Menkop UKM: Harga Barang Impor Tak Masuk Akal, Ada Praktik Predator

M Nurhadi

Senin, 14 Agustus 2023 | 16:31 WIB
Menkop UKM: Harga Barang Impor Tak Masuk Akal, Ada Praktik Predator
Menkop dan UKM, Teten Masduki menyampaikan paparan terkait Project S TikTok usai acara National Cooperative Summit 2023 di Yogyakarta, Sabtu (22/07/2023). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

Suara.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki mengungkapkan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Menteri Perdagangan untuk melakukan peninjauan kembali terhadap kebijakan bea masuk barang impor. Langkah ini diambil setelah menerima audensi dari sekitar 40 pemilik usaha lokal yang berjualan melalui platform online.

"Kebijakan bea masuk untuk produk-produk impor perlu dikaji ulang. Jika tidak, produk lokal tidak akan mampu bersaing secara lebih kuat. Saya sendiri melihat bahwa harga-harga ini tidak masuk akal. Terdapat praktik harga predator karena pasar kita terlalu terbuka, sehingga barang impor bisa masuk dengan harga yang sangat murah," ujar Teten dalam konferensi pers di Kantor Kemenkop UKM, Jakarta, Senin (14/8/2023).

Teten menyatakan bahwa pemerintah perlu melindungi produk-produk dalam negeri agar tetap kompetitif dengan produk impor. Ia mencatat bahwa negara-negara lain juga melakukan hal serupa.

Sebagai contoh, ia menyebutkan bahwa untuk mengirim pisang keluar negeri, eksportir harus mengurus 21 jenis sertifikat. Namun, di pasar dalam negeri, terutama dalam platform online, harga produk impor lebih murah daripada produk lokal. Padahal, seharusnya biaya transportasi dan bea masuk membuat produk impor lebih mahal.

"Kita perlu meninjau ulang kebijakan bea masuk untuk produk impor, karena jika terus memberikan perlakuan istimewa kepada produk impor tanpa memperhatikan persaingan yang tidak adil dengan produk dalam negeri, akan merugikan produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)," ucapnya.

Dian Fiona, Co-Founder dari merek pakaian lokal Jiniso, mengungkapkan bahwa pelaku usaha dalam negeri harus membayar berbagai pajak yang turut meningkatkan harga barang. Sementara itu, penjual luar negeri yang menggunakan platform cross-border seperti TikTok Shop tidak dikenakan bea masuk, sehingga harga produk impor lebih rendah daripada produk lokal.

"Kita yakin mereka juga belum sempurna dalam pembayaran pajaknya. Saya tidak bisa mengatakan bahwa mereka tidak membayar pajak, tapi sebagai pebisnis saya melihat bahwa pembayaran-pembayaran ini tidak masuk akal. Jika produk impor dikenakan pajak yang seharusnya, maka mereka tidak akan bisa menawarkan harga yang terlalu murah," jelasnya, dikutip dari Antara.

Dalam kondisi di mana bea masuk produk impor tidak memadai dan kebijakan pajak belum jelas, Dian mengakui terdapat perbedaan harga hingga 30 persen antara produk lokal dan produk serupa dari luar negeri. Meskipun kualitas produk lokal lebih baik, masyarakat umum cenderung memilih produk impor karena harganya yang lebih murah.

"Sebenarnya impor itu tidak masalah karena dikenakan bea cukai dan biaya lainnya. Tetapi, regulasinya perlu lebih ketat. Selain itu, ketika distribusi masuk ke platform seperti TikTok, apakah mereka dikenakan pajak atau tidak? Jika dikenakan pajak, hal ini akan membuat persaingan menjadi lebih adil, dan mereka tidak akan bisa menjual dengan harga yang terlalu rendah," tambahnya.

baca juga

Founder produk kesehatan Indonesia berbasis sarang burung walet, Real Food, Edwin, juga mengamini bahwa produk impor serupa seringkali dijual dengan harga lebih murah karena kurangnya regulasi yang sesuai. Namun, saat mencoba mengekspor produknya ke luar negeri, ia harus membayar biaya yang cukup tinggi.

"Harapannya ke depan, Indonesia dapat mengatur regulasi yang lebih baik. Sehingga produk impor yang masuk ke Indonesia dapat bersaing dengan produk lokal. Hal ini juga berlaku untuk produk Indonesia yang diekspor ke luar negeri, di mana kita juga harus bersaing dengan produk luar negeri yang memiliki biaya yang tinggi," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tipu Muslihat Eks Kepala Bea Cukai Makassar Sembunyikan Miliaran Uang Haram

Tipu Muslihat Eks Kepala Bea Cukai Makassar Sembunyikan Miliaran Uang Haram

Bisnis | Minggu, 13 Agustus 2023 | 10:43 WIB

Pemerintah Raup Rp 3,67 Triliun dari Pajak Crazy Rich

Pemerintah Raup Rp 3,67 Triliun dari Pajak Crazy Rich

Bisnis | Sabtu, 12 Agustus 2023 | 15:35 WIB

Hadapi Dampak El Nino, Bulog Kembali Bakal Impor Beras

Hadapi Dampak El Nino, Bulog Kembali Bakal Impor Beras

Bisnis | Sabtu, 12 Agustus 2023 | 14:00 WIB

Dihentikan Bea Cukai Malang, Pikap Pembawa Barang Senilai Rp500 Juta Mencoba Kabur dengan Tabrak Mobil Petugas

Dihentikan Bea Cukai Malang, Pikap Pembawa Barang Senilai Rp500 Juta Mencoba Kabur dengan Tabrak Mobil Petugas

Malang | Sabtu, 12 Agustus 2023 | 11:15 WIB

Selain Datang ke Kantor Samsat, Ini 3 Cara Cek Pajak Kendaraan di Batam

Selain Datang ke Kantor Samsat, Ini 3 Cara Cek Pajak Kendaraan di Batam

Batam | Jum'at, 11 Agustus 2023 | 16:56 WIB

Bank BUMN Angkat Suara Soal Jokowi Usul Penghapusan Kredit Macet UMKM Hingga Rp5 Miliar

Bank BUMN Angkat Suara Soal Jokowi Usul Penghapusan Kredit Macet UMKM Hingga Rp5 Miliar

Bisnis | Jum'at, 11 Agustus 2023 | 11:18 WIB

Terkini

Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran

Percikan Korsleting Mobil Hanguskan 5 Rumah di Lampung Barat, Kerugian Miliaran

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Anwar Abbas Jadi Saksi Meringankan Yaqut: Beliau Punya Tanggung Jawab Besar

Anwar Abbas Jadi Saksi Meringankan Yaqut: Beliau Punya Tanggung Jawab Besar

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:51 WIB

SPF di Cushion Purbasari Berapa? Cek Tingkat Perlindungannya

SPF di Cushion Purbasari Berapa? Cek Tingkat Perlindungannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Investor Muda Belajar Trading dari Medsos, OJK Mulai Perketat Influencer Keuangan

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:46 WIB

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Timnas Indonesia U-15 Mengamuk di Piala Dunia U-15 2026, Panama Tak Berdaya

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:38 WIB

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

Turun ke Jalan Bawa Tritura, Mahasiswa Trisakti Sasar Istana

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Sering Dipakai untuk Diet, Apa Perbedaan Stevia dengan Gula Biasa?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Dikeruk tapi Minim Pembangunan: Kenapa Masyarakat Pedalaman Tidak Bersuara?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Ibu Tzuyu TWICE Jelaskan Rumor Kencan, Minta Publik Berhenti Berspekulasi

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:30 WIB

×