Cerita Balap: 4 Momen Istimewa Pembalap Saat Kunjungi SD di Mandalika

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:27 WIB

×