Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ekonomi Swedia Terganggu Akibat Kasus Pembakaran Al Quran

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 03 September 2023 | 11:13 WIB
Ekonomi Swedia Terganggu Akibat Kasus Pembakaran Al Quran
Pembakaran al-Qur'an di Stockholm, Swedia (Instagram/@mncnewsroom)

Suara.com - Dalam sembilan bulan terakhir, serangkaian tindakan penistaan terhadap Al Quran telah menimbulkan kerugian sekitar 200.000 dolar AS (sekitar Rp3 miliar) bagi Swedia, seperti yang dilaporkan oleh media lokal pada Sabtu (2/9).

Aksi provokatif ini, yang melibatkan pembakaran Quran oleh politisi Swedia-Denmark, Rasmus Paludan, dan seorang pengungsi Irak yang tinggal di Stockholm, Salwan Momika, telah menghabiskan sekitar 2,2 juta krona Swedia (sekitar Rp3 miliar) dari anggaran negara, menurut penyiar Swedia, Sveriges Radio.

Tindakan mereka juga telah menambah kerugian negara dengan memerlukan peningkatan penggunaan polisi dan mengganggu tugas rutin sebagian besar dari mereka.

Selain mendapatkan kritik, dikutip dari Anadolu via Antara, Swedia juga terlibat dalam kontroversi karena membiarkan tindakan penistaan Al Quran di bawah pengawasan kepolisian.

Politisi sayap kanan dari Partai Stram Kurs, Paludan, telah membakar salinan Quran di beberapa kota Swedia, termasuk Malmo, Norrkoping, Jonkoping, dan Stockholm, termasuk saat perayaan Paskah tahun lalu.

Pada 21 Juni, dia juga membakar Quran di depan Kedutaan Besar Turki di Swedia.

Sepekan setelahnya, Momika menjadi sorotan saat membakar Quran di depan sebuah masjid di Stockholm selama perayaan Idul Adha.

Pada 20 Juli, dia membuang Quran dan bendera Irak di depan Kedutaan Besar Irak di Swedia serta menginjaknya.

Momika melakukan tindakan serupa di depan gedung parlemen Swedia pada 31 Juli. Dia juga membakar Quran di depan Kedutaan Besar Iran di Swedia pada awal Agustus dan di depan sebuah masjid di Stockholm pekan lalu.

Selain itu, seorang migran asal Iran bernama Bahrami Marjan juga melakukan tindakan provokatif serupa di daerah dekat Stockholm pada 3 Agustus.

Meskipun tindakan penistaan Al Quran telah merusak citra Swedia dan menyebabkan kekhawatiran, Momika masih mendapatkan izin dari otoritas setempat untuk melakukannya.

Layanan keamanan Swedia juga melaporkan bahwa situasi keamanan di negara tersebut telah memburuk setelah insiden-insiden pembakaran Quran tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investasi dan Perdagangan Urat Nadi Ekonomi ASEAN

Investasi dan Perdagangan Urat Nadi Ekonomi ASEAN

Bisnis | Minggu, 03 September 2023 | 09:39 WIB

8 Potret Angelina Sondakh Isi Kajian Agama Islam, Outfit yang Dikenakan Jadi Sorotan

8 Potret Angelina Sondakh Isi Kajian Agama Islam, Outfit yang Dikenakan Jadi Sorotan

Entertainment | Sabtu, 02 September 2023 | 18:28 WIB

Jokowi: Ekonomi ASEAN Berpotensi Tumbuh Paling Tinggi Tahun Depan

Jokowi: Ekonomi ASEAN Berpotensi Tumbuh Paling Tinggi Tahun Depan

Bisnis | Jum'at, 01 September 2023 | 20:06 WIB

Dorong Peran Perempuan Tingkatkan Ekonomi Keluarga, Mak Ganjar Latih Kaum Ibu Buat Bola Ayam Krispi

Dorong Peran Perempuan Tingkatkan Ekonomi Keluarga, Mak Ganjar Latih Kaum Ibu Buat Bola Ayam Krispi

Bisnis | Jum'at, 01 September 2023 | 10:42 WIB

Pemerintah Upayakan Potensi Ekonomi Digital Nasional Melalui Teknologi Blockchain

Pemerintah Upayakan Potensi Ekonomi Digital Nasional Melalui Teknologi Blockchain

Press Release | Kamis, 31 Agustus 2023 | 20:25 WIB

Ganjar Nilai Porsi APBN untuk Ekraf Sangat Mungkin Ditingkatkan, Demi Munculkan Industri Kreatif

Ganjar Nilai Porsi APBN untuk Ekraf Sangat Mungkin Ditingkatkan, Demi Munculkan Industri Kreatif

News | Jum'at, 01 September 2023 | 06:34 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB