Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

5 Negara Kena 'Jebakan Utang' China, Indonesia Termasuk?

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 25 September 2023 | 15:33 WIB
5 Negara Kena 'Jebakan Utang' China, Indonesia Termasuk?
Kereta Cepat (kcic.co.id)

Suara.com - Keputusan menjadikan APBN sebagai jaminan utang pembangunan Kereta Cepat yang melibatkan konsorsium asal China menuai beragam kritikan. Salah satu yang dikhawatirkan, Indonesia bakal kena jebakan utang China seperti yang sudah dialami sejumlah negara di bawah ini. 

Kendati demikian, Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan penjelasan mengapa Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 89 Tahun 2023 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemberian Penjaminan Pemerintah untuk Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Antara Jakarta dan Bandung harus diterbitkan. 

Sri Mulyani menjelaskan aturan tersebut sebatas tata laksana penjaminan terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung yang telah diatur dalam Perpres 93 tahun 2021. BPKP dan BPK pun telah merekomendasikan penanganan cost overrun atau perubahan biaya.

Penjaminan dibutuhkan karena PT KAI selaku ketua konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang memiliki saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) harus mencari dana tambahan akibat biaya pembangunan kereta cepat yang membengkak.

Lantas benarkah keputusan ini akan membuat Indonesia terjebak dalam utang China? Belum ada jawaban yang pasti, tapi yang jelas Indonesia mesti belajar dari negara-negara berikut ini yang sudah terlebih dahulu terjebak utang China. 

Sri Lanka

Sri Lanka pernah mengalami krisis ekonomi paling parah sepanjang sejarah pada April 2022 lalu. Salah satu guru besar di Tata Institute of Social Sciences,R Ramakumar, dalam tulisannya yang diterbitkan Channel News Asia, menyebutkan kebijakan pinjaman China adalah penyebab utama situasi ekonomi yang mengerikan di Sri Lanka.

"Banyak yang percaya bahwa hubungan ekonomi Sri Lanka dengan China adalah pendorong utama di balik krisis. Amerika Serikat menyebut fenomena ini diplomasi jebakan utang," tulis dia.

Pakistan

Saat membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air Karot, Pakistan berutang kepada China dengan tingkat suku bunga 5,11 persen. Jumlah ini tergolong tinggi karena lembaga asal China biasanya menerapkan bunga maksimal 4,2 persen. Di samping itu, persyaratan pembayaran disebut sangat kaku dengan tingkat transparansi yang rendah. 

Kenya

Kenya pernah berurusan terkait utang dengan China saat membangun proyek kereta api Standard Gauge Railway (SGR) yang menghubungkan Mombasa dan Nairobi. 

Namun, pemerintah mengelak rumor yang menyebut bahwa jaminan utang negara adalah Pelabuhan Mombasa. Pelabuhan tersebut adalah pelabuhan paling sibuk dan menjadi lalu lintas perdagangan di Kenya. 

Maladewa

Awalnya Maladewa menerima suntikan dana dari China senilai USD200 juta dengan status utang untuk membangun jalan penghubung pulau ibu kota Male ke pulau Hulumale. Pembangunan dilakukan untuk mengatasi krisis lahan hunian. Belakangan, negara ini mengaku utang mereka membengkak menjadi USD1,4 miliar padahal total PDB hanya USD4,9 miliar. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Properti China Merana, Saham Evergrande Anjlok 24 Persen

Pasar Properti China Merana, Saham Evergrande Anjlok 24 Persen

Bisnis | Senin, 25 September 2023 | 10:26 WIB

Kuota Uji Coba Gratis Kereta Cepat Ludes Cuma Beberapa Jam, Masyarakat Diminta Tunggu Hingga Resmi Beroperasi

Kuota Uji Coba Gratis Kereta Cepat Ludes Cuma Beberapa Jam, Masyarakat Diminta Tunggu Hingga Resmi Beroperasi

Bisnis | Senin, 25 September 2023 | 08:37 WIB

Di Hadiri Wapres, UMKM RI Laris Manis di China

Di Hadiri Wapres, UMKM RI Laris Manis di China

Bisnis | Senin, 25 September 2023 | 06:56 WIB

Kirgistan 'Selamatkan' Timnas Indonesia U-24, Bantai China Taipei 4-1

Kirgistan 'Selamatkan' Timnas Indonesia U-24, Bantai China Taipei 4-1

Your Say | Minggu, 24 September 2023 | 19:29 WIB

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta Bandung Daftar Dimana? Ini Link, Cara dan Syarat Ketentuan

Uji Coba Kereta Cepat Jakarta Bandung Daftar Dimana? Ini Link, Cara dan Syarat Ketentuan

News | Minggu, 24 September 2023 | 19:26 WIB

Jadi Satu-satunya Tim dari Indonesia, Persib Bandung Bersaing dengan 3 Klub Eropa di Turnamen Kelompok Umur

Jadi Satu-satunya Tim dari Indonesia, Persib Bandung Bersaing dengan 3 Klub Eropa di Turnamen Kelompok Umur

Bola | Minggu, 24 September 2023 | 16:05 WIB

Terkini

AS Ganggu Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Balik ke Level US$100

AS Ganggu Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Balik ke Level US$100

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:39 WIB

15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank

15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:29 WIB

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS Justru Turun!

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS Justru Turun!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:19 WIB

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 06:59 WIB

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:30 WIB

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:35 WIB

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:23 WIB

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:17 WIB

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:14 WIB

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:57 WIB